PUSHIDROSAL MUTAKHIRKAN DATA ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA I AREA SELAT KARIMATA

KRI Spica-934

Jakarta, 29 April 2019—Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengerahkan KRI Spica-934 untuk melaksanakan survei  hidro-oseanografi di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I area Selat Karimata.

Kapal jenis Bantu Hidro Oseanografi (BHO) milik TNI AL buatan galangan kapal OCEA, Les Sables-d’Olonne Perancis ini, selama 60 hari melaksanakan survei guna memutakhirkan data di perairan tersebut untuk menjamin keselamatan bernavigasi di sepanjang ALKI I

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H menyampaikan bahwa Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan wilayah perairan di dalam teritorial Indonesia yang memerlukan perhatian, karena merupakan jalur yang direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia bagi perlintasan kapal dalam pelayaran untuk melintasi wilayah kedaulatan Republik Indonesia.

Jalur tersebut bukan merupakan laut bebas dan tidak mengurangi hak kedaulatan negara kepulauan Republik Indonesia atas wilayah laut dan udaranya.     Rekomendasi ALKI  tersebut  telah  mendapat   persetujuan   dari International Maritim Organization (IMO) pada tanggal 19 mei 1998.

“Konsekuensinya  adalah bahwa pemerintah Indonesia memiliki kewajiban untuk mengatur dan menjaga keamanan baik keamanan kapal maupun keamanan dalam mendukung keselamatan bernavigasi di sepanjang jalur ALKI” kata Kapushidrosal.

Sejalan hal tersebut, Pushidrosal mengerahkan salah satu unsur yaitu KRI Spica – 934 untuk melaksanakan operasi survei Hidro-oseanografi guna memutakhirkan  data ALKI I segmen 2 area Selat Karimata yang merupakan salah satu jalur lintas laut Internasional yang menghubungkan antara Laut Natuna Utara dengan Samudera Hindia.

“Perairan ini merupakan jalur lalu lintas frekuensi yang tinggi oleh kapal dalam maupun luar negeri. Dengan kondisi tersebut,  jalur pelayaran ini memiliki nilai yang strategis dari segi pertahanan maupun ekonomi serta dapat menguatkan peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”  tambahnya.

KRI Spica-934 yang merupakan kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV)  dengan komandan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan S.T ini, selama 60 hari melaksanakan Kegiatan operasi survei Hidro-oseanografi di area Selat Karimata, yang diperkirakan akan berakhir pada 3 juni 2019.

Dalam menjalankan tugasnya, salah satu kapal survei Hidro-oseanografi tercanggih dan terlengkap di kawasan Asia Tenggara ini melaksanakan kegiatan yang meliputi; pengukuran kedalaman laut dan pencitraan dasar laut menggunakan MBES EM- 2040 (Multibeam Echosounder), investigasi bahaya pelayaran, verifikasi SBNP (Sarana Bantu Navigasi Pelayaran), pengukuran unsur – unsur meteorologi, pengukuran pasang surut dan arus air laut, pengukuran tingkat sedimentasi perairan, pengambilan data CTD (Conductivity Temperature Depth), pengambilan contoh dasar laut dan air laut, pengumpulan data geografi maritim, dan melaksanakan verifikasi nama – nama geografi (toponimi).

Data yang telah didapatkan di lapangan tersebut, nantinya akan diolah kembali di Pushidrosal dan disajikan ke dalam bentuk peta, publikasi nautika ataupun basis data yang  bisa digunakan untuk berbagai macam kepentingan nasional baik sipil maupun militer, dan khususnya dapat digunakan untuk menjamin keselamatan bernavigasi di perairan ALKI I segmen 2 area Selat Karimata.

 

KADISMINPERS PUSHIDROSAL MENUTUP PELATIHAN PERENCANAAN SURVEI HIDROGRAFI UNTUK PERAIRAN PEDALAMAN

Saat para peserta pelatihan foto bersama dengan Kadisminpers Pushidrosal dan Dansatsurveihidros

Jakarta, 26 April 2019—–Setelah 11 hari melaksanakan kegiatan Pelatihan Perencanaan Survei Hidrografi untuk Perairan Pedalaman, yang dilaksanakan oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) ditutup oleh Kepala Dinas Administrasi Personel Pushidrosal (Kadisminpers Pushidrosal) Kolonel Laut (P) Soenardi, S.A.P. yang digelar di Gedung Serba Guna Pushidrosal Jl.Pantai Kuta V/I, Ancol Timur Jakarta Utara. Jumat (26/04).

Pada kesempatan tersebut Kadisminpers Pushidrosal dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Dansatsurvei, Kadisveranautika, Kadisosemet dan Kadishidro atas dukungan personel, tenaga instruktur dan alat peralatan yang diberikan, sehingga penyelenggaraan pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses seperti yang diharapkan begitu juga kepada seluruh peserta, panitia, instruktur dan personel yang telah mendukung kegiatan ini hingga akhir dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tujuan dalam pelatihan tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan profesinalisme prajurit dan kinerja lembaga Pushidrosal secara keseluruhan. Peserta untuk terus belajar dan mengasah kemampuan yang telah diperoleh guna menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan untuk selalu siap siaga mendukung pelaksanaan tugas pokok Pushidrosal. Tambahnya.

Diakhir amanatnya Kadisminpers Pushidrosal mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan pelindungannya kepada kita sekalian dalam melanjutkan pengabdian kepada TNI Angkatan Laut, TNI, Bangsa dan Negara.

Kegiatan ini dihadiri pula Hadir pula Komandan Satuan Survei Hidros (Dansatsurveihidros) Kolonel Laut (P) Nunung Suhartono serta perwira staf Pushidrosal.

USAI GELARAN PILPRES DAN PILEG, KAPUSHIDROSAL PIMPIN APEL KHUSUS

Kapushidrosal membacakan amanat Kasal saat memimpin apel khusus

Jakarta, 22 April 2018—– Setelah usainya pesta demokrasi Bangsa Indonesia untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia serta pemilihan anggota legislatif, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL  (Pushidrosal) menggelar apel khusus yang dipimpin oleh Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H bertempat di Lapangan Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (22/04/2019).

Pada  apel yang diikuti oleh seluruh pejabat utama dan seluruh personel Pushidrosal itu, Kapushidrosal membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M.

Dalam amanatnya, Kasal mengatakan bahwa pelaksanaan agenda politik nasional berupa pilpres dan pileg 2019 yang telah berjalan dengan tertib dan aman tanpa ada gejolak yang berarti patut disyukuri. Hal itu menjadi momentum yang sangat baik dalam berdemokrasi yang selalu mengalami kemajuan sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin dewasa dalam menerima berbagai perbedaan dalam menyalurkan aspirasinya dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika.

Lebih lanjut Kasal menyampaikan, dalam rangka pengamanan Pemilu 2019, TNI AL bersama komponen bangsa lainnya mengerahkan kekuatan yang cukup besar, baik berupa prajurit maupun alut sista yang tergelar di seluruh Indonesia. Dengan profesionalisme dan semangat pengabdian yang tinggi dilandasi Sumpah Prajurit dan Sapta Marga, para prajurit TNI AL dapat mengemban tugas secara proporsional dan professional. Begitu juga dalam menjaga netralitas, para prajurit TNI AL telah dapat membuktikan sikap untuk tidak berpihak pada salah satu golongan atau calon.

Kasal mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para prajurit yang telah terlibat dalam menjamin keamanan selama pelaksanaan Pilpres dan Pileg.

Di Akhir amanatnya, Kasal mengharapkan agar memasuki penghitungan suara dan pelatikan Presiden, Wakil Presiden dan anggota Legislatif kewaspadaan harus tetap dijaga untuk dapat menjamin keamanan dan ketertiban, serta memberikan 7 penekanan di antaranya agar seluruh prajurit dan PNS TNI AL harus menciptakan keamanan dan ketenangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di wilayah kerja masing-masing, tidak terpancing dengan berita yang bersifat provokatif dan hoax, dan tidak memberikan peryataan dan  atau memberikan komentar yang dapat menimbulkan kegaduhan, serta selalu menjaga citra dan nama baik TNI, khususnya TNI AL.

 

PANGLIMA TNI : PERAN SERTA TNI SANGAT DIBUTUHKAN GUNA SUKSESKAN PEMILU

Kapushidrosal saat menjadi Inspektur Upacara Bendera 17-an.

Jakarta, 18 maret 2019—-Tanggal 17 April 2019 merupakan tonggak strategis bagi bangsa dan negara Indonesia. Pemilihan Umum serentak telah dilaksanakan untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislative, dari tingkat pusat hingga tingkat kabupaten/kota. Keberhasilan pelaksanaaan pesta demokrasi tersebut tidak terlepas dari peran serta seluruh prajurit dan PNS TNI, baik itu bagian dari komponen bangsa, maupun bagian dari TNI sebagai sebuah intitusi.

Hal tersebut dikatakan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam amanat upacara bendera yang dibacakan oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H saat menjadi Inspektur Upacara Bendera 17-an di Lapangan Apel Mako Pushidrosal di Jalan Pantai Kuta V/I Ancol Timur, Jakarta Utara. Kamis (18/04).

Dalam amanatnya, Panglima TNI juga menyampaikan penghargaan yang tulus dan terima kasih kepada seluruh prajurit dan PNS TNI, dimanapun berada dan bertugas. Pengorbanan anggota serta keluarga menjadi pondasi yang kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Karena pemilu berjalan dengan baik dan selanjutnya kita juga harus berdoa agar tahapan berikutnya juga berjalan dengan sukses. Sudah tentu tahapan tersebut masih membutuhkan perhatian kita semua. TNI bersama seluruh komponen bangsa harus tetap mengawal sampai seluruh tahapan selesai. Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh prajurit dan PNS  TNI untuk tetap laksanakan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Tingkatkan terus kepekaan, keperdulian dan kesiapsiagaan. Mengedepankan upaya cegah dini dan deteksi dini untuk mengamankan jalannya proses pesta rakyat tersebut. Bangun terus kedewasaan berdemokrasi di tengah-tengah masyarakat. Tambahnya.

Sebelum mengakhiri amanatnya Panglima TNI mengingatkan bahwa rangkaian pemilu belum berakhir, dan penyelenggaraan pemilu hanyalah salah satu dari perhelatan even nasional yang harus kita amankan. Masih banyak tugas-tugas kedepannya yang membutuhkan peran serta TNI serta pemikiran dan perhatian seluruh prajurit dan PNS TNI. Agar terus pelihara semangat dan kondisi mental serta fisik, supaya dapat menjalankan tugas secara prima. Marilah kita bertawakal kepada tuhan yang Maha Kuasa, semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua, dalam menjalankan tugas dan pengabdian terbaik kepada TNI, bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.

Bertindak selaku Komandan Upacara Letkol Laut (KH) Gausmeri yang sehari-hari berdinas di Dismat Pushidrosal sebagai Kasubdis Faslan ini berjalan dengan baik dan lancar. Dan dihadiri pula oleh pejabat teras Pushidrosal serta seluruh anggota personel dan PNS Pushidrosal.

PUSHIDROSAL SIAP MENDUKUNG SURVEI DAN PEMETAAN POSISI PIPA GAS BAWAH LAUT PERTAMINA

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H dan segenap jajaran Direksi PHE-OSES

Jakarta, 11 April 2019— Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) siap mendukung survei dan pemetaan posisi pipa gas milik Pertamina Hulu Energi Ocean South East Sumatera (PHE-OSES) untuk mendukung keselamatan fasilitas offshore dan keselamatan navigasi.

Hal itu dikatakan Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H saat memenuhi undangan PHE-OSES untuk memberikan sosialisasi analisa data Peta Laut Indonesia (PLI) terbitan Pushidrosal.

Kapushidrosal yang hadir didampingi beberapa pejabat utama Pushidrosal tersebut diterima General Manager (GM)  ALfi Rusin dan segenap jajaran  direksi PHE-OSES di kantor PHE-OSES, Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta utara, Kamis (11/04/2019).

GM PHE-OSES  ALfi Rusin menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin kejadian bocornya pipa gas bawah laut PHE-OSES, sebelumnya China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), di perairan Bojonegara Banten terjadi.

Oleh sebab itu, untuk mendukung keamanan fasilitas offshore dan keselamatan pelayaran di kawasan asset PHE-OSES,  meminta bantuan Pushidrosal untuk memberikan sosialisasi tentang analisa data yang ada di Peta laut Indonesia terbitan Pushidrosal dengan data asset yang tergelar pada data peta yang dimiliki PHE-OSES.

Menanggapi hal itu, Kapushidrosal menyampaikan bahwa  sebagai lembaga hidrografi  di Indonesia, yang menerbitkan peta laut Indonesia, Pushidrosal  berkewajiban untuk menginformasikan setiap hal terkait keselamatan dan keamananan di laut serta kelestarian lingkungan laut.  Pushidrosal berperan pada tahapan penggelaran pipa dan kabel bawah laut serta instalasi lepas pantai di seluruh perairan Indonesia dan  siap mendukung survei dan pemetaan posisi pipa gas bawah laut Pertamina, dalam hal ini PHE-OSES.

Ditambahkanya, Pushidrosal telah melakukan survei verifikasi untuk memastikan posisi pipa gas bawah laut PHE OSES  yang tergelar dari perairan Banten hingga Kepulauan Seribu, yang akan digambarkan pada Peta Laut Indonesia. Selain itu, survei verifikasi yang dilakukan Pushidrosal ini juga bertujuan untuk mendukung keselamatan Navigasi dan Keamanan Pelayaran di perairan sekitaran pipa gas PHE OSES.

Seperti diketahui, Pushidrosal telah mengirimkan satu Tim Survei untuk memverifikasi posisi pipa bawah laut PHE-OSES.  Area survei  memanjang   34 NM  dengan lebar  0,53 NM, dimana tim survei ini melaksanakan Verifikasi Pipa Gas tersebut yang membentang mulai dari Gas Matering System (GMS) Cilegon, Banten hingga ke Pulau Pabelokan di perairan Kepulauan Seribu DKI Jakarta.

Operasi survei ini meliputi akuisisi, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data hidrografi dan oseanografi serta akan digambarkan pada peta Laut nomor 78 terbaru.

Dari hasil survei, tim survei berhasil mendapatkan lokasi pipa yang memang sudah tergelar sebagai informasi untuk perbaikan Peta Laut Indonesia Nomor 78.

IRPUSHIDROSAL MENUTUP KEGIATAN PEMANTAPAN PENGETAHUAN HIDROS TENTANG ENC DAN ECDIS

Irpushidrosal saat menutup Kegiatan Pemantapan Pengetahuan Hidros ENC dan ECDIS

Jakarta, 11 April 2019—- Inspektur Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Irpushidrosal) Kolonel Laut (P) Syahbudi mewakili Kepala Pusat Hidrogarfi dan Oseanografi (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H. menghadiri acara penutupan kegiatan Pemantapan Pengetahuan Hidros tentang ENC dan Ecdis di Gedung Ruang Serba Guna Pushidrosal, Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara.(11/04)

Dalam amanat Kapushidrosal yang dibacakan oleh Irpushidrosal menyampaikan kegiatan yang  digelar selama 3 hari ini mulai tanggal 4-11 April 2019 telah dilaksanakan dengan baik aman dan lancar.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah menekankan pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan prajurit TNI AL khususnya personel KRI sebagai pengawak peralatan navigasi ENC dan ECDIS.

Berbagai rangkaian kegiatan pelajaran telah dilaksanakan bersama meliputi pelajaran teori dan praktek diantaranya pengenalan tentang pengetahuan dasar ENC dan ECDIS serta pengenalan IHO (S-4, S-57 dan S-63) termasuk pengoprasian ECDIS dan ENC dapat mendukung tugas para pengawak navigasi KRI.

Mengakhiri amanatnya Kapushidrosal menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, instruktur dan kotama atau satker lainnya yang telah mendukung kegiatan ini hingga akhir. Dan harapannya kegiatan yang telah dilaksanakan ini dapat memberikan manfaat baik bagi diri para peserta pribadi dan kemajuan serta profesionalisme prajurit matra laut kedepannya.

Acara penutupan kegiatan pemantapan tersebut juga dihadiri oleh pejabat teras dan sejumlah perwira staf masing-masing Satker di Pushidrosal.

PUSHIDROSAL GELAR PEMANTAPAN PENGETAHUAN HIDROS TENTANG ENC DAN ECDIS BAGI PENGAWAK KRI

Kapushidrosal saat Foto bersama dengan para peserta kegiatan Pemantapan

 

Jakarta, 9 April 2019—-Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menggelar Pemantapan Pengetahuan Hidros tentang Electronic Navigational Chart (ENC)  dan Electronic Chart Display Information System (ECDIS) bagi pengawak KRI.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 9 sampai dengan 11 April 2019 ini bertempat di Gedung Serba Guna Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Selasa (09/04).

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Kegiatan pemantapan tersebut diikuti oleh 80 peserta, yang terdiri dari 60 peserta khursus yang berasal dari 32 KRI di jajaran TNI AL. Koarmada I mengirimkan personel sebanyak 37 orang, Koarmada II 12 orang dan Kolinlamil sebanyak 11 orang, ditambah pula Instruktur sebanyak 5 orang dan pendukung sebanyak 15 orang.

Dalam sambutannya Kapushidrosal mengatakan bahwa Perkembangan zaman sekarang menuntut bahwa setiap kapal yang berlayar di laut harus menggunakan ECDIS, tetapi juga tidak melupakan cara-cara manual yang selama ini digunakan, contohnya mengeplot wilayah menggunakan peta laut. Hal ini dimaksudkan agar apabila ada gangguan yang bersifat elektronik, pengawak KRI masih tetap bekerja sebagaimana mestinya, agar tidak terjadi salah sasaran.

Ditambahkannya, tujuan diadakannya  pemantapan tersebut agar seluruh personel khususnya Anak Buah Kapal (ABK) bagian navigasi dan elektronika mendapat pengetahuan untuk dapat menginstall, meng up-date/ up grade serta mengoprasikan software ENC atau ECDIS tersebut, terutama pada saat kapal berlayar terjadi trouble shooting atau hal-hal yang tidak diinginkan, tanpa harus meminta bantuan Pushidrosal.

Diharapkan setelah diadakannya pemantapan pengetahuan ini maka setiap personel ABK dapat melimpahkan atau mengajarkan kepada tim yang lain agar terjadi kesinambungan, bila perlu setiap kapal dibuatkan prosedur, petunjuk teknis tentang install  software tersebut, sehingga siapapun personelnya pada saat terjadi troubleshooting diharapkan dapat langsung melaksanakn perbaikan sistem itu sendiri.

Kedepan ENC ini akan semakin komplek, awalnya ENC hanya memindahkan dari paper chart dua dimensi kepada elektronik, sekarang sudah dikembangkan melalui multi media karena tuntutan zaman, bahwa semua data referensi pembukuan pasang surut kedepannya sudah tidak diperlukan lagi, karena dengan meng-Klik di software tersebut maka data pasang surut sudah bisa didapat secara cepat dan akurat. Pushidrosal juga saat ini mengembangkan untuk membuat peta bawah laut yang tampilannya tiga dimensi guna keperluan navigasi kapal selam.

PENTINGNYA HIDROGRAFI DALAM PEMBANGUNAN ALUR DAN PELABUHAN TOL LAUT INDONESIA

Safari Hidrografi Pushidrosal di Ternate.

Jakarta, 8 April 2019—– Kepala  Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL  (Pushidrosal)  Kapushidrosal   Laksda TNI Dr. Ir.  Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. menekankan pentingnya penerapan hidrografi dalam pembangunan alur dan pelabuhan dalam mendukung program tol laut Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah dalam rangka Safari Hidrografi Pushidrosal bersama stake holder di bidang kemaritiman  wilayah Ternate  yang dipusatkan di Lanal Ternate.

Safari hidrografi ini digelar dengan tujuan untuk mengenalkan lebih jauh tentang capaian-capaian Pushidrosal sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya berdasarkan amanah Keppres 164 tahun 1960 dan Peraturan Presiden Nomor 62 tahun 2016.

Disamping itu,  agar stake holder kemaritiman dapat mengetahui lebih jauh tentang kemampuan dan produk-produk yang dihasilkan oleh Pushidrosal beserta manfaat dan kegunaannya.

Kapushidrosal yang didampingi Diropssurta Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho M.Si dan Koorsahli Pushidrosal Kolonel Laut (P) Amril, ST, MM serta Letkol Laut (KH) Muddan Zayadi ini memaparkan tentang Tol Laut dalam mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD).

Menurutnya, Tol laut  yang merupakan konektivitas laut yang efektif berupa adanya kapal yang melayari secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia, membutuhkan  data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat dan terpercaya agar keselamatan pelayarannya dapat terjamin.

“Disitulah kontribusi Pushidrosal dibutuhkan melalui survei dan pemetaan untuk meng-update data dan alur  pelabuhan tol laut Indonesia” paparnya.

Hal tersebut merupakan tugas pokok Pushidrosal dalam menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat dan terpercaya baik untuk kepentingan umum maupun untuk kepentingan militer dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di jajaran Pushidrosal ini juga menyampaikan tentang kondisi transportasi laut nasional. Pelabuhan Ternate termasuk dalam salah satu rangkaian dari 24 pelabuhan yang dijadikan sebagai tol laut Indonesia.

Pelabuhan Ternate saat ini sedang disurvei oleh Pushidrosal untuk memutakhirkan data hidro-oseanografi perairan tersebut menjamin keselamatan navigasi pelayaran di kepulauan Ternate dan Tidore, serta dipakai untuk Publikasi Nautika sekaligus menjadi referensi utama kegiatan Sailing Pass dan Parade Kapal – Kapal pada Circumanavigation Magelhaen Elano maupun kegiatan Sail Tidore tahun 2021.

KAPUSHIDROSAL INSPEKSI SURVEI HIDRO -OSEANOGRAFI DI PERAIRAN TERNATE DAN TIDORE, MALUKU UTARA

Kapushidrosal inspeksi Survei Hidros di Ternate-Tidore.

Tidore, 05 April 2019 ——Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, melaksanakan inspeksi Survei Hidro-Oseanografi di perairan Ternate dan Tidore, Maluku Utara.

Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan dan menjamin data yang dihasilkan agar sesuai dengan standard SP. 44, yang sudah ditetapkan oleh organisasi Hidrografi Internasional/ International Hydrographic organization (IHO).

Kapushidrosal yang didampingi Diropssurta Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho M.Si dan Koorsahli Pushidrosal Kolonel Laut (P) Amril, ST, MM serta Komandan Lanal Ternate  Kolonel Laut (P) Wisnu Kusardianto diterima langsung oleh Walikota Tidore Capt. H. Ali Ibrahim beserta Forkompimda Kepulauan Tidore.

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal menerima paparan dari Komandan Unit Satsurvei Pushidrosal Letkol Laut (P) Agus Hendra Gunawan, S.T., M.Tr. Hanla mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan survei.

Survei Hidro Oseanografi di perairan Ternate dan Tidore digelar dalam rangka pembuatan Peta Pendaratan Amphibi dan mendukung Sail Tidore 2021.

Seperti diketahui, Kota Tidore sendiri telah ditetapkan sebagai tuan rumah lokasi pelaksanaan Sail Tidore yang akan dilaksanakan tahun 2021 pada pertemuan ke-10 Global Network Of Magelhean Cities ( GNMC ) yang ke 9 di Kota Sevilla, Spanyol pada akhir Januari 2019.

Survei Hidro Oseanografi di perairan Ternate dan Tidore dilaksanakan selama 50 hari, dibawah pimpinan Komandan Unit Satsurvei Pushidrosal Letkol Laut (P) Agus Hendra Gunawan, S.T., M.Tr. Hanla, beserta 14 personel dalam rangka pengumpulan data Hidrografi, Oseanografi, Geografi Maritim, dan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.

Data tersebut selanjutnya akan di validasi dan di olah di Mako Pushidrosal untuk menghasilkan update Peta Laut Indonesia (PLI) no. 385 perairan Tidore  yang selama ini masih belum tergambarkan lokasi dan fasilitas di sekitar pelabuhan  karena data yang ada di peta merupakan laporan hasil survei Belanda tahun 1923 , sehingga peta 385 saat ini tidak dapat  menjamin keselamatan navigasi pelayaran di kepulauan Ternate dan Tidore

Selain itu data hidrografi dan oseanografi yang diperoleh dipakai untuk Publikasi Nautika sekaligus menjadi referensi utama kegiatan Sailing Pass dan Parade Kapal – Kapal pada Circumanavigation Magelhaen Elano maupun kegiatan Sail Tidore tahun 2021 yang akan datang.

 

PUSHIDROSAL SIAP DUKUNG PERCEPATAN PROGRAM TOL LAUT DI WILAYAH TIMUR INDONESIA

Kapushidrosal saat inspeksi survei hidros di Namlea, Maluku.

Namlea, 4 April 2019 —- Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi  TNI Angkatan laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H siap mendukung percepatan Program Tol Laut di Wilayah Timur Indonesia.

Hal ini dikatakannya saat melakukan inspeksi Survei Hidro-Oseanografi di Pelabuhan Namlea, Maluku, Rabu (3/4/2019).

Kapushidrosal yang didampingi  Diropssurta Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho M.Si dan Wakil Bupati Pulau Buru Amustofa Besan,. S.H serta segenap pejabat Pemda  Kabupaten Pulau Buru, Maluku  meninjau secara langsung Posko tim Survei yang berada di Pelabuhan Namlea, untuk melihat keakuratan data Lembar Lukis Lapangan (LLL) yang sudah dihasilkan agar sesuai dengan standard SP. 44 yang sudah ditetapkan oleh organisasi Hidrografi Internasional/ International Hydrographic organization (IHO).

Selain itu, sebagai salah satu bentuk pertanggungan jawab atas kinerja seluruh tim survei dalam rangka mendukung Operasi Survei dan Pemetaan Hidro-Oseanografi di Pelabuhan Namlea.

Pada kesempatan tersebut, kepada pejabat Pemkab Pulau Buru, Kapushidrosal menyampaikan bahwa Pushidrosal akan mendukung dan membantu Pemda Kabupaten Pulau Buru dalam memutakhirkan data alur dan Pelabuhan Namlea kabupaten Pulau Buru, guna mendukung percepatan program Tol Laut di Wilayah Timur Indonesia.

Selain itu,  Kabupaten Buru dapat mengembangkan Objek Wisata  yang ada di Pulau Buru dan kapal-kapal yang masuk ke Pulau Buru lebih percaya diri terhadap jaminan keselamatan pelayaran di Perairan Namlea Pulau Buru serta data yang diperoleh dapat digunakan sebagai referensi pembuatan Rencana Zonasi Wilayah Pengelolaan Pulau- Pulau Kecil (RZWP3K) Kab. Buru.

Pada inspeksi ini,  orang nomor satu di jajaran Pushidrosal ini,  menerima paparan dari Komandan Unit Survei Mayor Laut (P) A. Agus Sutomo, S.T  meliputi teknis dan metode survei serta hasil survei yang sedang dilaksanakan, antara lain : penggambaran detail angka kedalaman laut dan kontur, bahaya navigasi dan kedangkalan yang ditemukan serta nantinya  digambarkan alur masuk pelabuhan yang direkomendasikan oleh Tim Survei.  Disamping itu dilaksanakan juga pengamatan oseanografi,  meteorologi dan  informasi geografi maritim.

Survei hidro-oseanografi di Pelabuhan Namlea ini dilakukan untuk menjamin keselamatan navigasi dan keamanan pelayaran di perairan tersebut, dalam rangka mendukung tol laut dan konektivitas antar pulau di kawasan timur Indonesia,  mengingat perairan Namlea merupakan jalur utama dari pelabuhan Tanjung Perak menuju Sorong.

Pelabuhan Namlea juga merupakan lokasi transportasi utama di Kabupaten Buru untuk berhubungan dengan pulau-pulau sekitar termasuk dengan kota Ambon, Ibukota Provinsi Maluku.