INDONESIA PERKUAT KERJASAMA BIDANG HIDROGRAFI DI KAWASAN SAMUDERA HINDIA

Muscat, Oman, 27 Maret 2019—-Indonesia memperkuat kerjasama bidang hidrografi di kawasan Samudera Hindia dengan mengirimkan delegasinya menghadiri konferensi regional Samudera Hindia bagian Utara, 19th North Indian Ocean Hydrographic Commission Conference (NIOHC) di Muscat Oman.

Konferensi NIOHC yang ke-19 ini dibuka oleh Sekjen Kemhan Oman Mohamed Bin Nasser Al-Rasby, Commander of Royal Navy of Oman Rear Admiral Abdullah Bin Khamis Al-Raisi, Direktur IHO Rear Admiral (Ret) Mustafa Iptes, dan Chairman NIOHC UK National Hydrographer Rear Admiral Tim Lowe, Selasa (26/3/2019).

Hadir dalam konferensi tersebut 19 negara yaitu Bangladesh, Mesir, India, Indonesia, Myanmar, Pakistan, Saudi Arabia, Srilanka, Thailand, Inggris sebagai Full member, Australia, Prancis, Oman, Mauritius, Seychelles, Amerika Serikat sebagai Associate Members: Dan Russia, Somalia dan Yaman sebagai negara observer. Selain itu, pada pertemuan kali ini organisasi internasional IMO, IHO, IALA, IC-ENC dan beberapa industri pemetaan laut juga ikut berpartisipasi.

Dalam konferensi yang berlangsung sampai 29 Maret 2019 ini, Delegasi Indonesia dipimpin Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H selaku Chief Hydrographer Indonesia, yang didampingi oleh Kadishidro Pushidrosal, Letkol Laut (P) Oke Dwiyana dan Kasubdis Peta Khusus Letkol Laut (KH) Moh. Qisthi Amarona.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. menyampaikan bahwa Konferensi ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas data sebagai bagian dari upaya mendukung keselamatan pelayaran di wilayah regional serta tercapainya global nautical charting yang merupakan mandate dari International Hydrographic Organization (IHO) selain juga sebagai upaya meningkatkan kemampuan tidak hanya kemampuan teknis hidrografi dan kartografi namun juga sebagai sarana untuk berbagi pengalaman dan evaluasi kegiatan kantor hidrografi di wilayah regional.

Dalam rangkaian kegiatan konferensi tersebut juga dilaksanakan Seminar on Raising Awareness Of Hydrography. Menurut Kapushidrosal, Seminar ini merupakan bagian dari rekomendasi IHO untuk meningkatkan awareness hidrografi di level regional dengan tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada peserta tentang kewajiban dan persyaratan tata kelola untuk menyediakan layanan (services) hidrografi serta bagaimana sebuah negara memberikan layanan yang optimal (terbaik) yang sesuai dengan kewajiban internasional (international obligations). Dalam seminar ini, International Maritime Organization (IMO) dan the International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA) diundang untuk ikut berpartisipasi bersama-sama dengan IHO untuk memberikan makalahnya sebagai bagian dari UN ‘delivering as one” initiative dalam rangka membahas Economic Impact and benefits of hydrography to the Blue Economy.

Kapushidrosal menambahkan bahwa pertemuan ini juga mendiskusikan tentang IMSAS (IMO Member States Audit Scheme) terkait dengan layanan kantor hidrografi dalam bentuk penyediaan peta laut dan publikasi nautika yang andal untuk mendukung keselamatan pelayaran di setiap negara yang akan dilaksanakan dalam beberapa Tahun mendatang. Salah satu isu terkini adalah pembangunan infrastruktur data spasial kelautan (Marine Spatial Data Infrastructure) untuk mendukung berbagai kepentingan dan kebijakan maritim, seperti penyediaan layanan informasi keselamatan maritim.

Negara-negara peserta mengapresiasi keberhasilan dan kemajuan Indonesia dalam mengembangkan kapasitas kantor hidrografi seperti yang disampaikan dalam country report Indonesa, juga disampaikan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan yang terbesar, memiliki banyak pengalaman serta kemampuan yang dapat bermanfaat bagi negara kawasan pasifik selatan yang sebagian besar merupakan negara kepulauan.

Apresiasi itu diberikan kepada Indonesia dalam hal ini Pushidrosal terkait survei di Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur terpadat di dunia, Danau Toba (inland waterways), dan pembuatan peta navigasi perairan pedalaman (inland waterway charts) di Sungai Musi dan Sungai Kapuas serta di setujuinya proposal TSS Selat sunda dan Selat Lombok oleh IMO pada siding NCSR Sub Commiittee bulan Januari lalu.

Selain itu, dukungan hidrografi dalam kegiatan kemanusian dan penelitian geology pasca bencana tsunami di Palu-Donggala dan Selat Sunda, dan utamanya keberhasilan dalam menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang.

Selain itu, Pushidrosal juga menawarkan kepada negara anggota NIOHC untuk dapat mengirimkan personelnya sebagai siswa pada pendidikan kursus hidrografi Cat B dengan sertifikasi IHO yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pada kesempatan itu juga, Indonesia mengharapkan kehadiran negara sahabat di NIOHC region untuk dapat partisipasi pada kegiatan International Hydrographic Seminar 2020 yang merupakan perayaan Indonesia Golden Jubilee 75 tahun.

TIM PUSHIDROSAL GUNAKAN TEKNOLOGI CITRA SATELIT DALAM PERUNDINGAN PERBATASAN PADA TECHNICAL MEETING ANTARA RI-PALAU KE-6 DI MANILA

Manila, Kamis, 21 Maret 2019. Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) kembali memperkuat Tim Delimitasi Batas Maritim Republik Indonesia   dalam Perundingan Batas Maritim Indonesia dan Palau pada 20-21 Maret 2019 yang berlangsung di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, Republik Filipina,

Pada Pertemuan Teknis (Technical Meeting-TM) ke-6 delimitasi Batas Maritim antara Republik Indonesia dan Palau ini merupakan tindak lanjut dari hasil Pertemuan Teknis ke-5 yang dilaksanakan di Bali, pada 31 Oktober s.d 1 November tahun 2018 yang lalu.

Adapun pada perundingan kali ini, untuk pertama kalinya Tim teknis Pushidrosal memanfaatkan teknologi citra satelit untuk memperoleh data pendukung pada wilayah yang kondisi geografisnya sulit dijangkau seperti halnya atol  guna memperoleh gambaran teknis dan analisa bathymetri serta gambaran geomorfologi lainnya untuk dijadikan penentuan titik-titik referensi dalam perundingan delimitasi Batas Maritim antara Republik Indonesia dan Palau.

Seperti halnya pada perundingan delimitasi RI dengan negara tetangga lainnya, dalam hal ini TNI AL diwakili oleh Tim Delimitasi dari Pushidrosal. Ke ikut sertaan Tim Delimitasi Pushidrosal berperan serta sebagai bagian dari tim pendukung teknis pada setiap perundingan delimitasi maritim Indonesia,  bersama dengan perwakilan kelembagaan lainnya seperti Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Luar Negeri sebagai pimpinan delegasi.

Pada perundingan kali ini, Tim teknis Pushidros TNI AL yang dipimpin langsung oleh Dirpamkersamtas, Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono, S.H., M. Tr (han), beserta dua perwira spesialis bidang Perbatasan, Letkol Laut (P) Tri Ariyah H.S  dan Letda Laut (T) Dedi Irawan. Adapun Tim perunding Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri Indonesia,  Bebeb Djundjunan.  Sementara anggota Delegasi berasal dari beberapa Institusi antara lain seperti Kementerian Luar Negeri,  Staff KBRI  di Manila, Kementerian Pertahanan, Badan Informasi Geospasial (BIG), Markas Besar TNI, Mabes TNI AL (Sopsal) dan.

Perwakilan Pushidrosal bertugas untuk memberikan kajian rekomendasi teknis penarikan garis batas maritim di wilayah perairan Indonesia.

Perundingan delimitasi kedua negara ini, diawali dengan pertemuan pada tingkat tim teknis Indonesia dan Palau yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan aspek teknis pada forum Technical Working Group (TWG).

DUKUNG TOL LAUT DI WILAYAH TIMUR, PUSHIDROSAL GELAR SURVEI HIDRO – OSEANOGRAFI DI PELABUHAN NAMLEA , MALUKU

 

Namlea, 25 Maret 2019—–Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan survei dan pemetaan hidro-oseanografi untuk memutakhirkan data alur dan Pelabuhan Namlea, Maluku.

Survei ini dilaksanakan guna mendukung  tol laut dan konektivitas antar pulau di wilayah timur Indonesia khususnya di perairan Namlea, dengan menjamin keselamatan navigasi dan keamanan pelayaran di perairan tersebut, mengingat Pelabuhan Namlea merupakan lokasi transportasi utama di Kabupaten Buru untuk berhubungan dengan pulau-pulau sekitar termasuk dengan kota Ambon, Ibukota Provinsi Maluku.

“Pelabuhan Namlea terpetakan dalam Peta Laut Indonesia (PLI) Nomor 397 berdasarkan  sumber data survei pada perairan Namlea terakhir, yang  dilaksanakan pada tahun 1985, sehingga memerlukan pemutakhiran data survei Hidro-oseanografi”  kata Kapushidrosal   Laksda TNI Dr. Ir.  Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Berkaitan dengan hal tersebut  Pushidrosal Selama 50 hari, menggelar  Operasi “Kerta Wardana 03-2019“ dibawah pimpinan Komandan Unit Survei-7 Satsurvei Hidros Mayor Laut (P) A. Agus Sutomo, S.T dengan jumlah personil sebanyak 15 orang, yang dalam beberapa hari lagi akan segera menuntaskan tugasnya melakukan up date data hidrografi, oseanografi , geografi maritim serta sarana bantu pelayaran di perairan tersebut.

Operasi “Kerta Wardana 03-2019“  bertugas melaksanakan operasi survei Hidro-oseanografi yang meliputi akuisisi, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data Hidro-oseanografi di perairan Namlea, Pulau Buru Maluku.

Pada saat survei,  Tim Survei Kerta Wardana 03-2019 mendapatkan dua Pulau yang ada di PLI nomor 397 skala 1 : 200.000 yaitu Pulau Batu Tanah Roboh dan Pulau Baju,  sudah tidak ada (hilang). Hilangnya kedua pulau ini tentunya akan mengurangi jumlah Pulau yang ada di perairan Indonesia atau yang sudah dipetakan.

Selain untuk memutakhirkan data alur pelabuhan Namlea dan publikasi nautika untuk menjamin keselamatan pelayaran, survei dan pemetaan yang dilakukan Pushidrosal ini  juga dapat dipergunakan sebagai kajian penataan ruang laut dan  pemetaan sumber daya alam yang ada, khususnya bagi Pemda setempat serta penelitian bagi peneliti maupun akademisi Perguruan Tinggi.

PUSHIDROSAL SELENGGARAKAN PELATIHAN ISO 9001

Koorsahli Pushidrosal Kolonel Laut (P) Amril, S.T., M.M. saat membuka Pelatihan ISO 9001

Jakarta, 25 Maret 2019—-Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menyelenggarakan Pelatihan International Organization Of Standardization (ISO) 9001 bertempat  di Gedung Serba Guna Pushidrosal, Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Pelatihan yang akan digelar dalam 2 Tahap,  yaitu Tahap I tanggal 25 Maret hingga 24 April 2019 dan Tahan II tanggal 8 sampai 10 April 2019 ini dibuka oleh Koorsahli Pushidrosal Kolonel Laut (P) Amril, S.T., M.M. mewakili Kapushidrosal  Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. Hadir pula dalam acara tersebut para pejabat teras dan perwira staf Pushidrosal.

Dalam amanatnya,  Kapushidrosal menyampaikan bahwa Pushidrosal dituntut untuk menyiapkan dan menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi dan produk kenautikan yang selalu up to date bagi kepentingan pelayaran diseluruh wilayah perairan Indonesia.

Produk Nautik tersebut meliputi peta laut Indonesia baik untuk umum, militer dan pertahanan serta peta navigasi elektronik (ENC), peta arus, peta pariwisata bahari dan berbagai publikasi kenauitikan lainnya, seperti kepanduan bahari, pasang surut, arus laut, almanak nautika dan lainnya.

Pelatihan ISO 9001 di lingkungan Pushidrosal merupakan upaya nyata Pushidrosal dalam menerapkan sistem manajemen mutu sesuai dengan standart Internasional. Hal ini dapat mendorong Pushidrosal dalam menjalankan pengendalian kualitasnya sesuai standart Internasional. Tentunya ini sejalan dengan visi Pushidrosal yaitu membangun lembaga Hidrografi kelas dunia yang terpercaya dalam rangka mendukung kepentingan maritim dunia.

Pelatihan diikuti oleh 30 orang, di antaranya peserta pelatihan sebanyak 25 orang, instruktur 3 orang dan pendukung 2 orang. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memahami metode dan melaksanakan penilaian Sertifikasi ISO 9001, memahami prosedur dan melaksanakan pelatihan sertifikasi ISO 2001, mampu membuat laporan dan audit sertifikasi ISO 9001, mampu melaksanakan pembuatan prodesur dan mekanisme ISO 9001 dan mampu menjalankan mekanisme ISO 9001 di Lingkungan Pushidrosal.

Ket.Gambar :
Koorsahli Pushidrosal Kolonel Laut (P) Amril, S.T., M.M. saat membuka Pelatihan ISO 9001

PUSHIDROSAL LAKSANAKAN UJI KOMPETENSI JABATAN KOMANDAN KRI

Kadisminpers Pushidrosal Kolonel Laut (P) Soenardi, S.A.P saat foto bersama dengan Tim Uji Kompetensi.

Jakarta, 25 Maret 2019—-Kepala Dinas Administrasi Personel Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Kadisminpers Pushidrosal) Kolonel Laut (P) Soenardi, S.A.P menyambut kedatangan Letkol Laut (KH) Anom Susilo Hadi , M.Sc, Psikologi beserta 3 orang perwira dari tim uji kompentensi dinas Psikologi TNI AL  Surabaya di Long Room Perwira Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. (25/3)

Dalam sambutannya Kadisminpers mengatakan Tim tersebut sengaja di undang ke Jakarta dalam rangka melaksanakan kegiatan Uji Kompetensi calon komandan KRI kelas Rigel dan kelas Kondor Pushidrosal TA. 2019. Sebagaimana diketahui saat ini Pushidrosal telah berstatus sebagai kotama pembinaan TNI AL sejajar dengan kotama lainnya. Status tersebut membawa konsukwensi bahwa dalam hal pembinaan kekuatan Pushidrosal harus menyesuaikan diriterhadap apa yang harus dilaksanakan seperti kotama pembinaan lainnya.

Uji Kompetensi Calon Komandan KRI di Pushidrosal tahun 2019 ini adalah yang pertama diselenggarakan secara langsung dimana pada tahun sebelumnya Uji Kompetensi Calon Komandan KRI dilaksanakan di Koarmada I.
Diharapkan melalui Uji Kompetensi jabatan ini akan diperoleh personel yang kompeten, professional, dan berkinerja tinggi pada jabatan yang ditempati. Tegasnya.

Diakhir amanatnya Kadisminpers berpesan kepada para peserta yang mengikuti Uji kompetensi mengharapkan agar melaksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh karena kegiatan ini sangatlah penting uji ini bukan untuk diri sendiri tetapi juga Pushidrosal TNI AL.

Dan untuk para panitia serta pendukung penyelenggaran untuk selalu memperhatikan keamanan dan keselamatan personel maupun material serta zero accident dalam setiap kegiatannya.

Ket. Gambar :
Kadisminpers Pushidrosal Kolonel Laut (P) Soenardi, S.A.P saat foto bersama dengan Tim Uji Kompetensi.

KAPUSHIDROSAL : WUJUDKAN INDONESIA SEBAGAI NEGARA POROS MARITIM DUNIA

Kapushidrosal saat menjadi Inspektur Upacara 17 an di Mako Pushidrosal

Jakarta, 18 Maret 2019—-Mewujudkan Indonesia sebagai Negara poros maritim dunia merupakan misi pemerintah pada saat ini. Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) memiliki peran yang sangat penting untuk mewujudkan niat pemerintah tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) upacara 17-an di Lapangan Apel Mako Pushidrosal, di Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol timur, Jakarta Utara. Senin (18/03).

Upacara yang di hadiri oleh seluruh anggota Pushidrosal ini,  terdiri dari 1 Kompi Perwira menengah, 1 Kompi Perwira Pertama, 3 Kompi Bintara Tamtama dan 1 Kompi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga dihadiri oleh para pejabat teras Pushidrosal. Selaku Komandan Upacara yaitu Letkol Laut (KH) Kukuh Suryo W.

Dalam amanat, Kapushidrosal  mengingatkan kembali semangat nasionalisme, kebangsaan kita sebagai warga Negara Indonesia,  meneruskan semangat para pahlawan yg telah memerdekakan bangsa ini. Dan tugas kita tidak hanya untuk menikmati tetapi juga jangan lupa untuk mengisinya, jangan sampai ada bangsa lain yg mengisinya sehingga Negara kita terjajah kembali.

Kita isi kemerdekaan ini dengan kinerja dan semangat kerja sebaik-baiknya secara profesional dan proposional sesuai dengan bidang kita masing-masing. Memang secara fisik kita sudah tidak terjajah lagi, tetapi apabila kita tidak menjaga diri dengan baik maka kita akan terjajah kembali oleh tehnologi, ekonomi, politik dan informasi.

Orang nonor satu di jajaran Pushidrosal ini mengajak kita untuk menjadi bangsa yang super. Kita berkaca diri sebagai prajurit yg baik diucapkannya kembali sapta marga bukan hanya sekedar kita hafal, tetapi kita juga masukkan dalam benak kita masing-masing sebagai landasan pengabdian di Tentara Nasional Indonesia khususnya Angkatan Laut.

Sebelum mengakhiri amanatnya Irup mengingatkan kembali bahwa tahun ini adalah tahun politik, yang sebentar lagi akan menghadapi pesta politik, Irup mengharapkan sebagai anggota prajurit militer dan pegawai sipil untuk tetap menjaga netralitas, jangan mudah terpancing oleh situasi politik cukup fokus pada tugas pokok kita, dan apabila menemukan hal-hal yang tidak sesuai atau melanggar aturan, kita tdk perlu main hakim sendiri, laporkan kepada pihak berwajib yang ada disekitar kita.

Jangan mudah terpancing dengan provokasi dari berita-berita yang tidak jelas atau hoax di media massa, segera laporkan kepada pimpinan untuk mendapatkan saran-saran dalam mengambil keputusan yang tepat agar diselesaikan secara procedural sesuai dengan tingkat berat ringannya pelanggaran serta konsukwensi yang diterima ya itu dikenakan sanksi bagi si pelanggar.

PERTAMINA GANDENG PUSHIDROSAL SURVEI VERIFIKASI PIPA GAS BAWAH LAUT DI PERAIRAN BANTEN HINGGA KEP. SERIBU DKI JAKARTA

Tim Survei Pushidrosal saat mendeteksi Animali Logam

Jakarta, 8 Maret 2019—- Pertamina Hulu Energi Ocean South East Sumatera (PHE-OSES) yang telah menjadi operator baru menggantikan CNOOC menggandeng Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal)  melaksanakan kerjasama survei verifikasi pipa gas bawah laut di perairan Banten.

Pushidrosal selama 50 hari menggelar operasi survei Hidro-Oseanografi di perairan Banten hingga Pulau Pabelokan untuk melaksanakan  Verifikasi Pipa Gas bawah laut pasca perbaikan kebocoran pipa gas.

Pasca terjadinya kebocoran pipa gas bawah laut PHE OSES (sebelumnya CNOOC) yang terjadi pada hari Senin tanggal 9 Juli 2018 lalu,  Pushidrosal telah melaksanakan Survei Investigasi kebocoran pipa gas dengan mengirimkan Unit Survei Tanggap Segera untuk identifikasi penyebab kebocoran pipa gas tersebut. Data survei hasil investigasi ini selain digunakan untuk identifikasi penyebab kebocoran pipa gas digunakan juga untuk perbaikan pipa.

Menurut Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H selain untuk memastikan posisi pipa gas bawah laut yang akan digambarkan pada Peta Laut Indonesia, survei verifikasi yang dilakukan Pushidrosal ini juga bertujuan untuk mendukung keselamatan Navigasi dan Keamanan Pelayaran di perairan sekitaran pipa gas PHE OSES.

Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional  berkewajiban untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di seluruh perairan Indonesia termasuk perairan Banten, serta hasil survei  berupa info dan data image pencitraan bawah laut dapat berguna untuk institusi terkait yang memerlukan data tersebut.

Saat ini Pushidrosal telah mengirimkan satu Tim Survei dengan Dantim Survei Mayor Laut (P) Tomy Ronaldi yang bekerja sampai  02 April 2019.  Area survei  memanjang   34 NM  dengan lebar  0,53 NM, dimana tim survei ini melaksanakan Verifikasi Pipa Gas tersebut yang membentang mulai dari Gas Matering System (GMS) Cilegon, Banten hingga ke Pulau Pabelokan di perairan Kepulauan Seribu DKI Jakarta.
Operasi survei ini meliputi akuisisi, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data hidrografi dan oseanografi serta akan digambarkan pada peta Laut nomor 78 terbaru.

Tim survei selain menggunakan peralatan Multibeam Echosounder juga menggunakan peralatan Magnetometer yang digunakan untuk mendeteksi Anomali logam disepanjang pipa tersebut.
Dari hasil sementara yang sedang berjalan, tim survei berhasil mendapatkan lokasi pipa yang memang sudah tergelar sebagai informasi untuk perbaikan Peta Laut Indonesia Nomor 78.

PUSHIDROSAL TELITI PERUBAHAN KONTUR KEDALAMAN DAN GEOMORFOLOGI GUNUNG ANAK KRAKATAU

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H. di Gunung Anak Krakatau dengan latar belakang KRI Spica-934

Jakarta, 6 Maret 2018—- Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL  (Pushidrosal)  melakukan penelitian geomorfologi Gunung Anak Krakatau dan perairan di sekitarnya. Riset ini bertujuan untuk meneliti sejauhmana perubahan kontur kedalaman perairan dan morfologi bentuk Gunung Anak Krakatau usai erupsi yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Penelitian Geomorfologi yang dilakukan KRI Spica-934,  ini ditinjau langsung oleh  Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H. yang didampingi oleh Direktur Operasi Survei dan Pemetaan (Diropssurta) Pushidrosal Kolonel Laut  (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho M.Si, dan Kadishidro Pushidrosal, Letkol Laut (P) Oke Dwiyana P., M.M.

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal melihat lebih dekat kondisi Gunung Anak Krakatau  dengan meninjau langsung tepi kawah gunung tersebut. peninjauan ini dimaksudkan  untuk mengetahui seberapa besar perubahan peningkatan lapisan daratan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapushidrosal langsung melaksanakan kegiatan pengukuran garis pantai di dekat kaldera Gunung,  juga perubahan kedalaman di perairan gunung Anak Krakatau.

Saat ini Gunung Anak Krakatau dinyatakan masih berstatus siaga dan tercatat sering menimbulkan gempa tremor dengan skala kecil.

Menurut Kapushidrosal, perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau ini memiliki suhu yang relatif  lebih tinggi dibandingkan dengan perairan di Selat Sunda pada umumnya. Suhu air laut tersebut naik secara signifikan di perairan yang bersinggungan langsung dengan kaldera Gunung Anak Krakatau. Hal ini dikarenakan adanya percampuran belerang dan uap panas yang keluar secara terus menerus dari kaldera Gunung Anak Krakatau. Secara kasat mata, unsur belerang mengakibatkan perubahan warna air laut menjadi coklat pekat.

Selain penelitian di gunung Anak Krakatau,  Tim survei Pushidrosal juga melaksanakan kegiatan survei di perairan lokasi Megatras serta survei hidro oseanografi  maupun penelitian di P. Sebuku.

Kegiatan penelitian yang dilakukan KRI Spica dibawah komandan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan, S.T ini, menunjukkan bahwa Pushidrosal tidak hanya bertugas menjamin keselamatan bernavigasi di wilayah perairan Indonesia melalui peta laut dan publikasi – publikasi lainnya, namun juga mendukung kebijakan pemerintah dan  berperan aktif dalam kegiatan penelitian erupsi gunung berapi dan penyebab utama Tsunami Gunung Krakatau yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu serta perubahan-perubahan fitur-fitur morfologi di lingkungan sekitar serta bawah perairan.

Dari data hasil Operasi Survei dan Pemetaan ini akan diperoleh gambaran terkini area di sekitaran perairan Gunung Krakatau di atas dan di bawah air. Data batimetri yang dihasilkan dapat digunakan sebagai acuan dalam pemasangan alat Early Warning System tsunami di Selat Sunda. Selain itu dapat digunakan sebagai masukan dan bahan analisa lebih lanjut bagi para peneliti,  akademisi serta pengambil keputusan yang berwenang dalam hal penyebab terjadinya Tsunami serta perencanaan mitigasi bencana di perairan Selat Sunda dan sekitarnya.

PERTEMUAN RUTIN ISTRI SURVEI DAN PEMETAAN ANGKATAN DI MAKO PUSHIDROSAL

Ketua Cabang BS Jalasenastri Ibu Tita Harjo Susmoro saat berikan sambutan.

Jakarta, 05 Maret 2019—-Persatuan istri survei dan pemetaan angkatan mengadakan pertemuan rutin yang digelar  setiap 2 tahun sekali di gedung serba guna Markas Komando Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Mako Pushidrosal),  Jl.Pantai Kuta V/I  Ancol Timur, Jakarta Utara. Selasa (5/3).

Dalam sambutannya Ketua Cabang BS Pushidrosal Ibu Tita Harjo Susmoro mengatakan, dalam pertemuan ini diharapkan tidak hanya sebagai pertemuan rutin saja tetapi dapat dijadikan sebagai momentum untuk menjalin silaturahmi yang baik, serta dapat memberikan kontribusi positif, menambah wawasan pengetahuan dan ketrampilan sehingga kita dapat merasakan manfaatnya dalam berorganisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Acara tersebut juga menghadirkan Dr.Peni Hedi MKM (GZ) Finem sebagai nara sumber dan salah seorang pakar kesehatan dalam bidang gizi yang juga membagikan pengetahuannya kepada anggota yang hadir. Tema yang diulas adalah Hormon, Imbalance, anging and obesity atau dikenal dengan hormon, dan obesitas yang menua.

Diharapkan apa yang disampaikan oleh nara sumber dapat menambah wawasan dan referensi kita bersama tentang arti pentingnya kesehatan walaupun di usia kita yang sdh menginjak (tua) tetapi kita dalam kondisi sehat yang prima dan dapat melaksanakan seluruh aktivitas kita dengan sehat dan bahagia.

Sebelum mengakhiri sambutannya Ibu Tita menyampaikan ucapan terima kasih dan mohon maaf dalam penyelenggaraan acara ini ada hal-hal yang kurang berkenan kepada anggota yang hadir diantaranya Ketua Dharma Wanita Ditwilhan Kemhan, Ibu Ketua Persit Chandra Kirana, ibu Ketua Ardya Garini beserta masing-masing pengurusnya yang berjumlah sekitar 70 orang, diantaranya antara lain nara sumber kesehatan, pengurus inti dan ibu-ibu pengurus cabang BS Jalasenastri Pushidrosal serta istri Dir, kadis, istri komandan dan istri dan unit,  pabinhar, perwakilan kowal dan PNS di lingkungan Pushidrosal. Tambahnya.

KAPUSHIDROSAL : KEPERCAYAAN INTERNASIONAL TERHADAP PUSHIDROSAL HARUS SELALU DIJAGA

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H saat memimpin apel khusus di Mako Pushidrosal, Senin (4/3/2019).

Jakarta, 4 Maret 2019—– Kiprah dan peran Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) telah diakui di kancah internasional. Hal ini dapat dilihat dari apresiasi berbagai organisasi hidrografi dunia atas kinerja Pushidrosal selama ini. Berkaitan dengan hal ini,  Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H menekankan kepada seluruh jajaran Pushidrosal agar kepercayaan internasional tersebut harus selalu dijaga.

Hal itu disampaikannya saat memimpin apel khusus di lapangan apel Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (4/03/2019).

Dalam apel yang diikuti seluruh jajaran Pushidrosal itu, Kapushidrosal menyampaikan bahwa kepercayaan internasional itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi berkat kerja keras seluruh jajaran Pushidrosal menggapai keberhasilan dan kemajuan dalam mengembangkan kapasitas kantor hidrografi.

“Kita patut berbangga atas berbagai prestasi dan keberhasilan yang telah kita capai, baik di level nasional, regional maupun internasional. Semua ini berkat kerjasama, dedikasi dan loyalitas yang tinggi seluruh personel Pushidrosal, oleh sebab itu semua itu harus dipertahankan dan selalu dijaga, dengan selalu meningkatkan kinerja Pushidrosal’ kata Kapushidrosal.

Pada kesempatan itu orang nomor satu di jajaran Pushidrosal ini menyampaikan beberapa capaian Pushidrosal selama ini, di antaranya Pushidrosal telah menjadi anggota dewan atau council member di Internasional Hydrographic Organization (IHO). Sebagai council member Pushidrosal turut menentukan keputusan-keputusan strategis di organisasi tersebut.
Pushidrosal yang merupakan wakil dan representasi pemerintah Indonesia di kancah internasional di bidang hidrografi. Pada lingkup regional Kapushidrosal  dipercaya menjadi Vice Chair East Asia Hydrographic Commission (EAHC) dan Vice Chair CHC EAHC dan Vice Chair  TRDC-BOD EAHC, posisi Vice Chair menjadi sangat penting yang berarti kedepan akan menjadi Chairman pada periode berikutnya.

Saat ini Pushidrosal juga dipercaya menjadi Chairman sekaligus sebagai Administrator MSS ENC (Malacca Singapore Strait Electronic Navigational Charts)  menggantikan Singapura.

Penunjukan Indonesia sebagai anggota dewan dan Chairman serta Vice Chairman di beberapa organisasi baik Internasional maupun regional merupakan  kepercayaan  dunia internasional terhadap Pushidrosal, atas kapabilitasnya dan perkembangan yang signifikan di bidang, Hidrografi dan oseanografi serta pengelolaa  Marine Spatial Data Infrastructure (MSDI), dalam rangka mendukung terciptanya keamanan dan keselamatan navigasi di laut baik u tuk kepentingan nasional, regional maupun internasional.  Salah satunya adalah keselamatan navigasi di Selat Malaka dan Selat Singapura, sebagai salah satu alur pelayaran terpadat di dunia.

Di tingkat nasional, Pushidrosal selalu membangun sinergitas dengan Kementerian maupun Badan-Badan yang terkait dengan tugas Pushidrosal. Pushidrosal merupakan staf teknis Kemenlu dalam perundingan batas maritim dengan negara tetangga, penelitian kelautan dengan Kemeko Maritim, perlindungan lingkungan laut dengan KLHK, zonasi laut dan pembuatan Peta Tematik Pariwisata dengan KKP, penggelaran pipa telekomunikasi dengan Kemenkominfo, penggelaran pipa bawah laut dengan SKK Migas, riset kelautan dengan BPPT, kerjasama bidang meteorologi dengan BMKG, LIPI, kerjasama aktif dengan Basarnas maupun KNKT dalam pelaksanaan SAR di laut, serta bersama Kemenhub terlibat aktif dalam proses disetujuinya Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok dalam sidang IMO beberapa waktu yang lalu.