PUSHIDROSAL SIAPKAN SURVEI UNTUK PETAKAN PERAIRAN DI KAWASAN PELABUHAN KHUSUS MOROWALI INDUSTRIAL PARK

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H dan Managing Director IMIP Hamid Mina, B.Sc., sepakat kerjasama survei hidro-oseanografi.

akarta, 19 Juli 2019—– Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal)  menjalin kerjasama dengan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam survei  dan pemetaan hidro-oseanografi di kawasan perairan Pelabuhan Khusus Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Kerjasama survei  antara  Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H dengan Managing Director IMIP Hamid Mina, B.Sc., di Gedung Wisma Mulia, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Kedua belah pihak sepakat mengadakan kerjasama dalam hal survei dan pemetaan hidro-oseanografi di kawasan perairan,  alur masuk dan pelabuhan khusus Morowali guna menjamin keselamatan navigasi dan keamanan pelayaran bagi Kapal dan wahana laut di kawasan perairan tersebut.

Pada kesempatan tersebut Kapushidrosal menyampaikan bahwa Pushidrosal siap mendukung survei dan pemetaan kawasan perairan dan alur masuk pelabuhan IMIP untuk digambarkan dalam Peta Laut Indonesia (PLI) no. 313,  guna mendukung keselamatan fasilitas industri dan keselamatan navigasi.

Selain itu, kerjasama ini dlaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mewujudkan konektivitas antar pulau dan Tol Laut nasional.

“Pelabuhan khusus Morowali Industrian Park  merupakan Kawasan industri yang besar dengan lalu-lintas kapal bertonase besar yang keluar masuk pelabuhan membutuhkan data dan informasi  hidrografi-oseanografi yang akurat berupa peta laut terbitan Pushidrosal sebagai panduan navigasi” kata Kapushidrosal.

Menurutnya,  banyak pihak lain yang melakukan kegiatan survei dan pemetaan, tetapi hanya data hidro-oseanografi Pushidrosal yang diakui dunia internasional, karena akuisisi dan pengolahan datanya memenuhi metode dan standar International Hydrographic Organization (IHO), khusus nya Special Publication No. 44.

“Saat ini Pushidrosal sedang menyusun buku Standar Survei Nasional, yang nantinya dipakai sebagai pedoman bagi lembaga atau pihak yang bergiat di bidang survei dan pemetaan laut, agar hasil data yang didapat sesuai standar yang dipersyaratkan” jelasnya.

Sementara itu Managing Director IMIP Hamid Mina, B.Sc menyampaikan bahwa pihaknya memercayakan kawasan perairan dan alur pelabuhan Khusus  disurvei oleh Pushidrosal yang sudah diakui internasional, dengan harapan keamanan fasilitas industry dan keamanan navigasi di perairan Morowali Industrial Park dapat terjamin.

 

WAKAPUSHIDROSAL PIMPIN UPACARA-17 AN, BACAKAN AMANAT PANGLIMA TNI

Wakapushidrosal saat pimpin Upacara 17 an

Jakarta, 17 Juli 2019—–Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) gelar upacara 17 an di lapangan apel Mako Pushidrosal Jl. Pantai Kuta V No. I Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (17/07/2019).

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Wakil Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Wakapushidrosal) Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi. Dalam upacara tersebut Wakapushidrosal membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang membahas  tugas pokok TNI adalah memelihara dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan merupakan modal utama bangsa Indonesia, mengingatkan ke-bhinneka-an yang kita miliki. Dan kewajiban kita untuk mempertahankan kemerdekaan harus tetap terjaga.

Salah satu yang paling mendasar dalam keberhasilan tugas pokok adalah sumber daya manusia yang mendukung. Sebagai alat pertahanan negara, TNI membutuhkan prajurit-prajurit yang professional. Professionalme itu hanya akan bisa dicapai bila setiap prajurit ter didik dan terlatih dengan baik. Terlebih tantangan yang akan kita hadapi dimasa mendatang akan semakin kompleks. Kompleksitas tersebut menuntut TNI memiliki personel dan satuan yang adaptif.

Panglima TNI mengharapkan sebaiknya kita tidak boleh terlena dengan berbagai kemajuan teknologi dan harus dapat mengeksploitasi demia kemajuan TNI.
Dalam hal ini TNI tidak dapat bersikap tertutup. Tertutup dari segala perubahan dan kemajuan yang ada. Untuk itu setiap komandan satuan seharusnya bertanggung jawab untuk menignkatkan kemampuan dan wawasan anggotanya. Komandan satuan adalah tumpuan setiap anggota dalam berbagai hal. Oleh karena itu setiap Dansat harus terlebih dahulu memiliki kemampuan yang tinggi dan wawasan yang luas agar dapat megarahkan dengan baik.

Nilai-nilai luhur yang menjadi sendir-sendi pengabdian setiap prajurit TNI harus mengalir dalam setiap hembusan nafas prajurit TNI tidak boleh barubah. Sapta marga, sumpah prajurit dan Delapan wajib TNI harus mengalir dalam setiap hembusan nafas pajurit dimanapun berada dan bertugas.

Di akhir sambutannya Panglima TNI juga mengajak kita semua untuk berdoa bagi keselamatan rekan-rekan kita saat ini yang masih belum ditemukan. Saat ini pasukan yang ada terus berupaya menemukan 12 prajurit dan Helikopter MI-17 yang hilangkontak di Pegunungan Bintang, Papua.

Pada upacara 17-an kali ini bertindak sebagai Komandan Upacara (Danup) Letkol Laut (T) Anjas Suryahatin, S.T. yang sehari-harinya menjabat sebagai Kasubdit Faslan Invent di Dinas Logistik Pushidrosal, upacara berjalan sederhana namun hikmad.

Turut hadir dalam upacara ini para Pejabat Teras Pushidrosal, para prajurit Pushidrosal yang terdiri dari Perwira Staf, Bintara, Tamtama serta PNS Pushidrosal Jakarta.

Ket. Gambar :
Wakapushidrosal saat pimpin Upacara 17 an

 

PERINGATI HARI HIDROGRAFI DUNIA DAN HUT JALASENASTRI, PUSHIDROSAL GELAR DONOR DARAH

Kapushidrosal beserta Ketua Umum Jalasenastri CBS Pushidrosal saat Donor Darah.

Dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia dan HUT Jalasenastri ke 74 Tahun 2019, Pushidrosal bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta menggelar kegiatan aksi sosial berupa donor darah yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Pushidrosal, Jl. Pasir Putih I/V, Ancol Timur, Jakarta Utara. Selasa (9/7).

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H., M.H beserta Ibu Ketua Umum Jalasenastri CBS Pushidrosal Ny. Tita Harjo Susmoro mengawali kegiatan dengan mendonorkan darahnya dalam upaya untuk membantu mewujudkan kepedulian kemanusiaan, karena pada hakekatnya manusia merupakan mahkluk sosial yang saling bergantung satu sama lainnya. Disamping itu kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi TNI AL khususnya Pushidrosal ini untuk membantu Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat yang diwujudkan melalui kegiatan donor darah.

Kegiatan donor darah memiliki banyak sekali manfaat antara lain: baik bagi kesehatan Jantung, membakar kalori dan membantu menurunkan berat badan bagi yang kegemukan, menurunkan resiko kanker, meningkatkan produksi sel darah merah dan membuat pikiran stabil serta membuat tubuh lebih berenergi serta terlihat segar.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 350 orang pendonor terdiri dari Para Prajurit, Perwira, Bintara  dan PNS Pushidrosal serta Ibu Jalasenastri CBS Pushidrosal yang difasilitasi oleh Satkes Pushidrosal berjalan dengan lancar, aman dan tertib.

Turut hadir dalam kegiatan donor darah tersebut para pejabat teras Pushidrosal, Komandan Sat Survey Kolonel Laut (P) Nunung.

DUKUNG TOL LAUT DAN KONEKTIVITAS ANTAR PULAU DI KTI, PUSHIDROSAL TNI AL PERBARUI PETA LAUT PERAIRAN LARANTUKA NTT

Tim survei hidro-oseanografi Pushidrosal di Larantuka NTT.

Larantuka, 30 Juni 2019—Larantuka merupakan kota Pelabuhan yang  berada tepat di bawah kaki gunung Mandiri dan merupakan salah satu lokasi dengan aktifitas pelabuhan teramai di NTT. Kota dengan julukan kota Bunda Maria atau Reinha Rosari ini merupakan kota di pesisir yang diapit oleh dua pulau yakni Pulau Adonara dan Pulau Solor.

Guna mendukung Tol Laut dan  konektivitas antar pulau, antara Pelabuhan dengan pelabuhan lainnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan survei dan pemetaan hidro-oseanografi di perairan Larantuka- NTT, untuk memperbarui data Alur Pelabuhan dan Perairan Pelabuhan Larantuka serta Publikasi Nautika perairan tersebut.

“Survei ini dilaksanakan guna mendukung Tol Laut dan konektivitas antar pulau di wilayah Timur Indonesia Khususnya di Perairan Larantuka dengan pelabuhan lainnya, untuk mengurangi diparitas harga barang antar Provinsi dan antar Pulau serta menjamin keselamatan navigasi dan keamanan pelayaran di perairan  tersebut” Kata Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. (30/06/2019).

Menurutnya, Pelabuhan Larantuka merupakan lokasi transportasi utama di Kabupaten Flores Timur untuk berhubungan dengan Pulau-Pulau sekitarnya termasuk dengan kota Kupang Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelabuhan Larantuka terpetakan dalam Peta Laut Indonesia (PLI) Nomor 301 berdasarkan sumber data survei pada perairan Larantuka terakhir, yang dilaksanakan survei hidrografi Belanda pada tahun 1908-1909. Sehingga sudah terjadi banyak perubahan kedalaman di perairan dan morfologi pantai sehingga memerlukan pemutakhiran data survei Hidro-Oseanografi.

Berkaitan dengan hal tersebut Pushidrosal menggelar Operasi “Kerta wardana 04-2019”  dibawah pimpinan Komandan Unit Survei -7 Mayor Laut (P)  A. Agus Sutomo, S.T. Operasi Kerta wardana 04-2019 bertugas melaksanakan operasi survei Hidro-Oseanografi yang meliputi akuisisi, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data Hidro-oseanografi di perairan Larantuka, Flores Timur NTT, yang dalam beberapa hari lagi akan segera menuntaskan tugasnya melakukan Update data Hidrografi, Oseanografi, Geografi Maritim serta sarana bantu navigasi pelayaran di perairan tersebut.

Kabupaten Flores Timur merupakan penghasil kacang mede (jambu mete) sebesar 11.344 ton yaitu sebesar 44.67% dari total produksi tanaman perkebunan di Flores Timur, Kecamatan penghasil jambu mete terbesar yaitu kecamatan Tanjung Bunga sebesar 1.863 ton, sebagai sumber pendapatan tambahan  masyarakat setempat. Dengan tol laut dan konektivitas antar pulau lancar, diharapkan proses distribusi barang (terutama bahan pangan) dan komoditas di Indonesia,  utamanya di kawasan Timur Indonesia  menjadi semakin mudah.

Selain itu data survei yang diperoleh dapat digunakan oleh Pemda setempat utuk perencanaan tata ruang di laut dan pengelolaan sumberdaya kelautan.