TIM SURVEI PUSHIDROSAL TERIMA KUNJUNGAN WALIKOTA TIDORE SERTA DUBES SPANYOL DAN PORTUGAL UNTUK RI

Ketua Tim Survey dan Pemetaan Pushidrosal TNI AL saat berikan penjelasan tentang Peta Laut kepada Duta Besar Spanyol & Portugal

Tidore, 27 Februari 2019—-Usai ditetapkannya Kota Tidore Kepulauan sebagai tuan rumah pertemuan ke-10 Global Network of Magelhaen Cities (GNMC) 2019 yang berlangsung di pertemuan GNMC ke-9 di Kota Sevilla, Spanyol pada akhir Januari 2019 lalu, Pemerintahan Kota Tidore dikunjungi Dubes Portugal untuk RI Rui Fernando Sucena do Carmo dan Dubes Spanyol untuk RI Jose Maria Matres Manso, kedatangan kedua Dubes ini guna berkoordinasi terkait pesiapan GNMC yang akan berlangsung di Tidore pada bulan Juli 2019 mendatang.

Walikota Tidore Capt. Ali Ibrahim mengundang Dubes Portugal dan Spanyol untuk kunjungi kegiatan Tim Survei Hidro-Oseanografi di pelabuhan Tidore , Senin (25/2/2019)

Pada kunjungan tersebut , Rombongan Duta Besar Spanyol dan Portugal didampingi Walikota Tidore melihat langsung kegiatan tim Survei dan Pemetaan dari Pushidros TNI AL dimana sebagian area yg disurvei oleh Pushidrosal menjadi lokasi pelaksanaan Sail Tidore 2021 dan  peringatan 500 Tahun Ekspedisi Magelhaens Elcano.

Duta Besar Portugal dan Spanyol menerima penjelasan singkat dari Ketua Tim Survei Pushidrosal  di Tidore   Letkol (Laut) Agus Hendra Gunawan, ST.,M.Tr.Hanla  dengan menggelar peta laut yang menggambarkan lokasi pelabuhan yang akan dilakukan survei  dan memastikan dapat memetakan angka kedalaman dan bahaya-bahaya navigasi yang ada saat ini.

“Data lapangan yang didapatkan oleh tim survei akan segera divalidasi dan diolah kembali di Pushidrosal, dan akan disajikan dalam bentuk updating Peta Laut Indonesia nomor 385 terbaru” ungkap Letkol (Laut) Agus Hendra Gunawan, ST.,M.Tr.Hanla. selaku Komandan Unit Survei dan Pemetaan di Ternate dan Tidore.

Sebagai informasi, peta yang digunakan di perairan Tidore selama ini masih peta hasil survei Belanda tahun 1923 yang belum diperbaharui.

“Diharapkan dengan survei ini bisa menyajikan data riil terkait dengan kondisi Perairan Tidore terutama data hidrografi dan oseanografi maupun data-data lainnya seperti meteorologi dan geografi maritim,” jelasnya.

Karena hasil survei ini akan menghasilkan data-data yang jadi prasyarat utama dan penting bagi kapal-kapal besar yang nantinya akan memasuki perairan Tidore.

Di samping itu, juga akan dilakukan survei untuk mencari lokasi labuh kapal-kapal yang nantinya ikut dalam Sailing Pass dan Parade Circumnavigation Magelhaen Elcano maupun kegiatan Sail Tidore nanti.

PERSIAPAN SAIL TIDORE 2021 DAN NAPAK TILAS 500 TAHUN EKSPEDISI MAGELHAENS, PUSHIDROSAL SURVEI PERAIRAN TIDORE

Pengukuran Garis Pantai Tidore

Tidore, 26 Februari 2019—- Kota Tidore Kepulauan telah ditetapkan sebagai tuan rumah pertemuan ke-10 Global Network of Magelhaen Cities (GNMC) 2019 yang berlangsung di pertemuan GNMC ke-9 di Kota Sevilla, Spanyol pada akhir Januari 2019 lalu. Kota tersebut akan menjadi lokasi pelaksanaan Sail Tidore & peringatan 500 Tahun Ekspedisi Magelhaens Elcano dan Sail Tidore 2021.

Berkenaan dengan hal tersebut Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan survei dan pemetaan  hidro-oseanografi di perairan tersebut guna memastikan area tersebut aman dari bahaya navigasi yang dapat menghambat perhelatan Sail Tidore & peringatan 500 Tahun Ekspedisi Magelhaens Elcano dan Sail Tidore 2021.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H menjelaskan, selain dalam rangka perhelatan akbar tersebut, survei dan pemetaan Pushidrosal ini sekaligus untuk updating peta laut di perairan Tidore. Sebagai informasi, peta yang digunakan di perairan Tidore selama ini masih peta hasil survei Belanda tahun 1923 yang belum diperbaharui.

Survey tersebut  dilaksanakan dari tanggal 14 Februari sampai dengan  4 April 2019 dan ada tiga titik posko yang dipasang alat pasang surut dan stasion pengamatan pada perairan Kota Tidore yaitu di Pelabuhan Trikora, Maitara dan Perairan Ternate di Pantai Jikolamo.

Selama lebih kurang 50 hari,  Tim survei Pushidrosal dibawah pimpinan Komandan Unit Survei Letkol (Laut) Agus Hendra Gunawan, ST.,M.Tr.Hanla melaksanakan  kegiatan yang meliputi pengumpulan dan pengolahan data yang meliputi  data kedalaman (pemeruman), pencitraan dasar laut, pengukuran arus, pengukuran ketebalan sedimentasi, pengambilan contoh dasar laut, pengamatan meteorologi, serta verifikasi verifikasi toponimi.

Data tersebut selanjutnya akan divalidasi dan diolah  di Pushidrosal untuk menghasilkan updating peta laut nomor 385 perairan Tidore terbaru, yang menjadi acuan Sailing Pass dan Parade Circumnavigation Magelhaen Elcano maupun kegiatan Sail Tidore tahun 2021 nanti.

Ket Gambar:
Pengukuran Garis Pantai Tidore

PUSHIDROSAL SELENGGARAKAN FAMILY GHATERING 2019

Kapushidrosal beserta Ibu Tita Harjo Susmoro saat foto bersama Anggota Pushidrosal beserta keluarganya.

Jakarta, 25 Februari 2019—- Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan laut (Pushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H didampingi Ny.  Tita Harjo Susmoro menghadiri acara Family Gathering 2019 yang dilaksanakan di Pantai Lagoon Ancol Timur Jakarta Utara, Minggu (24/2) . Hadir pula dalam acara tersebut Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi didampingi  Ny. Herastuti Trismadi, para pejabat, Perwira Staf, Bintara, Tamtama dan PNS serta Honorer beserta keluarga.

Kapushidrosal dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa acara temu keluarga (family gathering) dilaksanakan dengan tujuan  sebagai upaya pembinaan personel, mempererat tali silaturahmi, meningkatkan Solidaritas dan kekompakan serta memupuk rasa kebersamaan antara keluarga besar Pushidrosal, sesuai dengan tema kali ini “Kebersamaan dan kekeluargaan menjadi landasan untuk mewujudkan Pushidrosal yang disiplin, kondusif dan harmonis”.

Kapushidrosal mengharapkan,  agar kehadiran personel Pushidrosal  dan keluarga pada acara Family Gathering kali ini dapat mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebersamaan dan kekompakan serta menimbulkan saling asah, saling asih dan saling asuh diantara sesama keluarga Pushidrosal.  Selain itu para anggota dapat mengikuti dan menikmati kegiatan ini dengan gembira dan penuh kebahagian sehingga  setelah acara ini  kondisi mental dan jasmani anggota akan kembali fresh,  yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja Pushidrosal secara optimal.

Kegiatan yang melibatkan sebanyak 2500 orang personel beserta keluarganya kali ini dimeriahkan dengan beberapa kegiatan yaitu gerak jalan santai dengan rute dimulai dari Mako Pushidrosalhingga menuju ke Pantai Lagoon Ancol,  dilanjutkan dengan senam bersama, lomba mewarnai untuk putra putri anggota Pushidrosal usia 6 sampai 10 thn, lomba Buldozer dan lomba enggrang utk dewasanya. Dan tidak kalah menariknya yaitu lomba transfer balon, Cowboy Gun dan lomba menara kaki. Yang diikuti para Pejabat, dan seluruh anggota Pushidrosal.

Kegiatan yang berlangsung sangat meriah dan penuh keakraban, melibatkan sebanyak lebih kurang  sebanyak 2500 orang anggota keluarga besar Pushidrosal.

KAPUSHIDROSAL TERPILIH SEBAGAI VICE CHAIR TRDC-BOD EAHC

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H

 

BALI, 21 Februari 2019 —– Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H terpilih sebagai Vice Chair Training Research and Development Committee-Board of Directors (TRDC-BOD) The East Asia Hydrographic Commission (EAHC) pertemuan TRDC-BOD EAHC di Prama Sanur Beach, Bali.

Pada pertemuan tersebut Kapushidrosal secara aklamasi terpilih sebagai Vice Chair periode 2019-2022. Sementara Chairman TRDC-BOD dipegang oleh Chief Hydrographer Korea Selatan, yang sebelumnya menjabat sebagai Vice chairman menggantikan posisi Chief Hydrographer Singapura yang sebelumnya sebagai Chairman.

Terpilihnya Kapushidrosal sebagai Vice Chair, merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia dan wujud kepercayaan internasional atas peningkatan kiprah dan peran Pushidrosal baik di level nasional, regional maupun internasional.

Salah satunya adalah keberhasilan Pushidrosal dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan internasional, di antaranya “Training in Hydrographic Survey for Disaster Management and Relief” di Jakarta tahun 2017, “Training in The Use of GNSS for Tide Correction for Survey”, di Jakarta tahun 2018, serta laporan rencana training pada tahun 2019 yang juga akan dilaksanakan di Pushidrosal dengan materi “Training in Maritime Safety Information (MSI), yang rencana dilaksanakan pada Agustus 2019 di Jakarta, yang akan diikuti oleh peserta dari anggota EAHC.

TRDC-BOD adalah suatu organisasi di bawah struktur organisasi The East Asia Hydrographic Commission (EAHC) yang dibentuk untuk mendukung program pelatihan dan riset bagi negara – negara anggota International Hydrographic Organization (IHO) di kawasan Asia Timur.

Pada pertemuan TRDC BOD di Bali ini diikuti oleh dihadiri oleh 9 negara anggota EAHC yaitu Indonesia, Malaysia, Singapore, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, China, Hongkong China, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, serta beberapa negara observer yaitu Amerika Serikat, Inggris, Kamboja dan Vietnam, serta President IHO Dr. Mathias Jonas.

 

6TH EAHC STEERING COMMITTEE MITIGASI BENCANA MARITIM JADI PERIORITAS UTAMA

 

BALI, 21 Fabruari 2019 —–– Mitigasi bencana menjadi pokok pembahasan dan menjadi prioritas utama ke depan khususnya bencana yang ada di Indonesia beberapa waktu lalu, seperti Tsunami Selat Sunda dan Palu-Donggala mendapat perhatian Khusus para Delegasi dalam 6th EAHC Steering Committee (EAHC-SC) yang berlangsung di Bali, Kamis (21/02).

6th EAHC Steering Committee merupakan pertemuan yang tidak hanya untuk mengevaluasi kegiatan EAHC (The East Asia Hydrographic Commission) yang telah dilakukan di tahun sebelumnya, namun juga untuk membahas kendala yang ada di dalam organisasi dan untuk menentukan arah kebijakan EAHC di tahun yang akan datang.

Mengingat nilai strategis pertemuan EAHC bagi Indonesia dan TNI Angkatan Laut, 6th EAHC Steering Committee (SC) dibuka oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M mewakili Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M.

Hadir dalam acara tersebut Sekjen IHO Dr. Mathias Jonas juga Chairman EAHC Vice Admiral Dr. Yukihiro Kato (Chief Hydrographer Japan Hydrographic and Oceanographic Department Japan Coast Guard) serta Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H yang juga selaku Vice Chairman EAHC.

Terkait dengan dengan mitigasi bencana, utamanya yang terjadi di laut, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H menjelaskan bahwa Pushidrosal telah menunjukkan kiprah dan perannya, seperti dukungan hidrografi dalam kegiatan kemanusian dan penelitian geologi pasca bencana tsunami di Palu-Donggala dan Selat Sunda,

Dalam pertemuan yang berlangsung dua hari 21-22 Februari 2091 ini, juga dibahas tentang rencana adanya amandeman untuk mekanisme pengambilan keputusan pada statuta EAHC , dan rencana adanya amandemen pada resolusi IHO (International Hydrographic Organization) mengenai respon terhadap bencana maritim dan kontribusi guna pencegahan dan sistem peringatan dini (IHO Response to Marine Disasters and Contribution to Prevention and Alert Systems), yang kesemuanya itu diharapkan dapat terus mengembangkan peran positif EAHC bagi kawasan Asia Timur dan dunia, dan juga untuk memberikan manfaat kerjasama yang lebih besar bagi para negara anggota EAHC.

Pada kesempatan ini beberapa hal pokok yang dibahas adalah mengenai perkembangan pembangunan sistem MSDI (Marine Spatial Data Infrastructure), pengembangan kemampuan penyediaan data hidrografi bagi Negara anggota dan Negara di kawasan Asia Timur, rencana bergabungnya Vietnam sebagai anggota EAHC yang baru

Selain itu EAHC akan membentuk STAR yaitu Strategic Team Advance Roadmap yang akan menentukan strategi EAHC kedepan sejalan dengan Strategic Plan IHO khususnya untuk menghadapi tantangan Big Data, Internet of Things, Artificial Intelegence, Autonomous Ship dan Industri 4.0 untuk mendukung berbagai kepentingan.

Selain itu, target pembangunan basis data batimetri hingga 2030 juga dibahas. Untuk mendukung kesemuanya, perlu disiapkan standar data terbaru data hidrografi yaitu S-100 universal hydrographic data model untuk menjamin aksesibilitas, interoperabilitas, ketersediaan dan liabilitas dalam rangka mendukung berbagai kepentingan dan kebijakan maritim.

TINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN DI SELAT MALAKA DAN SELAT SINGAPURA, PETA LAUT ELEKTRONIK EDISI BARU AKAN DIPUBLIKASIKAN

Malacca Singapore Straits – Electronic Navigational Chart (MSS-ENC) Steering Committee Meeting yang berlangsung di Hotel Prama Sanur Beach, Bali.

Bali, 19 Februari 2019—-Guna meningkatkan jaminan keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka dan Selat Singapura, pada tahun 2019 ini Peta Laut Elektronik Selat malaka dan Selat Singapura (Malacca Singapore Strait – Electronic Navigational Charts/MSS-ENC) akan dipublikasikan.

Hal tersebut merupakan pokok bahasan dalam Malacca Singapore Straits – Electronic Navigational Chart (MSS-ENC) Steering Committee Meeting yang berlangsung di Hotel Prama Sanur Beach, Bali, Selasa (19/02/2019).  Pertemuan ini diikuti oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Jepang.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. selaku Chief Hydrographer Indonesia, Malaysia oleh Chief Hydrographer, National Hydrographic Centre, Rear Admiral Hanafiah, Singapura, deputy hydrographer, MPA of Singapore, Mr Jammie chen, serta Jepang dipimpin Director Japan Hydrographic Association, Mr. Shigeru Kato.

Pada  kegiatan MSS-ENC Steering Committee Meeting yang Ke-12  ini,  Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah, dimana  Indonesia menjabat sebagai koordinator dan administrator MSS-ENC menggantikan Singapura. Hal ini sebagai salah satu bentuk penghargaan tidak hanya dari negara – negara di kawasan Selat Malaka dan Singapura, namun juga dunia Internasional atas kemampuan dan dedikasi Indonesia untuk mendukung keselamatan bernavigasi di kawasan Selat Malaka dan Singapura.

Dukungan Indonesia tersebut  berupa data Hidrografi dalam bentuk ENC yang terpercaya dan terintegrasi antar negara pembuat ENC di kawasan Selat Malaka dan Singapura, yang  merupakan salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia.

Pada pertemuan kali ini dibahas mengenai rencana pembaruan MSS ENC (ENC Update Workshop) dari data hasil survei hidrografi dan oseanografi bersama yang telah dilaksanakan pada Tahun 2018. Kegiatan pembaruan MSS ENC ini, akan dilaksanakan pada bulan Juni 2019 di Jakarta dimana Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah.

Kegiatan ENC Update workshop ini meliputi quality control/quality assurance data hasil survei hidrografi dan oseanografi serta validasi ENC sesuai dengan standar IHO S-58. Diharapkan pada Tahun 2019 ini MSS ENC Edisi baru akan di publikasikan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura.

PEMPROV DAN DPRD PROVINSI KEPULAUAN BABEL MINTA PUSHIDROSAL BANTU PENATAAN RUANG LAUTNYA

Diropssurta Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho M.Si, menerima Ketua Pansus DPRD Provinsi Kepulauan Babel Adet, S.H., M.H di Pushidrosal.

Jakarta, 19 Februari 2019—— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat I Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) meminta bantuan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam menata ruang lautnya.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus DPRD Provinsi Kepulauan Babel  dalam Pembahasan dan Penyusunan Raperda Tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Kepulauan Babel,  Adet, S.H., M.H dalam kunjungan kerja ke Pushidrosal, Selasa (19/02/2019).

Rombongan Pansus DPRD Kepulauan Babel berjumlah 16 orang tersebut diterima Pejabat Utama yang dipimpin Direktur Operasi Survei dan Pemetaan (Diropssurta) Pushidrosal Kolonel Laut  (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho M.Si, mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H yang saat ini tengah menghadiri pertemuan EAHC di Bali.

Kunjungan Kerja tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dan masukan Pushidrosal tentang  program RZWP3K Provinsi Kepulauan Babel, serta guna melakukan konsultasi dan Koordinasi  terkait  peta laut yang nantinya akan menjadi peta rujukan pada pembuatan RZWP3K.

Ketua Pansus RZWP3K  Adet, S.H., M.H. mengatakan bahwa wilayah pesisir dan perairan  Provinsi Kepulauan Babel merupakan wilayah yang “seksi” yang membuat banyak pihak meliriknya. Hal itu disebabkan, selain termasuk satu dari 10 destinasi wisata bahari di tanah air  dan  merupakan salah satu penghasil timah terbesar di dunia, perairan Provinsi Kepulauan Babel merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, yang dilayari kapal-kapal internasional.
“Dengan Kondisi tersebut,  Provinsi Kepulauan Babel  membutuhkan Pushidrosal sebagai penyedia data dan informasi hidro-oseanografi untuk penataan ruang lautnya agar optimal” katanya.

Menanggapi hal itu, Pushidrosal akan membantu penataan ruang laut Provinsi Kepulauan Babel, utamanya berkaitan dengan Raperda Tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kepulauan Babel. Selain itu, Pushidrosal juga akan membuat peta tematik wisata bahari, untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Provinsi Kepulauan Babel, sebagai salah satu destinasi wisata bahari di Tanah Air.

Pada kesempatan itu pula, rombongan Pansus DPRD Provinsi Kepulauan Babel diberi paparan  oleh staff Pushidrosal terkait muatan atau konten dari peta laut Indonesia yang meliputi wilayah Provinsi Kepulauan Babel, yang dengan teknologi overlay terlihat lebih jelas, keterkaitan wilayah kewenangan pengelolaan wilayah provinsi tersebut dengan tata ruang yang ada di Peta Laut Indonesia.

Pihak Pushidrosal, melalui Diropssurta menegaskan bahwa peta laut yang dibuat oleh  Pushidrosal selain untuk  peta  keselamatan pelayaran  dapat juga  digunakan sbg peta  perlindungan laut (marine environment) serta peta pariwisata wilayah yang bersangkutan, dalam hal ini Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.

 

KEPERCAYAAN DUNIA SEMAKIN MENINGKAT TERHADAP PUSHIDROSAL SEBAGAI LEMBAGA HIDROGRAFI BERTARAF INTERNASIONAL

Pertemuan Internasional 9th Training Research and Development Committee-Board of Directors (TRDC-BOD) dilaksanakan di Sanur Bali.

Bali, 18 Februari 2019—— Pertemuan internasional 9th Training Research and Development Committee-Board of Directors  (TRDC-BOD)   dilaksanakan di Sanur Bali pada tanggal 18-19 Februari 2019 dengan Pushidrosal sebagai tuan rumah pada pertemuan ini.

Pada kegiatan tersebut, telah dilaksanakan pembukaan dengan diawali sambutan pembukaan oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H yang kali ini berlaku sebagai tuan rumah, dilanjutkan sambutan dari Chairman TRDC BoD, serta dilaksanakan phorto bersama, kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom “Wantilan”  hotel Prama Sanur Beach, Bali, Senin (18/02/2019).

Dalam sambutan Pembukaan, Kapushidrosal menekankan pentingnya menyiapkan SDM yang berkualitas dan peningkatan kerjasama antar negara anggota EAHC dalam upaya memastikan keselamatan navigasi di kawasan regional.

“Hal tersebut dihadapkan dengan perkembangan teknologi survei dan pemetaan yang sangat pesat dalam beberapa dekade, sehingga tantangan ke depan semakin berat. Oleh sebab itu dibutuhkan SDM hidrografer yang tidak hanya menguasai  ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mempunyai dedikasi yang tinggi” katanya.

Pada kesempatan itu juga dilaksanan  laporan pelaksaan oleh Ditpamkersamtas Pushidrosal  Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiyono, terkait dengan Training pada tahun 2018 dengan Pushidrosal sebagai tuan rumah dengan materi “Training in The Use of GNSS for Tide Correction for Survey”, Juli tahun 2018”  dan laporan rencana training pada tahun 2019 yang juga akan dilaksanakan di Pushidrosal dengan materi “Training in Maritime Safety Information (MSI), yang  rencana dilaksanakan pada Agustus 2019 di Jakarta.

Hal itu mendapat tanggapan positif  dan apresiasi negara-negara peserta TRDC dalam penyelenggaraan training GNSS yang dijadikan model oleh negara lain.

“Dengan kembali dipercayanya Pushidrosal sebagai penyelenggara pertemuan TRDC-BOD dan pelatihan MSI, menunjukkan bahwa kepercayaan dunia semakin meningkat terhadap Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi bertaraf internasional” jelas Kapushidrosal.

TRDC-BOD adalah suatu organisasi di bawah struktur organisasi The East Asia Hydrographic Commission (EAHC) yang dibentuk untuk mendukung program pelatihan dan riset bagi negara – negara anggota International Hydrographic Organization (IHO) di kawasan Asia Timur.

Salah satu agenda dalam kegiatan ini adalah pemilihan Chairman dari EAHC TRDC BOD, yang saaat ini dijabat oleh Mr Jammie Chen dari Singapura, dan Indonesia dimohon untuk dapat menggantikan jabatan tersebut untuk periode 2019-2021.

Pertemuan TRDC BOD merupakan salah satu rangkaian kegiatan Regional Hydrographic Commision (RHC),  dari 15 RHC yang ada di International Hydrographic Organization (IHO).  kegiatan ini  berlangsung selama 5 hari  (18-22) dan dihadiri oleh 9 negara anggota EAHC yaitu Indonesia, Malaysia, Singapore, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, China, Hongkong China, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, serta beberapa  negara observer yaitu Amerika Serikat, Inggris, Kamboja dan Vietnam.   Hadir pula  President IHO  Dr. Mathias Jonas.

NEGARA-NEGARA KAWASAN PASIFIK SELATAN APRESIASI KINERJA INDONESIA DALAM BIDANG HIDROGRAFI

Alofi, Niue. 17 Februari 2019—Indonesia mengirimkan delegasinya menghadiri konferensi regional pasifik selatan, 16th South West Pacific Hydrographic Commission Conference (SWPHC) 13-15 February 2019 di Scenic Matavai Resort,  Niue.

Delegasi Indonesia dipimpin Wakapushidrosal Laksma TNI Dr. Ir. Trismadi mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H selaku Chief Hydrographer Indonesia,  yang didampingi oleh Kadishidro Pushidrosal, Letkol Laut (P) Oke Dwiyana Pushidrosal.

Konferensi ini dilaksanakan dalam  rangka meningkatkan kualitas data sebagai bagian dari upaya mendukung tercapainya global charting yang merupakan mandate dari International Hydrographic Organization (IHO)  selain juga sebagai upaya meningkatkan kemampuan tidak hanya kemampuan teknis hidrografi dan kartografi namun juga sebagai sarana untuk berbagi pengalaman dan evaluasi kegiatan kantor hidrografi selama tahun sebelumnya, 2018.

Negara-negara peserta mengapresiasi keberhasilan dan kemajuan Indonesia  dalam mengembangkan kapasitas kantor hidrografi seperti yang disampaikan dalam country report Indonesa, juga disampaikan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan yang terbesar, memiliki banyak pengalaman serta kemampuan yang dapat bermanfaat bagi negara kawasan pasifik selatan yang sebagian besar merupakan negara kepulauan.

Apresiasi itu diberikan kepada Indonesia dalam hal ini Pushidrosal terkait  survei di Selat Malaka  yang merupakan salah satu jalur terpadat di dunia, Danau Toba (inland waterways), dan pembuatan peta navigasi perairan pedalaman (inland waterway charts) di Sungai Musi dan Sungai Kapuas.

Selain itu,  dukungan hidrografi dalam kegiatan kemanusian dan penelitian geology pasca bencana tsunami  di Palu-Donggala dan Selat Sunda, dan utamanya    keberhasilan dalam menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang.

Pushidrosal juga akan menawarkan program pelatihan yang merupakan bagian dari program Capacity building EAHC dalam bidang Marine Safety Information (MSI) yang direncanakan akan diselenggarakan oleh Pushidrosal kepada negara anggota SWPHC untuk dapat hadir sebagai peserta.

Selain itu, Pushidrosal juga menawarkan kepada negara anggota SWPHC untuk dapat mengirimkan personelnya sebagai siswa pada pendidikan kursus hidrografi Cat B dengan sertifikasi IHO yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pada kesempatan itu juga, Indonesia mengharapkan kehadiran negara sahabat di SWPHC region untuk dapat partisipasi pada kegiatan International Hydrographic Seminar – 2020 yang merupakan perayaan Indonesia Golden Jubilee 75 tahun.

Pertemuan selanjutnya untuk konferensi ke 17 SWPHC, sesuai permintaan Australia sebagai ketua dari SWPHC untuk dilaksanakan di Wollongong Australia Tahun 2020.

PUSHIDROSAL TINGKATKAN KEMAMPUAN HIDROGRAFI UNTUK MITIGASI BENCANA DI KAWASAN PASIFIK SELATAN

Konferensi South West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC) di Alofi, Niue tanggal 11-12 February 2019

Alofi Niue, Rabu  13 Februari 2019— Wilayah Pasifik Selatan merupakan jalur ring of fire yang sangat rentan terjadinya bencana gempa bumi, tsunami maupun taifun (cyclone) termasuk Indonesia.

Dengan alasan tersebut, South West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC) yang mengadakan konferensi  di Alofi, Niue tanggal 11-12 February 2019 menggelar kegiatan Technical Workshop on Disaster Response Planning and Data Discovery.

Kegiatan workshop yang  merupakan program capacity building  International Hydrographic Commission (IHO) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidrografi dan marine safety information untuk mengelola dan meminimalkan korban akibat bencana alam serta guna menetapkan rute alternatif untuk keselamatan navigasi bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitar daerah bencana, serta updating data hidrografi yang merupakan hal yang sangat penting demi suksesnya misi bantuan kemanusiaan penganggulangan bencana.

Selain untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang penanganan mitigasi bencana, Pushidrosal juga mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang peran kantor hidrografi (Pushidrosal) dalam penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia yaitu di Selat Sunda dan Palu-Donggala.

Pada sesi diskusi, Indonesia yang diwakili Wakapushidrosal Laksma TNI Dr. Ir. Trismadi yang didampingi oleh Kadishidro Pushidrosal, Letkol Laut (P) Oke Dwiyana menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas ucapan simpati dan tawaran bantuan dari negara sahabat atas kejadian bencana tahun 2018 tersebut.

Sebagai anggota komunitas hidrografi dan pemetaan, Indonesia harus berupaya meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya di bidang hidrografi untuk mendukung mitigasi bencana termasuk negara-negara Pasifik Selatan.

Titik fokus dari workshop ini selain berupa penyampaian pengalaman dan pengetahuan, pertukaran pengalaman aspek hidrografi dan pengalaman negara di pasifik selatan dalam mengatasi dan menanggulangi bencana alam, yang secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu misi nasional, kebijakan, dan program-program yang berkaitan dengan penanggulangan bencana alam di Indonesia dan aspek teknik dan sosial pengelolaan dan penanggulangan bencana alam yang meliputi pemulihan, identifikasi risiko, pencegahan dan penanganan bencana serta kesiapsiagaan.

SWPHC merupakan salah satu Regional Hydrographic Commission (RHC) dibawah koordinasi organisasi International Hydrographic Commission (IHO) yang berada di Navarea X (Australia) dan Navarea XIV (Salandia Baru). SWPHC terdiri dari 8 (delapan) member states yaitu Australia, Fiji, France, New Zealand, Papua New Guinea, Tonga, UK, USA dan 8 (delapan) associate members yaitu Cook Islands, Kiribati, Niue, Palau, Samoa, Solomon Islands, Vanuatu termasuk Indonesia (Pushidrosal) serta observer yaitu New Caledonia.