PUSHIDROSAL TERIMA KUNJUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS PERTAHANAN

Wakapushidrosal saat foto bersama dengan para Mahasiswa Universitas Pertahanan.

Jakarta, 12 Juni 2019—-Wakil Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Wakapushidrosal) Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H., M.H, menerima kunjungan Mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional Maritim Universitas Pertahanan yang dipimping oleh Kolonel Laut (KH) Dr. Panji Suwarno S.E. M.Si selaku Dosen Keamanan Maritim bertempat di Anjungan utama Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu (12/06/2019).

Dalam amanat Kapushidrosal yang dibacakan Wakapushidrosal menyampaikan, suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Pushidrosal karena menjadi salah satu objek kunjungan para Mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan), Kapushidrosal juga mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kunjungan ini dan selamat datang di Mako Pushidrosal.

“Tugas Pokok Pushidrosal yaitu membina, menyelenggarakan dan mengembangkan fungsi-funsi survey dan pemetaan, baik untuk kepentingan pertahanan militer maupun untuk kepentingan umum. Tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Pushidrosal sangatlah tidak ringan karena harus mampu memenuhi tuntutan kritikal publik dalam menyiapkan data, informasi hidro oseanografi diseluruh perairan NKRI dengan akurat, mutakhir dan terpercaya. Penyediaan data dan informasi tersebut dilaksanakan secara mandiri maupun kerjasama denganpihak lain, yang dilaksanakan tetap sesuai dengan prosedur yang berlaku.” Ujar Kapushidrosal.

Lanjutnya, dalam bidang militer Pushidrosal harus menyiapkan data yang akurat sebagai data dasar yang akandigunakan sebagai bahan analisa strategi pertahanan nasional dan menjamin kesiapan dan ketersediaan peta laut dan peta temput serta informasi hidrografi, oseanografi dan meteorology yang dapat digunakan untuk mendukung kepentingan peperanganlaut dan juga pertahanan.

Kita juga mengetahui bahwa negara Indonesia terletak diantara dua samudera dan dua benua yang bertetanggan dengan beberapa negara. Indonesia berkepentingan untuk menetapkan batas maritime dengan 10 negara yaitu India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Hal ini dalam rangka mempertegas kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia atas wilayah maritime disekitarnya. Batas maritim dengan negara-negara tetangga masih belum tuntas, sehingga berdampak pada pelanggaran wilayah.
Pesan Kapushidrosal kepada para mahasiswa, manfaatkan kesempatan yang singkat ini dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan pengetahuan serta wawasan bidang Hidro-Oseanografi sealigus sebagai pengetahuan untuk bekal para mahasiswa dikemudian hari.

Dalam rangkain kunjungan di Pushidrosal, mahasiswa juga menerima paparan tentang Pushidrosal secara umum dan khusus yang dipaparkan oleh Letkol Laut (KH) Dikdik Satria M. S.Si., M.Tr.Hanla yang sehari-harinya beliau berdinas di Dishiro Pushidrosal, serta dilanjutkan tanya jawab dan diakhiri dengan pertukaran cindera mata antara Wakapushidrosal dengan pimpinan rombongan. Selanjutnya rombongan Mahasiswa juga foto bersama dengan Wakapushidrosal di dalam ruang anjungan Pushidrosal.

Hadir dalam acara tersebut, Kadispeta Kolonel Laut (P) Abdul Aziz , serta perwira staf Dishidro dan Disinfolahta.

PUSHIDROSAL TINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KERJASAMA DENGAN ITALIAN HYDROGRAPHIC INSTITUTE

Kapushidrosal saat mengunjungi Italian Hydrographic institute

Jakarta, 10 Juni  2019—– Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) akan meningkatkan kemampuan dan kerjasama dalam bidang hidrografi dengan Kantor Hidrografi Italia/Italian Hydrographic Institute.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. saat mengadakan kunjungan kerja ke Kantor Hidrografi Italia/Italian Hydrographic Institute di Genoa, Italia.

Kunjungan kerja Kapushidrosal yang didampingi Direktur Pengamanan, Kerjasama dan Perbatasan (Dirpamkersamtas) Pushidrosal Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono, S.H., M. Tr (han) dan  Kepala Dinas Hidrografi (Kadishidro) Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana Pribadi, M.M.,  ini dilakukan usai menghadiri pertemuan International Hydrographic Organization (IHO) Inter-Regional Coordinating Committee (IRCC) yang berlangsung di Genoa.

Kapushidrosal yang juga merupakan Indonesian Chief Hydrographer  tersebut diterima oleh Italian  National Hydrographer Rear Admiral Luigi Sinapi. Pada kesempatan itu, Rear Admiral Luigi Sinapi menunjukkan  semua sistem mekanisme /flowline kerja pemetaan dari akuisisi data hingga proses charting, yang kesemuanya hampir sama dengan sistem mekanisme kerja yang dilakukan Pushidrosal, yaitu pengumpulan data hidrografi di lapangan melalui survei,  pengolahan data, hingga proses pembuatan peta.

Pada pertemuan itu, kedua Chief Hydrographer masing-masing negara sepakat untuk lebih meningkatkan kerjasama dan kemampuan  antara kedua kantor hidrografi, utamanya dalam pengembangan dan pembangunan capacity building untuk meningkatkan profesionalitas personel hidrografi dihadapkan dengan tuntutan global bidang kemaritiman khususnya aspek hidrografi. Pada kesempatan itu Rear Admiral Luigi Sinapi juga mengutarakan keinginannya untuk mengunjungi Indonesia (Pushidrosal).

Menurut Kapushidrosal, banyak hal yg dapat diambil manfaatnya dari kunjungan ini, di antaranya penguatan organisasi hidrografi (di Italy ada aturan yg mengatur kebijakan nasional  hidrografi melalui decree of the president of the Republic nomor 90 tanggal 15 March 2010), pengaturan kebijakan pelaksanaan survei hidrografi nasioanal, serta Hal lain seperti  lesson learn dan dukungan terhadap pengembangan pengetahuan hydrography forum military.

Istituto Hidrografico della Marina (IIM) atau Italian Hydrographic Institute  adalah Kantor Hidrografi Angkatan Laut Italia dan bertanggung jawab atas semua dokumentasi kemaritiman resmi yang diterbitkan di Italia seperti peta laut (paper charts dan Electronic Navigational Chart) dan telah beroperasi di Genoa sejak tahun 1872.

KAPUSHIDROSAL HADIRI FORUM IRCC DI GENOA, ITALIA

Forum IRCC di Genoa Italia

Genoa, Italia, 6 Juni 2018—-–Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal)  Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.   menghadiri pertemuan International Hydrographic Organization (IHO) Inter-Regional Coordinating Committee (IRCC), yang berlangsung di Genoa, Italia.

Pada pertemuan yang berlangsung 3-5 Juni 2019 itu, Kapushidrosal didampingi Direktur Pengamanan, Kerjasama dan Perbatasan (Dirpamkersamtas) Pushidrosal Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono, S.H., M. Tr (han), Kepala Dinas Hidrografi (Kadishidro) Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana Pribadi, M.M. serta Letkol Laut (P) Franciscus Asisi.

Kapushidrosal menyampaikan, Inter-Regional Coordination Committee (IRCC) merupakan organisasi  sub committee dari  IHO yang terdiri dari ketua-ketua dari RHC dan ketua sub committee IRCC memiliki kewenangan untuk mempertimbangkan perlunya mengintegrasikan dan koordinasi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dari pendekatan regional, dan mempertimbangkan lebih lanjut bahwa Capacity Building dan penggunaan pengumpulan data kelautan yang lebih luas telah diidentifikasi sebagai tujuan strategis.

“IRCC diharapkan dapat mengkaji ulang serta melaksanakan formulasi penyelarasan dan pengembangan standards, spesifikasi dan kriteria panduan teknis untuk produk-produk hidrografi yang terkait dengan produksi peta dan publikasi nautika pelayaran lainnya yang disusun dan diterbitkan oleh lembaga hidrografi negara anggota sesuai dengan international standards & specification yang telah ditetapkan oleh IHO, dalam rangka menjamin keselamatan navigasi pelayaran bagi pengguna laut khususnya bidang pelayaran dan transportasi laut maupun pengguna aplikasi data hidrografi lainnya” jelas Kapushidrosal.

Pada forum IRCC tersebut, seluruh Regional Hydrographic Commission dibawah IHO melaporkan kemajuan serta perkembangan dari formulasi tata aturan teknsi serta spesifikasi dan standar teknis dengan mengadopsi kemajuan teknologi serta trend kebutuhan dari pengguna di regional, yang kemudian setelah disepakati akan di sahkan sebagai aturan atau acuan atau dapat juga sebgai revisi dari standar spesifikasi teknis produk peta dan publikasi keselamatan navigasi dan pelayaran yang telah berlaku sebelumnya.

“Peningkatan partisipasi serta peran aktif Pushidrosal di beberapa kegiatan sub committee IHO tersebut, juga telah memperoleh tanggapan positif dalam interaksi kelembagaan pada lingkup IHO, khususnya terhadap eksistensi Pushidrosal pada forum internasional. Kontribusi positif dan peran aktif yang dibangun oleh Pushidrosal melalui korespondensi maupun kehadiran pada kegiatan-kegiatan IHO telah memberikan kepercayaan anggota IHO dan pejabat IHOg terhadap Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi Indonesia” Pungkas orang nomor satu di jajaran Pushidrosal tersebut.

SURVEI KRI SPICA-934 UNTUK JAMIN KESELAMATAN BERNAVIGASI DI ALKI I, WUJUD TANGGUNG JAWAB INDONESIA SEBAGAI NEGARA KEPULAUAN

Survei KRI Spica di Selat Karimata saat diinspeksi Tim Pushidrosal

Jakarta, 30 Mei 2019—– Dalam Sidang ke-69 Komisi Keselamatan Pelayaran (Maritime Safety Committee/MSC), Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) telah menyetujui usul pemerintah Indonesia tentang tiga alur-alur laut kepulauan Indonesia (ALKI). Rekomendasi ALKI tersebut telah mendapat persetujuan dari IMO pada tanggal 19 mei 1998.

Hal tersebut membawa konsekuensi bagi  Indonesia dengan berbagai macam kewajiban antara lain untuk mengakomodasikan kepentingan pelayaran internasional, melalui tiga macam hak lintas, yaitu hak lintas damai, hak lintas transit dan hak lintas alur-alur laut kepulauan.

Berkaitan dengan itu, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengerahkan KRI Spica-934 untuk melaksanakan survei hidro-oseanografi di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I area Selat Karimata guna memutakhirkan data di perairan tersebut untuk menjamin keselamatan bernavigasi di sepanjang ALKI I sebagai salah satu wujud tanggung jawab Indonesia sebagai negara kepulauan.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H,   Kamis (29/05/2019) di Mako Pushidrosal, sehubungan dengan segera berakhirnya survei KRI Spica-934 di ALKI I Selat Karimata, awal Juni mendatang.

Menurut Kapushidrosal, Pemerintah Indonesia selalu berupaya untuk memenuhi kewajiban tersebut dengan melakukan pemutakhiran data dan informasi untuk kepentingan pelayaran internasional, melalui tiga macam hak lintas, yaitu hak lintas damai, hak lintas transit dan hak lintas alur-alur laut kepulauan.

“Pushidrosal sebagai pelaksana pemerintah dalam penyediaan peta navigasi pelayaran dan data serta informasi pendukung, secara terstruktur baik secara ruang dan waktu, secara berlanjut melakukan pemutakhiran data dan informasi. Salah satu alur pelayaran terpadat adalah ALKI I, dimana pada alur tersebut merupakan kelanjutan dari alur pelayaran Selat Malaka dan alur pelayaran Selat Sunda dan alur pelayaran laut Jawa. Berbagai jenis kapal ocean going memanfaatkan alur tersebut” katanya.

Pada 2019 ini, Pushidrosal melakukan pemutakhiran data dan ionformasi dengan melaksanakan survey hidro-oseanografi pada ALKI I Segmen 2 di Selat Karimata sampai dengan Laut Jawa. Survei berlangsung selama 60 hari, dari 05 April 03 Juni 2019, menggunakan KRI Spica 934. ALKI I Segmen 2 merupakan bagian pemutakhiran secara terstruktur yang telah dilakukan mulai dari corong luar ALKI I di Selat Sunda dan Laut Natuna.

“Perairan ALKI I merupakan  salah satu jalur lintas laut Internasional  yang padat, yang dilewati  lalu lintas oleh kapal-kapal  dalam maupun luar negeri, yang menjadikan  jalur pelayaran ini memiliki nilai yang strategis dari segi pertahanan maupun ekonomi serta dapat menguatkan peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” tambahnya.

KRI Spica-934, Kapal jenis Bantu Hidro Oseanografi (BHO) milik TNI AL buatan galangan kapal OCEA, Les Sables-d’Olonne Perancis ini, selama 60 hari melaksanakan survei guna memutakhirkan data di perairan tersebut untuk menjamin keselamatan bernavigasi di sepanjang ALKI I.

Kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) dengan komandan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan S.T ini, melaksanakan Kegiatan operasi survei Hidro-oseanografi di area Selat Karimata, yang meliputi; pengukuran kedalaman laut dan pencitraan dasar laut menggunakan MBES EM- 2040 (Multibeam Echosounder), investigasi bahaya pelayaran, verifikasi SBNP (Sarana Bantu Navigasi Pelayaran), pengukuran unsur – unsur meteorologi, pengukuran pasang surut dan arus air laut, pengukuran tingkat sedimentasi perairan, pengambilan data CTD (Conductivity Temperature Depth), pengambilan contoh dasar laut dan air laut, pengumpulan data geografi maritim, dan melaksanakan verifikasi nama – nama geografi (toponimi).

KELUARGA BESAR PUSHIDROSAL GELAR BUKA PUASA BERSAMA

Kapushidrosal saat berikan ceramah buka puasa

Jakarta, 23 Mei 2019 —- Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNi AL (Pushidrosal) mengadakan buka puasa bersama bertempat di lapangan apel Mako Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/1  Ancol Timur Jakarta Utara.

Buka Puasa bersama ini selain diikuti oleh segenap personel Pushidrosal, anggota  Jalasenastri CBS Pushidrosal, juga diikuti oleh stakeholder kemaritiman di kompleks Bina Samudra Ancol, serta para mantan pemimpin Pushidrosal.

Kegiatan yang bertema “Melalui Puasa Ramadhan Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa serta Kinerja Prajurit dan PNS Pushidrosal  Menuju Lembaga Hidrografi Terbaik di Dunia” ini diawali dengan ceramah Hikmah Ramadhan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL  (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.

Dalam ceramahnya, Kapushidrosal antara lain menyampaikan bahwa makna  Ibadah bagi seorang muslim adalah mencakup semua aspek kehidupan manusia, yang dimulai dari pagi hari pada waktu bangun tidur hingga sampai menjelang tidur malam.

“Bahkan di saat tidurpun kita harus bernilai ibadah, apabila tidak, maka kita termasuk ke dalam golongan orang yang merugi” katanya.

Pada bagian lain, orang nomor satu di jajaran Pushidrosal ini mengatakan bahwa orang beriman itu tidak hanya cukup percaya kepada Allah SWT saja, tetapi harus juga diikuti dengan amal sholeh.

Rangkaian Kegiatan buka bersama keluarga besar Pushidrosal ini, diakhiri dengan sholat tarawih bersama yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara.

SUMPAH PALAPA EMBRIO PALING KUAT JANIN PERSATUAN INDONESIA

Kapushidrosal saat menerima Apel Khusus

Jakarta, 20 Mei 2019 —- Sumpah Palapa merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah nusantara yang disatukan Gajah Mada telah jadi acuan bagi perjuangan berat untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikan dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H yang bertindak selaku Inspektur Upacara pada upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin,  (20/5/2019).

Dalam upacara yang dihadiri oleh segenap personel di jajaran Pushidrosal itu, Menkominfo lebih lanjut mengatakan bahwa Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2019 ini yang bertema “Bangkit Untuk Bersatu”  sangat relevan bila dikaitkan situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi masyarakat dalam mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam Pemilu.

Tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran tersebut salah satunya juga berkat pengorbanan  anggota KPPS, dalam penyelenggaraan Pemilu, bahkan sampai pengorbanan nyawa.

Ia menambahkan, alangkah eloknya jika wujud terima kasih atas pengorbanan mereka dilakukan dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Undang-undang dalam waktu yang tidak lama lagi.

Telah lebih satu abad Indonesia menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, dalam kondisi kemajemukan Bahasa, suku, agama, kebudayaan, di tingkat bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, oleh sebab itu menurutnya, tak diragukan lagi akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan social, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

JELANG PENETAPAN HASIL PEMILU 22 MEI 2019, KAPUSHIDROSAL TEKANKAN PRAJURIT DAN KELUARGA TETAP NETRAL

Jakarta, 17 Mei 2019—-Menjelang penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU pada 22 Mei 2019, Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. menekankan kepada seluruh prajurit Pushidrosal dan keluarga tetap netral  menyikapi situasi politik yang berkembang saat ini  terkait pelaksanaan Pemilu 2019.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Apel Khusus Pushidrosal yang diikuti 832 personel  di Lapangan Apel Mako Pushidrosal, Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara, Jumat, (17/05/2019).

Dalam  arahannya,  Kapushidrosal menyampaikan bahwa menghadapi hasil keputusan KPU pasca Pemilu yang telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 yang lalu, diharapkan kepada seluruh personel TNI Angkatan Laut khususnya personel Pushidrosal beserta keluarga  bersikap netral menyikapi suasana politik saat ini dan tidak ikut terpancing dalam berkomentar di medsos maupun media yang lain seputar pemilu yang akan mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman yang terjadi di dalam suatu kelompok masyarakat sekitar.

“Jangan menggunakan media Sosial seperti Facebook, Line, Whatsapp, twitter dan Instagram maupun media yang lain untuk menyampaikan pendapat bermacam-macam yang tujuannya hanya untuk menguntungkan salah satu kontestan Pemilu. Personel Pushidrosal dan keluarga harus tetap bersikap netral dalam menyikapi hasil Pemilu” kata Kapushidrosal.

Menurutnya,  Prajurit TNI tidak  berpihak pada kubu manapun dalam penyelenggaraan Pemilu. Tugas  TNI adalah   mengamankan jalannya Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar.

“Sikap Netral yang dimaksud disini bukan berarti tidak peduli dengan sekitar, atau tidak mau berkomentar sama sekali, tetapi kita juga ikut memonitor situasi yang ada. Jika terjadi hal-hal yang sekiranya dapat memperkeruh suasana politik, dapat melaporkan segera kepada pihak yang berwenang atau ahli hukum agar segera diambil tindakan penyelesaian menurut prosedur yang ada”  tambahnya.

Hadir dalam apel khusus ini, Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi, para pejabat utama, perwira, bintara, tamtama, serta PNS di jajaran Pushidrosal.

PUSHIDROSAL GELAR SURVEI HIDRO-OSEANOGRAFI DI PERAIRAN TEMAJUK KALBAR

Inspeksi oleh Kadis Veranautikas Kolonel Laut (E) Yudi Harsono, S.T

Temajuk, 14 Mei  2019—– Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) selama 50 hari menggelar operasi survei dan pemetaan  hidro-oseanografi di perairan Temajuk, Kalimantan  Barat.

Survei ini dilaksanakan, selain untuk pengembangan pangkalan TNI AL, juga dipergunakan untuk memutakhirkan Peta Laut Indonesia (PLI) No. 282 serta Informasi Publikasi Nautika lainnya.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. menyampaikan, Tim survei Pushidrosal berjumlah 15 personel  di bawah pimpinan Mayor Laut (P) Deirus Rizki Khair, S.T ini bertugas melaksanakan Operasi Survei Hidro –Oseanografi yang meliputi pengumpulan, pengolahan dan penyajian Data Hidro–Oseanografi di perairan Temajuk, Kalimantan Barat, guna menyiapkan pengembangan Faslabuh yang ada di Posal Temajuk dan data yang dihasilkan untuk update Peta Laut Indonesia dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran di perairan tersebut.

Selama pelaksanaan, tim melakukan kegiatan yang meliputi;  pengambilan data kedalaman (pemeruman), pencitraan dasar laut, verifikasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran(SBNP), pemasangan stasion pasang surut, pengukuran arus, pengukuran ketebalan sedimentasi, pengambilan contoh dasar laut, pengamatan meteorologi, verifikasi toponimi serta  pengumpulan data geografi maritim.

Survei juga menekankan pada pentingnya akurasi data alur pelabuhan untuk menunjang perekonomian nasional khususnya dalam  mewujudkan konektivitas  dan terbangunnya infrastruktur untuk  mendukung visi Poros Maritim Dunia (PMD)

Untuk mengevaluasi  dan melihat keakuratan data yang sudah dihasilkan agar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh International Hydrographic organization (IHO), dilakukan inspeksi oleh Kadis Veranautikas Kolonel Laut (E) Yudi Harsono, S.T dan Ka akun Pushidrosal Letkol Laut (S) Tidar Hary Nugroho, S.H., M.Tr. Hanla.

Selain itu,  inspeksi ini bertujuan untuk meninjau secara langsung perkembangan pelaksanaan survei yang dilaksanakan tim Pushidrosal, yang meliputi area, waktu, maupun metode survei yang dilaksanakan apakah sesuai dengan perencanaan awal, sehingga data yang dihasilkan akurat, mutakhir dan terpercaya.

Pada inspeksi ini, Tim inspeksi Pushidrosal  mengadakan peninjauan langsung pelaksanaan survei dan  menerima  paparan mengenai perkembangan pelaksanaan survei dari Dan Unit Survei  Mayor Laut (P) Deirus Rizki Khair, S.T. Tim inspeksi juga sebaliknya memberikan assessment terhadap data yang dihasilkan dari pelaksanaan survei.

Sebagai lembaga hidrografi nasional, Pushidrosal mengemban amanah pemerintah RI dalam menjamin keselamatan pelayaran, baik untuk kepentingan militer maupun sipil. Oleh sebab itu, pelaksanaan survei yang dilaksanakan harus menghasilkan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat dan terpercaya melalui produk yang dihasilkan, seperti Peta Laut Indonesia (PLI) maupun publikasi nautika.

PUSHIDROSAL TERIMA KUNJUNGAN MAHASISWA ITN MALANG

Wakapushidrosal Saat Foto bersama dengan para Mahasiswa

Jakarta, 3 Mei 2019—-Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima kunjungan 54 mahasiswa Program Studi Tehnik Geodesi Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang di Ruang Long Room Perwira Pushidrosal Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur Jakarta Utara, Senin (3/5).

Kedatangan rombongan dipimpin oleh Alifah Noraini, S.T., M.T, selaku dosen pendamping mahasiswa program Studi Tehnik Geodesi ITN Malang yang didampingi oleh seorang dosen pembimbing tersebut diterima oleh Wakil Kepala Pushidrosal (Wakapushidrosal) Laksamana Pertama TNI. Dr. Ir. Trismadi dan Koor Sahli Pushidrosal Kolonel Laut (P) Amril mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., SH., MH.

Kapushidrosal dalam sambutannya yang dibacakan Wakapushidrosal mengatakan bahwa selaku Lembaga Hidrografi, berdasarkan Peraturan Presiden No 62 Tahun 2016 Pushidrosal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun kepentingan umum serta menyiapkan data dan informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut.

“Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional berupaya meningkatkan kualitas, sehingga menjadi pusat informasi geospasial maritim terbaik dunia.” tambahnya.

Di bidang keselamatan pelayaran, Pushidrosal dituntut untuk mampu menyeiapkan dan menyediakan produk kenautikaan yang selalu up to date bagi kepentingan pelayaran di seluruh perairan Indonesia. Produk kenautikaan meliputi peta laut Indonesia baik umum maupun milter dan pertahanan serta peta navigasi elektronik (ENC) peta arus, peta periwisata bahari dan berbagai publikasi kenautikaan lainnya, sperti kepanduan bahari, pasang surut (Pasut), arus pasut almanak nautika dan sebagainya.

Dalam akhir sambutannya Kapushidrosal mengatakan dengan motto “Hydrography much more than just nautical chart”mengunggah semua pihak bahwa dibalik layanan hidrografi bertumpu aliran ekonomi dan kemakmuran yang besar bagi NKRI, Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian Indonesia. Karena arus perdagangan dengan volume besar tentulah lewat laut.

Kegiatan kunjungan ini, rombongan mahasiswa menerima penjelasan tentang perkembangan Hidro-Oseanografi yang meliputi survei dan pemetaan laut untuk keamanan navigasi pelayaran di perairan Indonesia, yang dipaparkan oleh salah seorang Perwira Menengah Pushidrosal Mayor Laut (KH) Lufti Ibrahim. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama.

PUSHIDROSAL MUTAKHIRKAN DATA ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA I AREA SELAT KARIMATA

KRI Spica-934

Jakarta, 29 April 2019—Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengerahkan KRI Spica-934 untuk melaksanakan survei  hidro-oseanografi di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I area Selat Karimata.

Kapal jenis Bantu Hidro Oseanografi (BHO) milik TNI AL buatan galangan kapal OCEA, Les Sables-d’Olonne Perancis ini, selama 60 hari melaksanakan survei guna memutakhirkan data di perairan tersebut untuk menjamin keselamatan bernavigasi di sepanjang ALKI I

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H menyampaikan bahwa Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan wilayah perairan di dalam teritorial Indonesia yang memerlukan perhatian, karena merupakan jalur yang direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia bagi perlintasan kapal dalam pelayaran untuk melintasi wilayah kedaulatan Republik Indonesia.

Jalur tersebut bukan merupakan laut bebas dan tidak mengurangi hak kedaulatan negara kepulauan Republik Indonesia atas wilayah laut dan udaranya.     Rekomendasi ALKI  tersebut  telah  mendapat   persetujuan   dari International Maritim Organization (IMO) pada tanggal 19 mei 1998.

“Konsekuensinya  adalah bahwa pemerintah Indonesia memiliki kewajiban untuk mengatur dan menjaga keamanan baik keamanan kapal maupun keamanan dalam mendukung keselamatan bernavigasi di sepanjang jalur ALKI” kata Kapushidrosal.

Sejalan hal tersebut, Pushidrosal mengerahkan salah satu unsur yaitu KRI Spica – 934 untuk melaksanakan operasi survei Hidro-oseanografi guna memutakhirkan  data ALKI I segmen 2 area Selat Karimata yang merupakan salah satu jalur lintas laut Internasional yang menghubungkan antara Laut Natuna Utara dengan Samudera Hindia.

“Perairan ini merupakan jalur lalu lintas frekuensi yang tinggi oleh kapal dalam maupun luar negeri. Dengan kondisi tersebut,  jalur pelayaran ini memiliki nilai yang strategis dari segi pertahanan maupun ekonomi serta dapat menguatkan peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”  tambahnya.

KRI Spica-934 yang merupakan kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV)  dengan komandan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan S.T ini, selama 60 hari melaksanakan Kegiatan operasi survei Hidro-oseanografi di area Selat Karimata, yang diperkirakan akan berakhir pada 3 juni 2019.

Dalam menjalankan tugasnya, salah satu kapal survei Hidro-oseanografi tercanggih dan terlengkap di kawasan Asia Tenggara ini melaksanakan kegiatan yang meliputi; pengukuran kedalaman laut dan pencitraan dasar laut menggunakan MBES EM- 2040 (Multibeam Echosounder), investigasi bahaya pelayaran, verifikasi SBNP (Sarana Bantu Navigasi Pelayaran), pengukuran unsur – unsur meteorologi, pengukuran pasang surut dan arus air laut, pengukuran tingkat sedimentasi perairan, pengambilan data CTD (Conductivity Temperature Depth), pengambilan contoh dasar laut dan air laut, pengumpulan data geografi maritim, dan melaksanakan verifikasi nama – nama geografi (toponimi).

Data yang telah didapatkan di lapangan tersebut, nantinya akan diolah kembali di Pushidrosal dan disajikan ke dalam bentuk peta, publikasi nautika ataupun basis data yang  bisa digunakan untuk berbagai macam kepentingan nasional baik sipil maupun militer, dan khususnya dapat digunakan untuk menjamin keselamatan bernavigasi di perairan ALKI I segmen 2 area Selat Karimata.