PUSHIDROSAL KIRIM KRI RIGEL-933 KE LOKASI JATUHNYA PESAWAT LION AIR

KRI Rigel-933 bertolak menuju ke perairan Karawang

Jakarta, 29 Oktober 2018—-– Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengirimkan KRI Rigel-933 ke lokasi dimana pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang diperkirakan jatuh di perairan Karawang.

Menurut Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., KRI Rigel akan melakukan deteksi kedalaman full covered di posisi jatuhnya pesawat Lion Air pada koordinat 5° 46.15000′ S – 107° 7.16000′ E dan area sekitarnya dengan menggunakan Multibeam Echosounder EM2040 dan Side Scan Sonar untuk mencitarkan badan pesawat dan High Precision Acoustic Positioning (HIPAP) dengan Frekuensi A dan B, frekuensi itu seperti yang ada di blackbox, sehingga dengan alat HIPAP ini akan menangkap sinyal frekuensi yg dipancarkan oleh black box tersebut.

KRI Rigel adalah kapal Bantu Hidro-oseanografi (BHO) dengan komandan Letkol Laut (P) Agus Triyana. KRI Rigel 933 merupakan kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) dengan peralatan survei canggih diantaranya Side Scan Sonar, Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, Peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), serta Gravity Cores.

KRI Rigel juga dilengkapi Boat Sounding (SV) yang dilengkapi dg peralatan setara diharapkan mampu melakukan pencarian serpihan badan pesawat di dekat pantai.

PUSHIDROSAL VERIFIKASI BASE POINT DI PERBATASAN DAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PULAU SUMBA NTT

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., SH., MH

Jakarta, 23 Oktober 2018—Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan verifikasi Base point di perbatasan dan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan Verifikasi Base point di perbatasan dan PPKT Pulau Sumba ini,  dilaksanakan dengan mengirim  tim unit survei ke daerah tersebut yang dipimpin oleh Dan Unit Survei Mayor Laut (P) Jaenal Mutakim.

Menurut Kapushidrosal, Laksda TNI Dr. Ir.  Harjo Susmoro, S.Sos., SH., MH.,  Tugas pokok  tim unit survei melaksanakan operasi survei dan pemetaan hidro-oseanografi untuk melaksanakan verifikasi  posisi koordinat dua Titik Dasar (TD) sebagai batas negara RI dengan Negara Australia yaitu TD no 124 dan TD no 125,  dan pengecekan Titik Referensi (TR).  Data yang diperoleh ini akan digunakan untuk updating Peta Laut Indonesia di perairan Sumba dan sekitarnya.

“Survei Verifikasi posisi koordinat titik dasar merupakan elemen  penting bagi penetapan zone  batas maritim  negara, sehingga  data yang diperoleh dari hasil survei hidro – oseanografi di Pulau Sumba dapat digunakan dalam mendukung  aspek teknis perundingan batas maritim RI dengan negara tetangga, karena dari titik dasar itulah wilayah kedaulatan dan hak berdaulat RI ditentukan” kata Kapushidrosal.

Orang nomor satu di jajaran Pushidrosal tersebut mengharapkan agar  pasca penetapan titik dasar diharapkan pemerintah pusat atau pemerintah daerah perlu terus memantau dan memelihara keberadaannya TD dan TR tersebut.

“Survei dan pemetaan di Pulau Sumba  di Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu bagian dari tugas pokok Pushidrosal untuk  mengidentifikasi dan memverifikasi posisi koordinat  TD dan TR serta menjaga PPKT di wilayah perbatasan sebagai upaya untuk ikut andil dalam mensukseskan pembangunan di pulau-pulau kecil terluar dan perbatasan serta daerah pinggiran, hal ini sejalan untuk mendukung program Nawa Cita pemerintah RI”, tegas Kapushidrosal.

Tim Survei Verifikasi Base Point ini telah diberangkatkan pada pertengahan Oktober 2018,  dengan lama pelaksanaan survei 50 hari.  Saat ini, tim  yang  membawa peralatan survei hidro-oseanografi terkini yang dimiliki Pushidrosal, diantaranya peralatan pendeteksi bawah air Echosounder untuk mendeteksi kedalaman, Side Scan Sonar untuk menggambarkan citra permukaan dasar laut, alat pengukur arus dan gelombang laut serta alat pengukur pasang surut ini tengah  melaksanakan kegiatannya melakukan verifikasi Base point di perbatasan dan PPKT Pulau Sumba NTT.

USAI SURVEI TELUK PALU PASCA GEMPA, KRI SPICA-934 KEMBALI SURVEI PERAIRAN ALKI II

KRI Spica-934 survei ALKI II

Jakarta, 19 Oktober 2018—-– Usai melaksanakan survei dan pemetaan perairan Teluk Palu pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah  beberapa waktu lalu, KRI Spica-934 kembali melanjutkan survei perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Sebelum melaksanakan survei Teluk Palu, KRI Spica-934, Kapal TNI AL yang sehari-harinya berada di bawah pembinaan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) ini sejatinya masih mengemban tugas melaksanakan Operasi Survei dan Pemetaan perairan ALKI II.

Kapal jenis Bantu Hidro-oseanografi (BHO) dengan komandan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan, S.T. ini, saat ini sudah berada di Perairan Selat Bali guna mengumpulkan data-data hidro-oseanografi dan kelautan untuk kepentingan keselamatan pelayaran dan kepentingan pertahanan.

Kapal survei tercanggih Pushidrosal  yang dilengkapi peralatan survei modern seperti; Multibeam Echousounder laut dalam, Side Scan Sonar, Remotely Operated Vehicle (ROV), serta  Autonomous Underwater Vehicle (AUV) ini, melanjutkan kegiatan survei dan pemetaan hidro-oseanografi yang di antaranya meliputi pengukuran kedalaman laut (Bathimetry, pencitraan dasar laut dengan menggunakan side scan sonar, pengukuran pasang surut air laut, pengukuran arus dan gelombang laut, pengukuran sedimentasi, serta pengambilan contoh dasar dan air laut)

Data-data yang diperoleh nantinya akan dipergunakan untuk memutakhirkan Peta Laut Indonesia (PLI) dan Peta Khusus ALKI II yang meliputi perairan Laut Bali , Celukan Bawang serta  Temukus,  guna menjamin keamanan dan keselamatan navigasi di perairan tersebut.

PUSHIDROSAL PASTIKAN ALUR PELAYARAN DAN PELABUHAN DI TELUK PALU AMAN

Tim Survei Pushidrosal di Teluk Palu

Jakarta, 16 Oktober 2018—-– Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) memastikan pasca gempa dan tsunami, alur pelayaran dan pelabuhan di perairan Teluk Palu aman terhadap bahaya navigasi, terutama bagi  pengiriman bantuan lewat laut.

Hal tersebut dikatakan Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. setelah dua tim yang diterjunkan Pushidrosal , yaitu Tim Tanggap Segera  dan KRI Spica-934  melakukan survei dan pemetaan di perairan tersebut setelah terjadinya gempa dan tsunami.

Kapushidrosal menjelaskan  Tim Tanggap Segera  yang dipimpin Mayor Laut (P) Yohanis L. Kalambo telah berada di Palu  sehari setelah gempa selesai melakukan survei dan pemetaan hidro-oseanografi di empat alur pelabuhan dan perairan pelabuhan yaitu dermaga Lanal Watu Sampu, Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan Fery Taipa dan Dermaga Wani.

Dari hasil survei identifikasi  menggunakan Multibeam echosounder T50 P dengan sapuan dasar laut full covered dan pengolahan data metode seabed classification tidak dijumpai bahaya navigasi seperti kapal  yang tenggelam serta  reruntuhan bangunan,  sehingga keempat dermaga atau pelabuhan tersebut dinyatakan aman digunakan untuk kegiatan pelayaran dari dan keluar pelabuhan dalam rangka membawa bantuan kemanusaan.

Hasil survei lokasi pantai  untuk pendaratan baik lewat laut dan darat di sepanjang  pantai barat  dan timur Teluk Palu tidak diketemukan pantai  untuk beaching  yang aman untuk kapal Landing Ship Tank (LST) dan kapal sejenisnya. Ini disebabkan  di sepanjang pantai terdapat puing – puing, reruntuhan bangunan, bangkai kapal serta reruntuhan tiang  atau bangunan dermaga.

Selain kegiatan di atas Tim Unit Reaksi Segera juga melaksanakan kegiatan pengukuran data geodetik untuk meneliti nilai kontrol horizontal dan vertikal bentang alam di wilayah pantai palu dan sekitarnya sehingga dapat diketahui nilai kenaikan  atau penurunan muka tanah di area tersebut.

Pushidrosal pasca gempa bumi dan Tsunami yang melanda Donggala dan Palu, telah menerjunkan dua tim yaitu Tim Unit Survei Tanggap Segera  dan kapal Survei KRI Spica-934, yang  hadir di lokasi untuk melaksanakan pemeruman di alur pelabuhan  dan pelabuhan yang ada di Teluk Palu guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan Navigasi.

KRI SPICA-934 TEMUKAN LONGSORAN DASAR LAUT DI PERAIRAN TELUK PALU

Hasil detail survey Spica dengan Multibeam EM 302 di dalam Teluk Palu

Jakarta, 12 Oktober 2018—–KRI Spica-934, salah satu kapal TNI AL yang diterjunkan  Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) untuk melakukan survei dan pemetaan pasca gempa dan tsunami di perairan Teluk Palu.

Dari data yang diperoleh dan analisa tim Pushidrosal menemukan adanya  longsoran  dasar laut  pada kedalaman 200 – 500 m di  Tanjung Labuan / Wani Teluk Palu.

Menurut  Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., hasil ini diperoleh KRI Spica setelah melakukan survei   full covered  dengan menggunakan  Multibeam Echosounder EM-302 yang mampu mengukur kedalaman hingga 6000 M di dalam Teluk Palu.

Hasil yang diperoleh Tim Pushidrosal ini dibenarkan oleh Pakar Tsunami Dr. Gegar Sapta Prasetya dari UGM dan Dr. Rahman Hidayat dari Kemenkomaritim (ikut on board di KRI Spica) dan menyebutnya sebagai submarine slumps yang diperkirakan sebagai asal kekuatan tsunami tersebut.

Kapushidrosal yang juga merupakan Indonesia Chief Hydrographer ini menjelaskan, KRI Spica juga mengecek kemungkinan adanya spot kedangkalan di mulut teluk dan menambah area pemeruman di luar perairan Teluk Palu. Hal ini bertujuan memperkuat data untuk  pembuatan peta tematik mitigasi bencana.

Data akuisisi terbaru dari Pushidrosal tentunya dapat memberikan informasi dasar laut  yang lebih detail mengingat kemampuan  Multibeam Echosounder yang digunakan  menghasilkan sapuan batimetri full coverage. Setiap perubahan topografi dasar laut dapat digambarkan dengan lebih jelas.

Bagi Pemerintah Pusat, data dan informasi ini menjadi dasar membuat kebijakan bagaimana melakukan prediksi proses-proses geologi  kedepannya serta menjadi informasi penting dalam usaha mitigasi bencana pasca gempa disertai tsunami dimasa yang akan datang.

Sedangkan bagi Pemerintah Daerah di Provinsi Sulteng dan pemkot Palu, data tersebut dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan kembali infrastruktur disekitar pesisir serta penataan kembali rencana detail tata ruang.

Lebih lanjut Kapushidrosal menyatakan pula longsoran tanah dibawah laut ini  sangat sulit diprediksi meski berbagai alat deteksi dini telah dipasang. Terkadang ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mampu menjelaskan seluruh kejadian dipermukaan bumi ini. Sebagai bangsa yang berkeyakinan adanya kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, hendaknya tidak mengabaikan akan kekuasan dan ketetapan-Nya, maka hendaknya upaya yang harus kita lakukan adalah dengan berusaha semakin mendekatkan diri kepada-Nya dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita agar bisa dihindarkan dari berbagai bencana alam yang sekarang dirasa semakin meningkat.

KAPUSHIDROSAL HADIRI KONFERENSI IHO COUNCIL DI LONDON INGGRIS

Delegasi Konferensi International Hydrographic Organization (IHO) Council-2 di London Inggris.

London, 10 Oktober 2018—–Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksda TNI Dr. Ir.  Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H  menghadiri Konferensi International Hydrographic Organization (IHO) Council 2 yang digelar dari tanggal 9-11 Oktober 2018 di London, Inggris.

Pada kegiatan tersebut Kapushidrosal didampingi oleh Dirpamkersamtas Pushidrosal Kolonel Laut ( E) Yanuar Handwiono, S.H., M. Tr (han),   dan Kasubditkerjasama Letkol Laut (P) Oke Dwiyana.

Pada pembukaan kegiatan, Ketua IHO Council – 2, Rear Admiral  Shepard M. Smith (USA) mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasinya dalam kegiatan IHO Council – 2 kepada seluruh anggota IHO Council 2017 – 2020, yang didalamnya termasuk Pushidrosal sebagai wakil Indonesia. Ucapan yang sama juga disampaikan Sekretaris Jenderal IHO, Dr. Mathias Jones dalam sambutannya.

Kapushidrosal mengatakan,  melalui keanggotaan Pushidrosal sebagai anggota IHO Council ini, dapat  mendukung kebijakan nasional khususnya dalam aspek peningkatan kapasitas dan kapabilitas, khususnya dalam aspek penyelenggaraan kewajiban nasional di bidang hidrografi.

Selain itu juga memberikan manfaat dalam peningkatan kemampuan Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional untuk terus memberikan kontribusi kepada pengguna laut selaku penyedia data kelautan berupa Peta Laut Indonesia dan publlikasi maritim lainnya digunakan untuk mendukung serta menjamin keselamatan navigasi dan pelayaran secara umum di perairan Indonesia.

Di sisi lain, dalam turut mewujudkan konektivitas maritim serta mendorong pertumbuhan aktivitas maritim nasional, akan senantiasa berkaitan erat dengan pemahaman mengenai kondisi kelautan terutama melalui hidrografi.

PUSHIDROSAL TERJUNKAN KAPAL SURVEI TERCANGGIH KRI SPICA SURVEI DAN PETAKAN PERAIRAN PALU PASCA GEMPA

KRI SPICA -934

Jakarta, 7 Oktober 2018—-– Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerjunkan kapal survei tercanggih KRI Spica-934 untuk melaksanakan survei dan pemetaan perairan Teluk Palu pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala beberapa waktu lalu.

Kapal jenis Bantu Hidro-oseanografi (BHO) dengan komandan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan, S.T. ini telah tiba di perairan Palu, Sabtu sore (6/10), untuk bahu membahu mengumpulkan data-data hidro-oseanografi dengan Tim survei Tanggap Darurat Pushidrosal yang telah di berangkatkan sebelumnya. KRI Spica akan memperkuat Tim Unit Tanggap Darurat yang telah berada di Palu, juga  bergabung dengan Satgas TNI AL untuk penaggulangan korban gempa Palu.

Kapal survei tercanggih yang dimiliki Pushidrosal  yang beroperasi sejak tahun 2015 ini dilengkapi Multibeam Echousounder laut dalam, Side Scan Sonar, serta Remotely Operated Vehicle (ROV). Selain itu juga dilengkapi peralatan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai dengan kedalaman 1.000 meter

Menurut  Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., pasca gempa Palu dan Donggala, Pushidrosal telah menerjunkan dua tim yaitu Tim Tanggap Darurat yang diberangkatkan sehari setelah kejadian gempa terjadi  dan dan kapal Survei KRI Spica-934.

“Hal ini merupakan salah satu wujud sumbangsih teknologi yang dimiliki Pushidrosal serta misi kemanusiaan ” katanya.

Kedua Tim survei  tersebut melaksanakan pemeruman area Teluk Palu atau sekitar alur pelabuhan. Untuk kontur yang dalam dilaksanakan KRI Spica-934, sementara untuk  kontur yg dangkal akan koordinasikan dengan Tim Unit Tanggap Darurat\ Unit Pesisir.

“Dua tim tersebut diterjunkan guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan Navigasi di alur masuk pelabuhan, perairan pelabuhan sehingga pasokan bantuan  kemanusian, kesehatan  juga pengiriman alat berat lewat laut dapat berjalan dengan lancar dan aman, sehingga operasi kegiatan kemanusiaan dapat berjalan optimal” tegasnya.

Pushidrosal melakukan survei dan pemetaan hidro-oseanografi  di alur pelabuhan, perairan pelabuhan dan mencari pantai alternatif untuk pendaratan LST juga akan melakukan survei untuk pembaharuan peta laut di perairan Palu serta data yang diperoleh akan disiapkan untuk pembuatan peta tematik mitigasi bencana gempa untuk memberikan informasi  kepada  pemerintah  dan masyarakat dalam upaya mengurangi dampak gempa.

KAPUSHIDROSAL TERIMA LAPORAN KORPS KENAIKAN PANGKAT 51 PERWIRA PUSHIDROSAL

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H, M.H., saat berikan ucapan selamat kepada seluruh para Perwira yang naik pangkat.

Jakarta, 3 Oktober 2018—–Kepala Pusat Hidro dan Oseanografi Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H, M.H secara resmi menerima laporan kenaikan pangkat 51 orang Perwira Menengah dan Pertama, karena prestasinya berhak mengenakan tanda pangkat satu tingkat lebih tinggi  yang diwakilkan oleh Kolonel Laut (P) Marwidji yang sehari-harinya berdinas di Staf Ahli Oprasi Pushidrosal TMT 01 Oktober 2018 di depan Ruang Serba Guna Mako Pushidrosal, Jl.Pantai Kuta V No.1, Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu(3/10/2018)

Dalam amanatnya Kapushidrosal menyampaikan,  bahwa kenaikan pangkat ini, terkait erat dengan promosi  jabatan dan bagian dari pelaksanaan sistem pembinaan personel yang diorientasikan bagi kebutuhan organisasi. Proses pembinaan tersebut dilakukan baik secara konsisten, konseptual, sistematis dan juga berkesinambungan didasarkan pada proses penilaian termasuk di dalamnya persyaratan  yang telah ditentukan,  dengan demikian telah memberikan peluang yang sama bagi setiap perwira untuk berkompetisi secara sehat dalam meniti jenjang karirnya.

“Dengan kenaikan pangkat ini, itu merupakan suatu kehormatan, jangan sampai kenaikan pangkat tersebut akan menjadi kehinaan bagi para perwira, hendaknya para perwira dapat lebih memahami tuntutan tugas dan tanggung jawab yang semakin besar, sesuai dengan strata kepangkatan, karena dengan pangkat masing-masing akan dipertangung jawabkan perorangan dengan Tuhan YME. Hendaknya para perwira terus mengembangkan diri dalam memantapkan kualitas, perubahan kinerja yang lebih baik, untuk memberikan hasil yang lebih baik bagi organisasi. Serta mengaplikasikan dan kemampuan diri sebagai pemimpin organisasi dimanapun para perwira bertugas,” ucap orang nomor satu di Pushidrosal tersebut.

Pada akhir amanatnya, Kapushidrosal menyampaikan ucapan selamat atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada Perwira dan istri yang kemudian diikuti oleh para Pejabat Teras dan para perwira staff Pushidrosal.

ISTIGHOSAH PERSONEL PUSHIDROSAL JELANG HUT KE 73 TNI

Personel Pushidrosal saat lakukkan Istighosah bersama.

Jakarta, 3 Oktober 2018—–Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 TNI Tahun 2018, segenap personel militer dan Pegawai Negri Sipil (PNS) Pusat Hidrografi dan Oseanografi  TNI AL (PUSHIDROSAL) menggelar doa bersama atau  istighosah yang di pimpin oleh Letkol Laut (KH). Abd.Wadud dan Lekol Laut (KH) O.Fauzi di Masjid Safinatul Mutaqin Mako Pushidrosal, Jl.Pantai Kuta V No.1, Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu, (03/10/2018).

Doa bersama ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan kesuksesan kepada Allah SWT, yang merupakan rangkaian kegiatan HUT Ke 73 TNI Tahun 2018. TNI sebagai bagian dari masyarakat warga Negara yang beragama tentunya sangat yakin kalau tantangan tugas yang dihadapi tentunya semakin hari semakin berat, ini juga merupakan wujud pertanggung jawaban TNI kepada rakyat  Indonesia yang telah memberikan amanah untuk mempertahankan kedaulatan NKRI, baik di darat, laut, maupun udara.

Disamping itu doa bersama ini juga bertujuan mendoakan saudara kita yang terkena musibah bencana gempa bumi di Sulteng terutama Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya, agar mereka terbebas dari beban yang berkepanjangan dan dapat kembali membangun hidup yang baru, penuh harapan dan masa depan.

Acara istighosah juga di hadiri oleh para pejabat teras Pushidrosal.

PUSHIDROSAL KIRIM TIM SURVEI TANGGAP DARURAT KE DONGGALA DAN PALU

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.

Jakarta, 1 Oktober 2018—-– Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Mengirim  Tim Survei Tanggap Darurat bencana alam ke Donggala dan Palu, Senin (1/10).

Tim survei tanggap darurat Pushidrosal berjumlah 6 personel, dipimpin Dan Tim Survei Mayor Laut (P) Yohanis L. Kalambo diberangkatkan Senin,  1 Oktober 2018, dengan membawa peralatan survei hidro-oseanografi canggih, diantaranya peralatan pendeteksi bawah air Multibeam Echosounder yang dapat mendeteksi kedalaman sampai dengan 500 m, Side Scan Sonar, CTD ( Conductivity Temperature Depth), serta Alat ukur pasang surut.

Penanggulangan bencana membutuhkan sinergitas antara kelembagaan pemerintah, dan segenap komponen masyarakat dalam penanggulangan bencana serta upaya tanggap darurat dalam memetakan daerah terdampak bencana dan pemetaan area akses maupun daerah bencana.

Menurut  Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, Pushidrosal mempunyai tanggung jawab sosial  untuk memberikan kontribusi dalam membantu mengatasi bencana dan SAR yang terjadi di perairan Indonesia.

“Hal ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan sumbangsih serta juga Tugas Pushidrosal” katanya.

Dijelaskannya, Tim Pushidrosal akan melakukan survei dan pemetaan hidro-oseanografi di daerah bencana, yaitu perairan Palu dan Donggala yang diguncang gempa bumi 7,4 Scala Richter dan tsunami  guna mendukung pemerintah dalam mitigasi bencana maupun dukungan penanggulangan bencana.

“Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan, pengolahan, dan analisa data hidrografi  yang  digunakan menetapkan  rute alternatif untuk keselamatan navigasi bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitar daerah bencana, serta  up dating data hidrografi yang merupakan hal yang sangat penting demi suksesnya misi bantuan kemanusiaan penganggulangan bencana” Pungkas Kapushidrosal.