PUSHIDROSAL GELAR PENANAMAN MANGROVE SERENTAK HUT KE-74 TNI DI PULAU TIDUNG KEPULAUAN SERIBU

 

Jakarta, 8 Oktober 2019—-Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, masyarakat dan SMK 61melaksanakan penanaman mangrove untuk pelestarian ekosistem laut di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu.

Kegiatan ini digelar dalam rangka pelaksanaan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat dan dalam rangka peringatan HUT Ke-74 TNI. Pada saat bersamaan dilaksanakan kegiatan penanaman mangrove secara serentak di seluruh Indonesia,pada hari Senin tanggal 7 Oktober 2019. Acara kepedulian social dan menjaga lingkungan maritim ini dipusatkan di Ecowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, serta dilaksanakan secara serentak di  74 Titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Penanaman pohon mangrove serentak ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam pelestarian dan peremajaan kembali hutan mangrove di wilayah pesisir dan pulau-pulau, serta mewujudkan pemberdayaan wilayah pertahanan laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI. Tema kegiatan yang diangkat yaitu “Selamatkan Bumi Untuk Anak Cucu Kita”

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Pushidrosval Kolonel Laut (P) Dr. Syahbudi Has antara lain mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan mangrove terluas di dunia dengan luas sekitar antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar. Luas bakau di Indonesia mencapai 25 persen dari total luas mangrove di dunia, Namun sebagian kondisinya kritis. hutan mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.

Penanaman bibit mangrove merupakan salah satu upaya melestarikan kawasan mangrove untuk menjaga kelestarian ekosistem laut, menstabilkan kondisi lingkungan dan menyelamatkan semua habitat di hutan mangrove, sehingga ekosistem hutan mangrove ini bisa terjaga dengan baik dan akan berdampak baik pada lingkungan kawasan pesisir pantai.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad,M.Si yang turut hadir dalam acara tersebut, mengatakan bahwa  Pemerintah Kabupaten Kep Seribu sangat mendukung dan berterima kasih kepada TNI AL dalam hal ini Pushidrosal yang telah menyelenggarakan kegiatan penanaman mangrove ini. Selain itu kegiatan yang dilaksanakan sejalan dengan program kerja Pemerintah Kab. Kep Seribu.

Pulau Seribu memang kita harapkan menjadi kebanggaan kita semua dengan kelestarian alamnya serta kebersihan laut, pantai dan Pulaunya.

Sebagai salah satu tujuan wisata, pulau seribu juga dengan concern  pada kelestarian alam. Oleh karena itu semua kegiatan yang berupa kelestarian alam seperti penanaman Mangrove, transplasi karang, penanaman lamun, pelepasan tukik (anak penyu) serta aksi2 kebersihan, sangat digalakkan.

PUSHIDROSAL PERINGATI HUT KE 74 TNI

Koorsahli Kapushidrosal saat pemeriksaan pasukan pada HUT ke 74 TNI

Jakarta, 5 Oktober 2019—–Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushiodrosal) memperingati HUT TNI (Tentara Nasional Indonesia) Ke 74 Tahun, di Lapangan Apel mako Pushidrosal Jl. Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Sabtu (05/10).

Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapushidrosal Kolonel Laut (P) Amril, S.T., M.M. mewakili Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H menjadi Inspektur Upacara (Irup) Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 74, sementara yang bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Mayor Laut (E) Surahman dan Pengucap Sapta Marga adalah Letda Laut (T) Puguh Prasetyo, S.Tr.Hanla.

Dalam Upacara HUT TNI ke 74 kali ini Koorsahli Pushidrosal membacakan amanat tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, S.IP., dengan tema “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat” mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke 74 dan Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia kepada seluruh prajurit TNI dan PNS TNI dimanapun berada. Selaku insan yang bertaqwa dan Beriman hari ini kita dapat mengikuti upacara dalam rangka HUT TNI yang diselenggarakan serentak diseluruh Indonesia.

Panglima TNI mengaku bangga kepada seluruh Prajurit TNI dan PNS TNI yang telah menunjukkan profesionalitasnya, dalam melaksanakan setiap tugas yang telah dipercayakan kepada rakyat, bangsa dan negara.

”Rasa Hormat, dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit-prajurit terbaik TNI dalam melaksanakan tugas negara. Kami yang ditinggalkan akan melanjutkan tugas yang diamanahkan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keiihklasan dan kesabaran”. Kata Panglima TNI

Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang.

Dilanjutnya, dalam menghadapi kompleksitas ancaman, diperlukan postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan Postur TNI meliputi pembangunan kemampuan dan gelar kekuatan TNI.

Upacara dilaksanakan dengan khidmat, diikuti oleh para pejabat teras Pushidrosal dan seluruh personel Pushidrosal yang terbagi menjadi 2 Kompi Perwira yaitu Kompi Pamen dan Pama, 1 Kompi Bintara, 2 kompi Tamtama dan 1 kompi PNS.

KAPUSHIDROSAL PIMPIN UPACARA KENAIKAN PANGKAT PERWIRA PERIODE 1 OKTOBER 2019

Kapushidrosal saat menyematkan pangkat baru kepada Perwira yang naik pangkat periode 1 Oktober 2019

Jakarta, 1 Oktober 2019—–Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H memimpin acara laporan Korps kenaikan pangkat Perwira Pushidrosal periode 1 Oktober 2019 bertempat di ruang Lobby Serba Guna Mako Pushidrosal Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol, Jakarta Utara. Selasa (01/10)

Dalam sambutannya Kapushidrosal mengatakan sesungguhnya kenaikan pangkat sungguh suatu yang membanggakan, bahwa pada periode 1 Oktober 2019 ini terdapat 30 Perwira Pushidrosal yang mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya, yaitu dari Mayor ke Letnan Kolonel 15 orang, dari Kapten ke Mayor 13 orang.

Kapushidrosal juga tidak lupa mengucapkan selamat kepada yang naik pangkat, pada intinya ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi loyalitas, serta kinerja baik yang ditunjukkan oleh personel itu sendiri, dan ini adalah wujud kepercayaan, penghormatan dan penghargaan serta bentuk kesejahtraan yang diberikan oleh pimpinan TNI AL.

Kenaikan pangkat juga merefleksikan pembinaan personel secara meyeluruh, oleh karenanya selain harus disyukuri, juga harus disikapi dengan memperteguh komitmen dan tekad untuk meningkatkan pengabdian kepada institusi kita yaitu Pushidrosal.

Perlu diketahui untuk mendapatkan kenaikan pangkat tidaklah mudah diperoleh dengan mudah, terdapat kriteria serta persyaratan yang harus dipenuhi baik secara administrasi, kesamaptaan yang baik, serta penilaian atasan terhadap sikap serta kinerja personel tersebut sehari-hari, dan personel tersebut tidak sedang dalam permasalahan hukum.

Selanjutnya kepada personel yang telah naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dituntut untuk meningkatkan etos kerja dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawab yang lebih baik sesuai tugas yang diemban, tambahnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama pula dilaksanakan acara kenaikan pangkat untuk Bintara dan Tamtama di Lapangan Apel Mako Pushidrosal. Pada periode 1 Oktober 2019 kali ini yang mendapatkan kenaikan pangkat Bintara sebanyak 31 orang dan Tamtama 25 orang yang pelantikannya disyahkan oleh Komandan Detasemen Markas Mako Pushidrosal (Dandenma) Kolonel Laut (KH) Khomsin.

PUSHIDROSAL PERINGATI HARI KESAKTIAN PANCASILA

Wakil Kepala Pushidrosal saat menjadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Jakarta, 1 Oktober 2019—–Wakil Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Waka Pushidrosal) Laksamana Pertama Dr. Ir. Trismadi mewakili Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H menjadi Inspektur Upacara (Irup) Pada peringatan hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 yang bertempat di lapangan apel Markas Komando  (Mako) Pushidrosal Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Selasa (01/10)

Pada pelaksanaan upacara kali ini yang bertugas sebagai Komandan Upacara adalah Letkol Laut (E) Luddy Andreas Delia, yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubdisduknis Disinfolahta Pushidrosal.

Waka Pushidrosal dalam kesempatan ini membacakan teks Pancasila di awali dengan penghormatan tanda kebesaran dibuka dan diakhiri dengan penghormatan kebesaran ditutup. Dilanjutkan pembacaan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, Pembacaan Ikrar, dan sebagai penutup memperdengarkan lagu Andhika Bhayangkari.

Upacara dilaksanakan dengan khidmat, diikuti oleh para pejabat teras Pushidrosal dan seluruh personel Pushidrosal yang terbagi menjadi 2 Kompi Perwira yaitu Kompi Pamen dan Pama, 1 Kompi Bintara, 2 kompi Tamtama dan 1 kompi PNS.

PANGKOLINLAMIL BERSERTA ROMBONGAN KUNJUNGI PUSHIDROSAL

Kapushidrosal dan Panglima Kolinlamil saat serah terima Cinderamata.]

Jakarta, 30 September 2019—–Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima kunjungan Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M., di Mako Pushidrosal, Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Senin (30/09)

Dalam kunjungan tersebut,  Panglima Kolinlamil didampingi Kepala Staf (KS) Kolinlamil Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah bersama beberapa rombongan perwira Kolinlamil dan Satlinlamil Jakarta diterima oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. yang didampingi Wakil Kepala Pushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi bersama beberapa pejabat teras Pushidrosal di Anjungan Utama Pushidrosal.

Panglima Kolinlamil mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat tentang Pushidrosal secara keseluruhan khususnya tentang proses pengolahan data primer maupun sekunder menjadi sebuah publikasi dalam melaksanakan operasi seperti peta laut, KN/BPI, almanak nautika dan sebagainya.

“Kolinlamil berkunjung ke Pushidrosal untuk menjalin silaturahmi antara kedua institusi, sehingga kedepan akan lebih memudahkan jalinan koordinasi satu sama lain dalam pencapaian tugas yang diemban masing-masing. Selain itu, agar para perwira Kolinlamil korps pelaut khususnya lebih dapat mengenal dan belajar tentang Pusat Hidro-oceanografi” ujar Panglima Kolinlamil yang akan segera menempati jabatan barunya sebagai Panglima Koarmada II.

Kapushidrosal menyambut baik kunjungan tersebut,  dan manyampaikan bahwa suatu kehormatan bagi Pushidrosal karena telah di kunjungi oleh para Perwira Pelaut Kolinlamil sekalian, serta berharap berharap semoga apa yang sudah dilaksanakan selama ini akan semakin lebih baik.

Lebih lanjut dikatakannya, Pushidrosal adalah Komando Utama pembinaanTNI ANgkatan Laut yang berkedudukan langsung dibawah KASAL. Tugas dari Pushidrosal adalah menyelenggarakan pembinaan Hidro-Oseanografi, meliputi survey, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran, baik untuk kepentingan TNI maupun untuk kepentingan umum.

Menurutnya, hidrografi menjadi kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut Indonesia.

“Tanpa hidrografi negara Indonesia akan hancur, sebab menurut survei data BPS nilai eksport import barang di Indonesia pertahunnya hamper mencapai RP.300 Triliun. Kalua seandainya pajak diambil 15% maka pemerintah menerima Rp.45 Triliun, melalui laut, semua kapal yang mengadakan eksport import melalui laut dan faktor yang penting dalam pelayaran kapal dengan tujuan eksport import tersebut adalah peta laut,  agar pelayaran dapat dilakukan mudah dan aman” kata Kapushidrosal.

Ditambahkannya, Indonesia juga sudah menjadi member di North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC) di wilayah Samudera Hindia, anggotanya semua negara yang ada di wilayah samudera hindia, dan terakhir bulan Februari 2018 sudah menjadi member di South West Pasific Hydrographic Commission (SWPHC) di Pasifik selatan.

“ Visi Pushidrosal saat ini adalah mewujudkan Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional dan Pusat Informasi Geospasial kelautan Indonesia terbaik di dunia, dalam mendukung kebijakan pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia” pungkas orang nomor satu di jajaran Pushidrosal tersebut.

PUSHIDROSAL DAN PERTAMINA RU VI BALONGAN TINGKATKAN KERJASAMA UNTUK PETAKAN PELABUHAN PERTAMINA DAN PERAIRAN BALONGAN JABAR

Kapushidrosal saat kunjungan kerja ke Pertamina RU VI Balongan

 

Balongan, 25 September 2019 –  Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan  akan meningkatkan kerjasama untuk petakan pelabuham  dan perairan Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Peningkatan kerjasama ini menjadi pokok pembahasan dalam kunjungan Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H dalam kunjungan kerja ke Pertamina RU VI Balongan.

Dalam kunjungan kerja ini Kapushidrosal yang didampingi oleh Diropssurta Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho, M.Si, Danlanal Cirebon  Letkol Laut (P) Agung Nugroho, S.E, M.Tr.  Hanla, Letkol Laut (P) Sinung dan Dantim Survei Patimban Mayor Laut (P) Tomy Ronaldi, S.Si.T, diterima General Manager RU VI Nur Qadim, SMOM RU VI Hendri Agustian dan Tim Manajemen di Ruang Rapat 1, Adm. Building Pertamina RU VI Balongan.

Adapun maksud kunjungan kerja tersebut seperti disampaikan Kapushidrosal adalah untuk menyampaikan hasil survey  pemetaan pipa bawah laut dan pembuatan peta laut  serta ENC piping route proyek SPL/SPM di sekitar pelabuhan Pertamina dan perairan Balongan bedasarkan Perjanjian kerjasama (PKS) antara Pushidrosal dan PT. Pertamina (Persero) serta peningkatan kerjasama atau tindak lanjut dari hasil survei yang telah dikerjakan.

Kapushidrosal menjelaskan Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional satu-satunya mewakili pemerintah RI yang diakui IHO  maka semua hasil survey dan pemetaan   yang dilaksanakan Pushidrosal akan diakui internasional karena teknis dan metode sesuai standard SP. 44 IHO.

Dalam pertemuan tersebut, Kapushidrosal menyampaikan pentingnya kerjasama Pushidrosal dengn Pertamina dalam hal ini dengan RU VI Balongan,  terutama dalam hal updating peta laut terutama terhadap pipa-pipa yang terhubung satu sama lain pada platform yang berada di wilayah kerja Pertamina  RU VI Balongan. Penggambaran pipa-pipa tersebut didalam peta laut akan memiliki arti penting bagi keamanan bernavigasi bagi kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan Balongan serta kapal – kapal yang melewati area platform Balongan.

Selain itu,  orang nomor satu di jajaran Pushidrosal tersebut juga menyampaikan akan pentingnya keberadaan Pushidrosal di dalam dunia pelayaran, khususnya dalam menyiapkan data-data yang akurat dalam peta laut Indonesia guna mendukung keamanan bernavigasi. Dengan penggambaran peta laut akan memberi kenyamanan pada pengguna peta laut dan pengguna perairan tersebut.

Menanggapi penjelasan tersebut GM Pertamina RU VI Balongan, Nur Qadim menyampaikan terimakasihnya atas apa yang sudah dikerjakan oleh Pushidrosal selama ini. Ia juga menjelaskan bahwa Pertamina RU VI Balongan sebagai BUMN terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun termasuk lembaga pemerintahan dalam hal ini Pushidrosal.

Menanggapi hasil survey yang telah dipaparkan diantaranya tentang pipa yang belum dipendam, Nur Qadim menjelaskan bahwa pipa tersebut dipasang sebelum terbit peraturan baru yang mengharuskan pipa dipendam. Ia juga menyatakan kesiapan RU VI jika dibutuhkan koordinasi lebih lanjut guna meningkatkan keselamatan pipa yang sudah terbangun selama ini.

Menurut GM Pertamina RU VI Nur Qadim, Beberapa hal yang merupakan persoalan diluar kompetensi RU VIi diharapakan melalui peningkatan kerjasama ini bisa menjawab persoalan tersebut.

DEWAN HIDROGRAFI INDONESIA SELENGGARAKAN SEMINAR TSUNAMI

Saat Foto Bersama

Jakarta, 2 September 2019—-Dewan Hidrografi Nasional (DHI) bermitra dengan PT. Geotindo Mitra Kencana menyelenggarakan kegiatan seminar  bertema “The Contribution of Aids to Navigation and Tsunami Early Warning System to Maritime Safety in Indonesia“  bertempat di Hotel  Holiday Inn Express,  Jakarta International Expo, Arena Pekan Raya Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (29/08/2019).

Seminar ini diselenggarakan  dengan tujuan agar muncul pemahaman lebih dalam dari instansi terkait dan masyarakat maritim tentang adanya potensi bencana tsunami sampai dengan penanganannya di Indonesia dan kaitannya tsunami early warning dengan sarana bantu navigasi pelayaran, serta upaya mitigasi bencana dengan menerapkan teknologi terkini yang telah tersedia secara massal.

Seminar  yang dihadiri stakeholder  kemaritiman  ini,  dibuka oleh Koorsahli Pushidrosal, mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., selaku Ketua Umum DHI.

Dalam Keynote  speech-nya  Ketua Umum DHI  antara lain mengatakan bahwa wilayah Indonesia selain memiliki posisi yang berada pada posisi strategis pada silang dunia, secara geologi wilayah Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng dunia. Kondisi tersebut menjadikan wilayah Indonesia  terdapat  sebaran patahan aktif atau sesar aktif, yang sewaktu-waktu dapat memicu terjadinya gempa  yang diantaranya disertai dengan geombang tsunami.

Menurut Ketua DHI, mengingat potensi tsunami dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah pesisir Indonesia, dibutuhkan adanya sistem peringatan dini tsunami (Tsunami  Early Warning System) yang dirancang untuk mendeteksi tsunami  untuk  memberikan peringatan guna mencegah jatuhnya banyak korban jiwa.

Jalannya paparan materi oleh para pakar dan sesi tanya jawab diatur oleh Dr. Widodo S. Pranowo (Sekretaris Umum DHI) selaku moderator dengan notulen oleh Umar Darlan, S.Pi. Adapun Koordinator pelaksana Seminar adalah Kolonel Laut (P) Suhendro, S.AP., M.Si (Han) dari Pushidros TNI-AL, dan Ketua Pelaksana Seminar adalah Kolonel Laut (KH) Kamija, S.Si, M.Si (Sekretaris I DHI).

Beberapa pembicara hadir  dalam  seminar  tersebut,  diantaranya Pembicara I Kolonel Laut (P) Dyan Primana Sobaruddin, M.Sc. (Pushidros TNI-AL) memaparkan “Hidrografi its More Than Just Nautical Chart”.  Pembicara II. Dr. Daryono, S.Si, M.Si (Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG) memaparkan “Tsunami Early Warning System & Its Mitigation”.  Pembicara III. Dr. Gegar Sapta Prasetya (Ikatan Ahli Tsunami Indonesia) memaparkan “Potensi Tsunami di Wilayah Kepulauan Indonesia: Tantangan Mitigasi & Teknologi Peringatan Dini”.  Pembicara IV. Ir. Budi Hadi Prayitno (DHI) memaparkan “Aids to Navigation“. Pembicara V.  Mrs. Pilar Haro (MSM, Spanyol) memaparkan “Aids to Navigation and TEWS Instruments”.

Dari Diskusi yang dilaksanakan muncul salah satu pertanyaan tentang bagaimana kerawanan potensi tsunami di kawasan Teluk Jakarta dan Kep Seribu, yang kemudian ditanggapi oleh Salah satu Narasumber Ahli Tsunami Dr. Gegar Sapta Prasetya menyatakan dari data yang dimiliki bahwa prediksi perairan Teuk Jakarta dan Kepulauan Seribu Jakarta Utara relatif masih aman dari bahaya tsunami karena tidak berhadapan langsung dengan lempeng bumi yang rawan akan patahan.

Namun demikian Narasumber berpesan agar selalu tetap waspada terhadap munculnya bencana gempa dan tsunami yang datangnya tiba-tiba, diantaranya; yaitu mengenali tanda2 akan datangnya bahaya tsunami, menyiapkan shelter yang tinggi, menanam pohon yang dapat mengurangi dampak gelombang dan membangun rumah yang disesuaikan dengan ketahanan goncangan dan hempasan air.

KAPUSHIDROSAL PIMPIN UPACARA PENGHAPUSAN KRI PULAU ROTE-721

Kapushidrosal saat pimpin upacara Penghapusan KRI Pulau Rote-721 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Jakarta, 28 Agustus 2019—–Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., memimpin upacara penghapusan KRI Pulau Rote-721 dari kedinasan aktif TNI Angkatan Laut. Ini merupakan momentum membanggakan dan sekaligus mengharukan bagi sejarah TNI Angkatan Laut. Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pulau Rote ini merupakan jenis kapal survey penyapu ranjau yang bertugas sejak tahun 1993 bersama Pushidrosal di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/8).

KRI Pulau Rote-721 telah secara aktif mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Laut secara signifikan. Tugas-tugas operasi servei dan pemetaan yang diemban oleh KRI tersebut sesuai dengan fungsi azasinya sebagai kapal bantu Hidrografi (BHO), telah menunjang dinas Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut. Tugas tersebut terus diemban hingga kini telah berubah nama menjadi Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI ANgkatan Laut.

“Upacara penghapusan secara hakikat adalah untuk mengantar alutsista memasuki masa purnabaktinya setelah sekian tahun mengabdi kepada TNI Angkatan Laut. Oleh karena itu mari kita renungi dan mengambil hikmah dari upacara penghapusan ini, bahwa hanya dengan pengabdian terbaik sajalah maka nama dan bakti kita akan abadi dalam sejarah TNI Angkatan Laut”. Ujar Kasal.

Upacara penghapusan ini merupakan bagian dari siklus daur ulang alutsista yang merupakan program TNI Angkatan laut dalam pengembangan kekuatan dan juga peremajaan alutsista. Sesuai dengan tuntutan serta kompleksitas dinamika lingkungan strategis saat ini, hal ini ditujukan untuk mencapai visi Angkatan Laut dalm melaksanakan proyeksi secara regional dengan komitmen global.

Diakhir amanatnya Kasal berpesan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut, untuk senantiasa meresapi dan menghayati tekad pengabdian tanpa syarat sebagaimana pengabdian KRI Pulau Rote-721 selama ini kepada TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa dan negara. Pengabdian KRI Pulau Rote-721 merupakan hikayat yang tidak akan pernah terlepaskan dari setiap insane prajurit TNI Angkatan Laut, khususnya bagi mereka yang pernah mengabdikan masa keprajuritannya bersama kapal ini yang akan terus terpatri dalam lubuk sanubari kita sebagai Jalasena pengawal samudra.

Upacara kali ini dilaksanakan dengan khidmat, diawali penaikan bendera merah putih selanjutnya ditandai dengan penurunan bendera Ular-Ular Perang. Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Letkol Laut (P) Hengky Irawan, S.T. yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Kapal Perang Indonesia (KRI) Spica-934.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut para pejabat teras Pushidrosal, para prajurit yang terbagi dari beberapa  kompi antara lain kompi Perwira, Bintara, Tamtama Pushidrosal dan 1 regu Korsik Lantamal III Jakarta.

KEBIJAKAN SATU PETA, DAPAT MENGACU PADA DATA SPASIAL YANG AKURAT DARI PUSHIDROSAL

Kapushidrosal Saat Foto Bersama dengan Deputi Kemenkomar

Jakarta, 26 Agustus 2019—-Kebijakan Satu Peta yang merupakan salah satu program prioritas dalam pelaksanaan Nawa Cita pemerintahan Presiden Jokowi, perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, dan berbagai kebijakan nasional pembangunan bidan kemaritiman dapat mengacu pada data spasial yang akurat dari Pushidrosal dengan Publikasi yang telah dikeluarkan, yaitu Peta Laut Indonesia (PLI) baik Peta Kertas maupun Elektronik.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, saat menerima kunjungan Staf Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomar), yaitu Agung Kuswandono (Deputi Bidang Kordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa) Kemenkomar yang didampingi Tito Setiawan (Sekretaris Deputi) dan Rasman Manafi  (Kepala Bagian Program Sumber Daya Alam) di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (26/08/2019).

Menurut Kapushidrosal lebih lanjut, peningkatan kerjasama dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) kemaritiman dalam upaya menata wulayah laut dapat memanfaatkan PLI baik kertas maupun elektronik dan Indonesian Marine Geospatial Information Centre (I-Magic) milik Pushidrosal yang dapat di-overlaykan ke Puskodal K/L kemaritiman, sehingga dapat memberikan informasi tidak hanya untuk keselamatan pelayaran, tetapi juga sebagai peta dasar dalam mengelola wilayah laut.

Sementara itu, Deputi Bidang SDA Kemenkomar mengharapkan kepada Pushidrosal untuk bekerja sama dalam mengolah data base yang gunanya untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh  Presiden Republik Indonesia dan bukan sekedar hanya menjadi wacana.  Diharapkan Pushidrosal ikut mendukung program tersebut dan selalu meng-update data-data hidrografi, sehingga data-data yang sekarang menjadi data terbaru yang dihasilkan oleh Pushidrosal.

Pada kunjungan itu,  Kapushidrosal juga mengajak tamunya untuk berkunjung di ruang Imagic, disana dijelaskan bahwa mudahnya kita saat ini mendapatkan data-data yang akurat tentang pelayaran, jumlah kegiatan yang terjadi di tengah laut,  dan data pasang surut yang terjadi diseluruh pesisir laut. Data tersebut dilakukkan update setiap lima tahun sekali melalui survey lapangan,  ruang pembuatan peta kelautan di Dinas Pemetaan, serta Dinas Produksi dan Distribusi (Disprodisi) yang mencetak Peta Laut dan Publikasi Nautika.

Turut mendampingi Kapushidrosal dalam menerima kunjungan tersebut, Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi, serta segenap pejabat utama Pushidrosal.

KAPUSHIDROSAL PAPARKAN PENTINGNYA HIDROGRAFI DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Kapushidrosal saat paparan depan forum Geomatics International Conference 2019

Surabaya, 22 Agustus 2019— Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H memeparkan pentingnya hidrografi dalam penyelenggaraan pembangunan nasional pada forum Geomatics International Conference 2019 (GEOICON 2019) yang digelar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di Ballroom Swiss Belinn Hotel, Surabaya, Rabu (21/08/2019).

Dalam event yang bertema “Geospatial Technology for Mapping The Future: Integrating Land And Marine Development” ini Kapushidrosal diundang oleh penyelenggara sebagai Keynote Speakers. Hadir pula pembicara lain, di antaranya  Dr. Ian Church Assistant Professor, Department of Geodesy and Geomatics Engineering, University of New Brunswick, Canada., Prof Kai Wei Chiang, Geomatics Engineering Department, National Cheng Kung University, Taiwan., serta Prof  Wan Mohd Naim, Head of Strategic Planning Unit, Universiti Teknologi Mara, Malaysia

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal memaparkan tentang Tugas pokok Pushidrosal selaku penyedia data dan informasi hidro-oseanografi berupa Peta Laut Indonesia (PLI) baik peta kertas maupun elektronik bagi kepentingan umum maupun militer.

Menurut Kapushidrosal, Indonesia merupakan negara maritime yang besar, kepentingan nasional dapat dicapai dengan menggunakan lingkungan maritime sebagai salah satu medianya.  Ini didasarkan karena Perairan Indonesia merupakan perairan yang sangat strategis, karena sebagai Sea Line of Communication(SLOC) dan Sea Lane of Oil Trade (SLOT) bagi kapal-kapal yang berlayar mengingat posisi Indonesia berada pada persilangan dua samudera dan dua benua, serta  4 dari 9 choke point dunia berada di Indonesia.

“Lebih dari 80% perdagangan dunia dilaksanakan melalui laut, 40% melalui perairan Indonesia. Oleh sebab itu dibutuhkan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat, terpercaya dan mutakhir berupa peta laut Indonesia dan publikasi nautika terbitan Pushidrosal termutakhir yang dapat  memberikan jaminan keselamatan bagi-kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia,” katanya.

Dalam penentuan batas maritime, data hidrografi dipergunakan dalam mendukung kebijakan politik luar negeri dalam menentukan batas maritime antar negara. Dalam hal ini Pushidrosal merupakan staf teknis Kementerian Luar Negeri RI. Data hidrografi yang akurat sangat vital dan merupakan persyaratan dasar penentuan batas maritime sesuai ketentuan UNCLOS’82.

Selain itu, hidrografi juga memberikan  kontribusi yang besar dalam pembangunan kelautan, seperti pengembangan/pembangunan pulau-pulau kecil, pengembangan pariwisata bahari, pembuatan peta tematik area konservasi laut, zonasi laut, data untuk analisa pertahanan laut nasional, serta pembangunan pelabuhan, alur pelabuhan, ALKI dan alur strategis untuk tol laut dalam rangka mewujudkan Poros Maritim Dunia.

“Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa Pushidrosal adalah center of grafity dalam kebijakan Poros Maritim Dunia” tegas Kapushidrosal.