PANGKOLINLAMIL BERSERTA ROMBONGAN KUNJUNGI PUSHIDROSAL

Kapushidrosal dan Panglima Kolinlamil saat serah terima Cinderamata.]

Jakarta, 30 September 2019—–Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima kunjungan Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M., di Mako Pushidrosal, Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Senin (30/09)

Dalam kunjungan tersebut,  Panglima Kolinlamil didampingi Kepala Staf (KS) Kolinlamil Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah bersama beberapa rombongan perwira Kolinlamil dan Satlinlamil Jakarta diterima oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. yang didampingi Wakil Kepala Pushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi bersama beberapa pejabat teras Pushidrosal di Anjungan Utama Pushidrosal.

Panglima Kolinlamil mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat tentang Pushidrosal secara keseluruhan khususnya tentang proses pengolahan data primer maupun sekunder menjadi sebuah publikasi dalam melaksanakan operasi seperti peta laut, KN/BPI, almanak nautika dan sebagainya.

“Kolinlamil berkunjung ke Pushidrosal untuk menjalin silaturahmi antara kedua institusi, sehingga kedepan akan lebih memudahkan jalinan koordinasi satu sama lain dalam pencapaian tugas yang diemban masing-masing. Selain itu, agar para perwira Kolinlamil korps pelaut khususnya lebih dapat mengenal dan belajar tentang Pusat Hidro-oceanografi” ujar Panglima Kolinlamil yang akan segera menempati jabatan barunya sebagai Panglima Koarmada II.

Kapushidrosal menyambut baik kunjungan tersebut,  dan manyampaikan bahwa suatu kehormatan bagi Pushidrosal karena telah di kunjungi oleh para Perwira Pelaut Kolinlamil sekalian, serta berharap berharap semoga apa yang sudah dilaksanakan selama ini akan semakin lebih baik.

Lebih lanjut dikatakannya, Pushidrosal adalah Komando Utama pembinaanTNI ANgkatan Laut yang berkedudukan langsung dibawah KASAL. Tugas dari Pushidrosal adalah menyelenggarakan pembinaan Hidro-Oseanografi, meliputi survey, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran, baik untuk kepentingan TNI maupun untuk kepentingan umum.

Menurutnya, hidrografi menjadi kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut Indonesia.

“Tanpa hidrografi negara Indonesia akan hancur, sebab menurut survei data BPS nilai eksport import barang di Indonesia pertahunnya hamper mencapai RP.300 Triliun. Kalua seandainya pajak diambil 15% maka pemerintah menerima Rp.45 Triliun, melalui laut, semua kapal yang mengadakan eksport import melalui laut dan faktor yang penting dalam pelayaran kapal dengan tujuan eksport import tersebut adalah peta laut,  agar pelayaran dapat dilakukan mudah dan aman” kata Kapushidrosal.

Ditambahkannya, Indonesia juga sudah menjadi member di North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC) di wilayah Samudera Hindia, anggotanya semua negara yang ada di wilayah samudera hindia, dan terakhir bulan Februari 2018 sudah menjadi member di South West Pasific Hydrographic Commission (SWPHC) di Pasifik selatan.

“ Visi Pushidrosal saat ini adalah mewujudkan Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional dan Pusat Informasi Geospasial kelautan Indonesia terbaik di dunia, dalam mendukung kebijakan pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia” pungkas orang nomor satu di jajaran Pushidrosal tersebut.

PUSHIDROSAL DAN PERTAMINA RU VI BALONGAN TINGKATKAN KERJASAMA UNTUK PETAKAN PELABUHAN PERTAMINA DAN PERAIRAN BALONGAN JABAR

Kapushidrosal saat kunjungan kerja ke Pertamina RU VI Balongan

 

Balongan, 25 September 2019 –  Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan  akan meningkatkan kerjasama untuk petakan pelabuham  dan perairan Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Peningkatan kerjasama ini menjadi pokok pembahasan dalam kunjungan Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H dalam kunjungan kerja ke Pertamina RU VI Balongan.

Dalam kunjungan kerja ini Kapushidrosal yang didampingi oleh Diropssurta Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho, M.Si, Danlanal Cirebon  Letkol Laut (P) Agung Nugroho, S.E, M.Tr.  Hanla, Letkol Laut (P) Sinung dan Dantim Survei Patimban Mayor Laut (P) Tomy Ronaldi, S.Si.T, diterima General Manager RU VI Nur Qadim, SMOM RU VI Hendri Agustian dan Tim Manajemen di Ruang Rapat 1, Adm. Building Pertamina RU VI Balongan.

Adapun maksud kunjungan kerja tersebut seperti disampaikan Kapushidrosal adalah untuk menyampaikan hasil survey  pemetaan pipa bawah laut dan pembuatan peta laut  serta ENC piping route proyek SPL/SPM di sekitar pelabuhan Pertamina dan perairan Balongan bedasarkan Perjanjian kerjasama (PKS) antara Pushidrosal dan PT. Pertamina (Persero) serta peningkatan kerjasama atau tindak lanjut dari hasil survei yang telah dikerjakan.

Kapushidrosal menjelaskan Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional satu-satunya mewakili pemerintah RI yang diakui IHO  maka semua hasil survey dan pemetaan   yang dilaksanakan Pushidrosal akan diakui internasional karena teknis dan metode sesuai standard SP. 44 IHO.

Dalam pertemuan tersebut, Kapushidrosal menyampaikan pentingnya kerjasama Pushidrosal dengn Pertamina dalam hal ini dengan RU VI Balongan,  terutama dalam hal updating peta laut terutama terhadap pipa-pipa yang terhubung satu sama lain pada platform yang berada di wilayah kerja Pertamina  RU VI Balongan. Penggambaran pipa-pipa tersebut didalam peta laut akan memiliki arti penting bagi keamanan bernavigasi bagi kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan Balongan serta kapal – kapal yang melewati area platform Balongan.

Selain itu,  orang nomor satu di jajaran Pushidrosal tersebut juga menyampaikan akan pentingnya keberadaan Pushidrosal di dalam dunia pelayaran, khususnya dalam menyiapkan data-data yang akurat dalam peta laut Indonesia guna mendukung keamanan bernavigasi. Dengan penggambaran peta laut akan memberi kenyamanan pada pengguna peta laut dan pengguna perairan tersebut.

Menanggapi penjelasan tersebut GM Pertamina RU VI Balongan, Nur Qadim menyampaikan terimakasihnya atas apa yang sudah dikerjakan oleh Pushidrosal selama ini. Ia juga menjelaskan bahwa Pertamina RU VI Balongan sebagai BUMN terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun termasuk lembaga pemerintahan dalam hal ini Pushidrosal.

Menanggapi hasil survey yang telah dipaparkan diantaranya tentang pipa yang belum dipendam, Nur Qadim menjelaskan bahwa pipa tersebut dipasang sebelum terbit peraturan baru yang mengharuskan pipa dipendam. Ia juga menyatakan kesiapan RU VI jika dibutuhkan koordinasi lebih lanjut guna meningkatkan keselamatan pipa yang sudah terbangun selama ini.

Menurut GM Pertamina RU VI Nur Qadim, Beberapa hal yang merupakan persoalan diluar kompetensi RU VIi diharapakan melalui peningkatan kerjasama ini bisa menjawab persoalan tersebut.

DEWAN HIDROGRAFI INDONESIA SELENGGARAKAN SEMINAR TSUNAMI

Saat Foto Bersama

Jakarta, 2 September 2019—-Dewan Hidrografi Nasional (DHI) bermitra dengan PT. Geotindo Mitra Kencana menyelenggarakan kegiatan seminar  bertema “The Contribution of Aids to Navigation and Tsunami Early Warning System to Maritime Safety in Indonesia“  bertempat di Hotel  Holiday Inn Express,  Jakarta International Expo, Arena Pekan Raya Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (29/08/2019).

Seminar ini diselenggarakan  dengan tujuan agar muncul pemahaman lebih dalam dari instansi terkait dan masyarakat maritim tentang adanya potensi bencana tsunami sampai dengan penanganannya di Indonesia dan kaitannya tsunami early warning dengan sarana bantu navigasi pelayaran, serta upaya mitigasi bencana dengan menerapkan teknologi terkini yang telah tersedia secara massal.

Seminar  yang dihadiri stakeholder  kemaritiman  ini,  dibuka oleh Koorsahli Pushidrosal, mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., selaku Ketua Umum DHI.

Dalam Keynote  speech-nya  Ketua Umum DHI  antara lain mengatakan bahwa wilayah Indonesia selain memiliki posisi yang berada pada posisi strategis pada silang dunia, secara geologi wilayah Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng dunia. Kondisi tersebut menjadikan wilayah Indonesia  terdapat  sebaran patahan aktif atau sesar aktif, yang sewaktu-waktu dapat memicu terjadinya gempa  yang diantaranya disertai dengan geombang tsunami.

Menurut Ketua DHI, mengingat potensi tsunami dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah pesisir Indonesia, dibutuhkan adanya sistem peringatan dini tsunami (Tsunami  Early Warning System) yang dirancang untuk mendeteksi tsunami  untuk  memberikan peringatan guna mencegah jatuhnya banyak korban jiwa.

Jalannya paparan materi oleh para pakar dan sesi tanya jawab diatur oleh Dr. Widodo S. Pranowo (Sekretaris Umum DHI) selaku moderator dengan notulen oleh Umar Darlan, S.Pi. Adapun Koordinator pelaksana Seminar adalah Kolonel Laut (P) Suhendro, S.AP., M.Si (Han) dari Pushidros TNI-AL, dan Ketua Pelaksana Seminar adalah Kolonel Laut (KH) Kamija, S.Si, M.Si (Sekretaris I DHI).

Beberapa pembicara hadir  dalam  seminar  tersebut,  diantaranya Pembicara I Kolonel Laut (P) Dyan Primana Sobaruddin, M.Sc. (Pushidros TNI-AL) memaparkan “Hidrografi its More Than Just Nautical Chart”.  Pembicara II. Dr. Daryono, S.Si, M.Si (Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG) memaparkan “Tsunami Early Warning System & Its Mitigation”.  Pembicara III. Dr. Gegar Sapta Prasetya (Ikatan Ahli Tsunami Indonesia) memaparkan “Potensi Tsunami di Wilayah Kepulauan Indonesia: Tantangan Mitigasi & Teknologi Peringatan Dini”.  Pembicara IV. Ir. Budi Hadi Prayitno (DHI) memaparkan “Aids to Navigation“. Pembicara V.  Mrs. Pilar Haro (MSM, Spanyol) memaparkan “Aids to Navigation and TEWS Instruments”.

Dari Diskusi yang dilaksanakan muncul salah satu pertanyaan tentang bagaimana kerawanan potensi tsunami di kawasan Teluk Jakarta dan Kep Seribu, yang kemudian ditanggapi oleh Salah satu Narasumber Ahli Tsunami Dr. Gegar Sapta Prasetya menyatakan dari data yang dimiliki bahwa prediksi perairan Teuk Jakarta dan Kepulauan Seribu Jakarta Utara relatif masih aman dari bahaya tsunami karena tidak berhadapan langsung dengan lempeng bumi yang rawan akan patahan.

Namun demikian Narasumber berpesan agar selalu tetap waspada terhadap munculnya bencana gempa dan tsunami yang datangnya tiba-tiba, diantaranya; yaitu mengenali tanda2 akan datangnya bahaya tsunami, menyiapkan shelter yang tinggi, menanam pohon yang dapat mengurangi dampak gelombang dan membangun rumah yang disesuaikan dengan ketahanan goncangan dan hempasan air.