INDONESIA TERIMA KEPERCAYAAN INTERNATIONAL KELOLA MSS ENC (MALACCA SINGAPORE STRAITS ENC)

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H. mengadakan pertemuan dengan Chief Chief Hydrographer Singapura Dr. Parry Oei di Singapura membahas handing over MSS ENC

Tanjung Pagar, Singapura (21/09/2018).—– Indonesia akan menjadi Koordinator dan Administrator MSS ENC (Malacca Singapore Strait Electronic Navigational Charts) menggantikan Singapura. Secara formal serah terima koordinator MSS ENC akan dilaksanakan pada awal bulan Desember 2018 di Jakarta yg akan dihadiri oleh Malaysia dan Jepang.Penunjukan Indonesia menjadi Koordinator dan Administrator MSS ENC ini merupakan kepercayaan dunia internasional tentang kapabilitas Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Karena kemampuannya dan perkembangan yang significant khususnya bidang Marine Spatial Data Infrastructure (MSDI), dan diyakini, akan lebih meningkatkan keselamatan navigasi di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Membahas serah terima tersebut, Kapushidrosal, Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H. mengadakan pertemuan dengan Chief Hydrographer Singapura Dr. Parry Oei di Singapura rangkaian bilateral handing over MSS ENC (Malacca Singapore Strait Electronic Navigational Charts) Chairman dan Administrator dari singapura ke Indonesia.

Kedua Chief Hydrographer masing-masing negara tersebut melakukan Penyerahan data dan dokumen MSS ENC, dilanjutkan dengan diskusi perkembangan MSS ENC, pola dan prosedur pengelolaan MSS ENC. Selain itu, juga membahas potensi serta issue terkait faktor-faktor keselamat navigasi pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura serta kerja sama dalam upaya memberikan jaminan navigasi pelayaran di selat terpadat di dunia tersebut di masa yang akan datang.

Beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia dan Singapura antara lain verifikasi laporan dari pengguna laut, kecelakaan kapal fery di Barelang, fenomena sand wave di Selat Malaka, Marine Safety Information (MSI), Marine Electronic Highways (MEH) dan lain-lain. Melalui koordinasi antara negara di Selat Malaka dan Selat Singapura, diharapkan dapat meningkatkan jaminan keselamatan pelayaran di kawasan tersebut guna mendukung kebijakan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Malacca Singapore Strait Electronic Navigational Charts (MSS ENC) adalah produk ENC dari negara littoral states (Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Japan Hydrographic Assosiation /JHA, sebagai distributor ENC) di Selat Malaka dan Selat Singapura sejak tahun 2005. Sejak MSS ENC edisi pertama diluncurkan Singapura telah menjadi koordinator dari MSS ENC.

Sebagai mandat dari MSS ENC Steering Committee yang dilaksanakan pada bulan Februari 2018 di Tokyo Jepang, akan dilakukan rotasi koordinator MSS ENC dan Indonesia menjadi disepakati sebagai koordinator MSS ENC berikutnya. Proses peralihan koordinator memerlukan proses yang cukup panjang dan saat ini telah dilaksanakan technical assistance berkelanjutan dari Singapura ke Indonesia.

PUSHIDROSAL TERIMA KUNJUNGAN YAYASAN PUTRA PUTRI MARITIM INDONESIA

Dirpotmar saat tanya jawab dengan Putra Putri Maritim Indoensia

Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima kunjungan 66 orang dari Yayasan Putra Putri Maritim Indonesia yang mewakili 29 Provinsi di Ruang Serba Guna Pushidrosal Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur Jakarta Utara, Jum’at (21/09).

Kedatangan rombongan dipimpin oleh Kol.Marinir.M.Supriyatna, Aspotmar Lantamal III selaku ketua rombongan yang didampingi oleh Dr.Herman Yuliantama selaku  dewa pengawas PPMI serta beberapa pelatih dan para senior yang telah lulus tahun 2016-2017. Kunjungan tersebut diterima oleh Dirpotmar Pushidrosal Kolonel Laut (P) Suhendro, S.A.P, M.Si (Han) mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.

Kapushidrosal dalam sambutannya yang dibacakan Dirpotmar mengatakan bahwa selaku Lembaga Hidrografi, Pushidrosal mempunyai tugas pokok yang  meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun kepentingan umum serta menyiapkan data dan informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut.

Pushidrosal senantiasa  berupaya meningkatkan kualitas, kiprah dan perannya baik di tingkat nasional, regional, serta internasional  sehingga menjadi Pusat informasi geospasial kelautan  terbaik dunia. Di bidang militer dan pertahanan Pushidrosal dituntut untuk mampu menyediakan data dan informasi yang akurat dan UP To Date sebagai dasar bahan analisa strategi pertahanan Nasional dan menjamin kesiapan serta ketersediaan peta laut dan peta tempur juga informasi hidro-oseanografi dan Meteorologi yang dapat digunakan untuk mendukung kepentingan peperangan laut dan pertahanan. Pada akhir sambutannya, Kapushidrosal berpesan kepada seluruh Putra Putri Maritim Indonesia agar memanfaatkan kesempatan yang singkat tersebut untuk belajar dan memahami hal-hal yang belum jelas kepada pembimbing dari Pushidrosal sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman.

Pada kegiatan kunjungan ini, rombongan para Putra Putri Maritim Indonesia menerima penjelasan   tentang Indonesia sebagai poros maritim dalam perspektif Hidrografi yang meliputi visi poros maritim dunia, lima pilar poros maritim dunia, jalur pelayaran dunia dan survei serta pemetaan laut untuk keamanan navigasi pelayaran di perairan  Indonesia, yang dipaparkan oleh salah seorang  Perwira Menengah Pushidrosal Mayor Laut (P) Imam Fathoni. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

PUSHIDROSAL HADIRI KONFERENSI EAHC KE-13 DI MALAYSIA

Delegasi Pushidrosal dalam Konferensi EAHC ke-13 di Malaysia

Putra Jaya, Malaysia, 19 September 2018—–Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengirimkan delegasi dalam konferensi East Asia Hydrographic Commission (EAHC) ke-13 yang diselenggarakan pada 18-20 September 2018 di Putrajaya Malaysia.

Delegasi Pushidrosal dipimpin langsung oleh Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir.  Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.,  serta didampingi Dirpamkersamtas Kolonel Laut ( E) Yanuar Handwiono, S.H., M. Tr (han),  Kadisnautika Kolonel Laut (P) Dyan Primana Sobarudin serta  dan Kasubditkerjasama Letkol Laut (P) Oke Dwiyana.

Kegiatan EAHC conference merupakan kegiatan rutin organisasi hidrografi regional yang dilaksanakan setiap 3 tahun. Pada kesempatan EAHC Conference tahun ini, dipimpin langsung oleh EAHC chair RADM Hanafiah bin Hassan dan  dihadiri oleh Sekretaris Jenderal IHO, Dr. Mathias Jonas. Salah satu agenda konferensi pada tahun ini, adalah  pemilihan kepengurusan Vice dan Vice Chair  baru untuk periode 3 tahun kedepan.

Pada masa lalu di era 90’an, Pushidrosal yang pada masa itu dikenal sebagai Dishidros TNI AL  pernah menjadi chair EAHC pada periode Tahun 1990an.

Melalui keanggotaan Pushidrosal sebagai anggota IHO dan EAHC, selain mendukung kebijakan nasional khususnya dalam aspek peningkatatan kapasitas dan kapabilitas khususnya dalam aspek penyelenggaraan kewajiban nasional di bidang hidrografi, juga memberikan manfaat dalam peningkatan kemampuan Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional untuk terus memberikan kontribusi kepada pengguna laut selaku penyedia data kelautan berupa Peta Laut Indonesia dan publlikasi maritim lainnya digunakan untuk mendukung serta menjamin keselamatan navigasi dan pelayaran secara umum di perairan Indonesia.

Di sisi lain, dalam turut mewujudkan konektivitas maritim serta mendorong pertumbuhan aktivitas maritim nasional, akan senantiasa berkaitan erat dengan pemahaman mengenai kondisi kelautan terutama melalui hidrografi.

Dengan kata lain, tanpa adanya dukungan dari kantor hidrografi, tidak ada pelabuhan yang bisa disinggahi, tidak ada kapal laut dapat berlayar secara aman dan tidak ada infrastruktur kawasan pantai yang dapat dikembangkan secara optimal. Pembangunan fasilitas fisik dan keselamatan pelayaran dari aspek navigasi sangat bergantung pada data hidrografi, survei hidrografi untuk mendukung pembangunan pelabuhan serta penyiapan peta laut (paper charts maupun electronic charts) merupakan kegiatan yang kompleks yang memerlukan profesionalisme dari pengawak kantor hidrografi suatu negara.

PUSHIDROSAL GELAR SEMINAR INTERNASIONAL HARI HIDROGRAFI DUNIA 2018

Asrena Kasal Laksamana Muda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, S.E., M.M. saat membuka Seminar Internasional Hari Hidrografi Dunia 2018.

Jakarta, 17 September 2018—Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Seminar internasional hidrografi bertema “Bathymetry – the foundation for sustainable seas, oceans and waterways”. Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2018  ini dibuka Asrena Kasal Laksamana Muda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, S.E., M.M. mewakili Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/9).

Kasal dalam Keynote Speech-nya yang dibacakan Asrena Kasal antara lain mengatakan bahwa hidrografi dan pengetahuan tentang bentuk dan kedalaman dasar laut mendorong pemanfaatan laut yang tepat, aman, lestari dan efektif.

Ditambahkannya, maksud peringatan Hari Hidrografi Dunia 2018 dimaksudkan untuk mempromosikan keselamatan navigasi, khususnya area pelayaran internasional, pelabuhan, marine protected areas serta daerah penting lainnya.

Sementara itu, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., dalam Opening Remark-nya mengatakan perlunya peningkatan  kesadaran publik tentang pentingnya peran hidrografi untuk keselamatan pelayaran. Hal tersebut dilakukan dengan koordinasi dengan para praktisi hidrografi, industry maritime, ilmuwan serta para akademisi.

Kegiatan seminar yang  digelar sebagai puncak dari rangkaian kegiatan  peringatan Hari Hidrografi Dunia tahun 2018 bertujuan  untuk memperoleh masukan para pakar dari berbagai pemangku kepentingan sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan terkait dengan peran Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Juga sebagai sumbang saran dalam proses pembangunan kelautan nasional yang berkesinambungan serta peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Beberapa pembicara hadir, baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya dari INSA Budhi halim, Mr. Eric Fremouw (Reasonuance Consultants / Veris Australia), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, Mr. Parry Oei (Chief Hydrographer Singapura) serta Secretary General International Hydrographic Organization (IHO) Dr. Mathias Jonas.

Pada kesempatan ini, juga dilaksanakan Penandatangan License of Agreement Nautical Almanac dari The United Kingdom Hydrographic Office (UKHO)  kepada Pushidrosal dan Penyerahan Sertifikat LSP P3 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada Kapushidrosal, selaku Ketua Dewan Hidrografi Indonesia.

Selain itu juga dilaksanakan penyerahan  Penghargaan kepada para juara Lomba Karya Tulis (LKTI) dalam rangka Hari Hidrografi Dunia 2018 dan   penghargaan kepada Pemberi Kawat Navigasi Terbanyak untuk KRI, KN dan Kapal Niaga.

 

PUSHIDROSAL GELAR PUNCAK PERINGATAN HUT KE-72 JALASENASTRI

Pemotongan Tumpeng HUT ke-72 Jalasenastri di Pushidrosal

Jakarta, 14 September 2018—–Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut menggelar Puncak Peringatan HUT ke-72 Jalasenastri bertempat di Ruang Serba Guna, mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Peringatan Hari Ulang Tahun Jalasenastri yang bertemakan “Jalasenastri Bertekad Mengedepankan Kepedulian Sosial, Pendidikan Anggota Yang Berkualitas Serta Kesejahteraan Keluarga Prajurit Guna Menciptakan Ketahanan Keluarga Sebagai Landasan Ketahanan Bangsa”, ini dibuka oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.

Hadir pada kegiatan tersebut Ketua Jalasenastri Cabang BS Pushidrosal Ny. Tita Harjo Susmoro beserta segenap pengurus, para pejabat utama, anggota Jalasenastri CBS Pushidrosal, serta mantan Ketua Jalasenastri Cabang BS Pushidrosal.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M selaku Pembina Utama Jalasenastri dalam sambutannya yang dibacakan Kapushidrosal antara lain mengatakan bahwa dalam kehidupan berkeluarga, seorang ibu atau istri memiliki peran yang sangat penting, karena sebagai tiang dalam keluarga yang akan menciptakan keluarga yang sakinah. Secara spesifik kaum ibu diibaratkan sebagai “pilar” utama bangsa, namun tetap diupayakan agar selaras dengan pembinaan organisasi Jalasenastri.

Secara khusus, Kapushidrosal selaku pembina Jalasesastri Cabang BS Pushidrosal  dalam arahannya antara lain mengatakan bahwa sebagai seorang istri prajurit TNI AL, anggota Jalasenastri harus mendukung tugas suami, agar suami dapat bekerja dan menjalankan tugas-tugas kedinasan dengan tenang yang pada akhirnya dapat memperoleh prestasi yang bagus.

Sebagai anggota Jalasenastri  harus membantu suami agar bisa bekerja lebih baik, yang pada akhirnya akan berimbas  pada peningkatan kinerja Pushidrosal secara keseluruhan.

Acara puncak Peringatan HUT ke-72 Jalasenastri di Pushidrosal ditandai dengan pemotongan tumpeng HUT Ke-72 Jalasenastri, pemutaran video sejarah Jalasenastri dan ucapan selamat dari Ketua Umum dan PP Jalasenastri,  serta video ucapan selamat HUT ke-72 dari Kowal Pushidrosal.

KASAL : Pushidrosal Ujung Tombak Angkatan Laut Dalam Diplomasi Maritim

KASAL saat buka Funbike Hari Hidrografi Dunia 2018 di Pushidrosal

Jakarta, 14 September  2018—–Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. mengatakan bahwa  Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) adalah ujung tombak Angkatan Laut dalam diplomasi maritim.

Hal itu dikatakan Kasal dalam sambutannya saat mengikuti Fun Bike dan Olah raga Bersama yang digelar oleh Pushidrosal, Jumat (14/9).

Lebih lanjut Kasal menambahkan bahwa di era-era sebelumnya hidrografi dianggap sebagai hal yang biasa, tetapi sekarang hidrografi sudah berkembang lebih dari sekedar survei dan penelitian, tetapi juga sebagai diplomasi Angkatan Laut dan diplomasi negara, yang menempatkan Pushidrosal sebagai ujung tombak Angkatan Laut  terkait dalam diplomasi maritim.

Kasal mengapresiasi Pushidrosal yang saat ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Hal tersebut hasil dari kreativitas dan inovasi segenap jajaran Pushidrosal yang mampu membawa nuansa baik secara individual, organisasi maupun leadership dalam rangka menghadapi tantangan global, yaitu hidrografi dalam tingkatan World Class Navy.

Kegiatan Fun Bike dan Olah Raga Bersama yang digelar Pushidrosal merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2018 yang bertema ” Bathymetry – the foundation for sustainable seas, oceans and waterways“. Kegiatan ini mengambil tempat di Mako Pushidrosal dan kawasan Taman Impian Jaya Ancol ini

Turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut di antaranya Panglima Koarmada I  Laksda TNI Yudo Margono,S.E., M.M,  Pangkolinlamil Laksda TNI R. Achmad Rivai,S.E., M.M., Ketua Umum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji, pejabat teras Mabesal, serta Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. selaku tuan rumah.

PUSHIDROSAL – GARMIN ITALIA TANDATANGANI PERJANJIAN KERJA SAMA PENGGUNAAN PETA LAUT INDONESIA

Penandatanganan kerjasama antara Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H., M.H dan Mr. Andrew Etkind (Vice president – General Council and Secretary Garmin)

Italia Massarosa, Kamis 02 Agustus 2018,

Dalam upaya meningkatkan perannya di level internasional khususnya dalam penyediaan data keselamatan navigasi dan pelayaran, Pushidrosal telah melakukan kerja sama untuk penggunaan peta laut Indonesia pada produk-produk alat navigasi (GPS) rekreasi yang diproduksi oleh Garmin.

Penandatanganan kerjasama tersebut, dilaksanakan oleh pimpinan kedua pihak  yaitu Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H., M.H dan Mr. Andrew Etkind (Vice president – General Council and Secretary Garmin) sebagai wujud kesepakatan bersama untuk melaksanakan kerja sama yang meliputi pendistribusian dan pemanfaatan data peta laut untuk kepentingan rekreasi, olah raga perairan serta kesehatan (fitness) melalui Penandatanganan kerjasama “The Usage of Pushidrosal Nautical Chart Data Contained In Garmin and Navionics Derivative Products antara Pushidrosal dengan Garmin yang dilaksanakan di Kantor Navionics, Lucca Italia pada hari Kamis, tanggal 02 Agustus 2018.

Pada kesempatan lawatannya ke perusahaan Navionics – Garmin Italy, Kapushidrosal yang didampingi oleh Brigjen Mar Suaf Yanu M, Laksma TNI Kresno Buntoro, Kol (E) Yanuar Handwiono, Kolonel (S) Suhartoyo serta Atase Pertahanan Indonesia di Italia Kolonel Laut (P) Bambang Dharmawan memperoleh kesempatan untuk mengunjungi fasilitas perusahaan serta kemampuan yang dimiliki oleh Navionics sekaligus melaksanakan studi banding tentang tata kelola data pemetaan serta manajemen produksi derifatif alat bantu navigasi rekreasi oleh perusahaan Garmin, dari mulai pembuatan derivative product  sampai dengan model pendistribusian serta pemasaran yang dilaksanakan oleh Navionics – Garmin Italy dalam mengembangkan kemampuan daya saing serta inovasi produksi perusahaan tersebut.

Pada kesempatan Penandatanganan Kerjasama tersebut, Kapushidrosal menyampaikan bahwa kerjasama antara Pushidrosal dengan Garmin juga memiliki arti penting tidak hanya merupakan upaya peningkatan kerja sama kedua pihak saja, akan tetapi juga  dapat dikembangkan lebih jauh lagi sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan serta produksi kelembagaan untuk dapat menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas serta up to date sehingga memiliki nilai jual yang tinggi setara dengan produk negara besar maritim lainnya.

Selain itu, kesepakatan kerja sama antara Garmin – Pushidrosal tidak hanya memiliki manfaat bagi kedua pihak akan tetapi juga bagi komunitas pelayaran rekreasional pada lingkup nasional maupun internasional sebagai pengguna utama.

Sementara itu, Mr. Andrew Etkind mengatakan dalam keterangannya, bahwa Pushidrosal Indonesia merupakan mitra strategis bagi Navionics-Garmin di kawasan perairan Asia Tenggara yang memiliki wilayah perairan strategis di kawasan Asia Tenggara dan merupakan destinasi wisata maritim potensial yang akan berkembang pada waktunya, Navionics – Garmin menyadari bahwa saat ini produk-produk yang dihasilkan hanya digunakan sebagai sarana navigasi rekreasional (non SOLAS vessel) seperti kapal perikanan tradisional, marine and eco-tourism dan olah raga perairan seperti jetski, diving maupun kapal layar (yacht) yang akan sangat bermanfaat serta mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan potensi wisata bahari serta pemberdayaan masyarakat tradisional di wilayah pesisir yang pada akhirnya juga dapat memberikan implikasi tidak langsung terhadap eksistensi serta potensi kemaritiman Indonesia sebagai negara maritim yang besar selaras dengan Kebijakan Nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

 

INDONESIA – FILIPINA SEPAKAT TINGKATKAN KESELAMATAN NAVIGASI PELAYARAN DI PERBATASAN KEDUA NEGARA

Xiamen, Tiongkok, 9 Maret 2018 —- Pemerintah Indonesia dan Filipina sepakat meningkatkan keselamatan navigasi pelayaran di perairan perbatasan kedua negara. Kesepakatan tersebut diwujudkan dalam kerjasama pembuatan peta laut dan Electronic Navigational Charts (ENC) bersama di perairan Laut Sulawesi da laut Filipina yang telah disepakati garisnya. Garis batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kedua negara di perairan Laut Sulawesi dan Laut Filipina telah disepakati pada bulan Mei 2014.

Peta laut dan ENC yang dibuat Bersama ini tentu saja akan berpedoman pada ketentuan dan standar International Hydrographic Organization (IHO) yaitu Publikasi IHO S-4 (Regulations Of The IHO For International (INT) Charts And Chart Specifications Of The IHO dan S-57 Transfer Standard for Digital Hydrographic Data.

Pembuatan bersama peta laut dan ENC di perairan perbatasan antara Republik Indonesai dan Republik Filipina yang telah disepakati pada tahun 2014 merupakan salah satu upaya penyediaan ENC di Kawasan regional dalam rangka memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh International Maritime Organization (IMO) yang mewajibkan kapal-kapal dengan bobot tertentu untuk menggukanElectronic Chart Display and Information System (ECDIS) saat berlayar. Oleh sebab itu kantor hidrografi kedua negara sepakat untuk bersama-sama memberikan pelayanan untuk kepentingan keselamatan navigasi pelayaran bagi kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut, sehingga para pengguna laut akan terjamin keselamatannya dalam bernavigasi.

TIM DELIMITASI BATAS MARITIM INDONESIA LAKSANAKAN PERUNDINGAN DENGAN MALAYSIA

Bandung, 6 Maret 2018 — Bertempat di Crowne Plaza Hotel Bandung Jawa Barat, kelanjutan perundingan batas maritim Indonesia – Malaysia yang sudah berlangsung lebih dari 12 tahun dimulai kembali, Selasa (6/3).

Perundingan delimitasi kedua negara ini, diawali dengan pertemuan tim teknis Indonesia dan Malaysia melalui forum Technical Working Group (TWG). Pada perundingan kali ini, delegasi Indonesia dipimpin oleh Padmasari dari BIG dan delegasi Malaysia dipimpin oleh Azhari Mohamad dari Jabatan Ukur dan Pemetaan Malaysia (JUPEM).
Adapun komposisi delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan dari Badan Informasi Geospatial (BIG), Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Mabes TNI dan Pushidrosal sebagai tim teknis yang merupakan ujung tombak dalam perundingan batas maritim.

Pada kesempatan perundingan kali ini, dilaksanakan pembahasan detail tentang usulan kedua pihak terhadap delimitasi batas maritim di Laut Sulawesi di segmen perairan Pulau Sebatik, khususnya pembahasan tentang proposal posisi Provisional Common Point (PCP) Indonesia dan Malaysia, pembahasan transpormasi koordinat yang telah disepakati tahun 1969 segmen Laut China Selatan dan pembahasan segmen Selat Malaka bagian selatan.

Indonesia Secara Resmi Memiliki Dewan Hidrografi Indonesia (DHI)

Jakarta, 31 Agustus 2017. Indonesia secara resmi memiliki Dewan Hidrografi Indonesia (DHI). Dalam Rangka Memperingati Hari Hidrografi Sedunia,  Pusat Hidro-Oseanografi TNI-AL (PUSHIDROSAL) menggelar seminar internasional bertajuk Mapping Our Seas, Oceans and Waterways More Important Than Ever. Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Staff TNI-AL, Laksamana Ade Supandi, yang membuka seminar di Hotel Mercure Ancol, tersebut. Dalam sambutannya Kepala Staff TNI-AL mengatakan bahwa sesuai dengan Perpres No. 62/2016 tentang perubahan atas Perpres No. 10/2010 mengenai Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia, yaitu menerangkan bahwa Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI-AL bertugas melakukan pemetaan. Peningkatan kualitas dan ketelitian untuk menjamin keselamatan pelayaran. Peta laut bukan hanya peta yang melengkapi kapal, namun juga melindungi ekosistem laut yang ada. Mengelola laut membutuhkan teknologi, investasi, dan integrasi antar lembaga dan kementerian terkait guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pada kesempatan tersebut Jenderal Bintang Empat tersebut mengukuhkan Dewan Hidrografi Indonesia, yang terdiri atas para pakar keprofesian bidang maritim, perwira TNI-AL, akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang membuka program studi kelautan, pelayaran, perkapalan, geodesi dan geomatika serta penginderaan jauh, pengamat kemaritiman. Salah satunya berasal dari Badan Riset dan Sumberdaya Manusia KP, KKP, yaitu Dr.-Ing. Widodo. S. Pranowo yang tergabung dalam UPT International Maritime Reserch and Training Center.

Tujuan dari dibentuknya Dewan Hidrografi Indonesia merupakan sebagai wadah dalam menampung aspirasi masyarakat Indonesia yang berkecimpung dalam dunia hidrografi, selain wadah pemangku masyarakat hidrografi tersebut, DHI ditujukan untuk berkontribusi dalam pertarungan ketenagakerjaan pada era AFTA dengan menjadi lembaga sertifikasi profesi di bidang hidrografi di Indonesia. Selain itu , orang tertinggi di lingkungan TNI-AL tersebut menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Pushidrosal dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan penandatanganan kerjasama antara Pushidrosal dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Serta menyaksikan peluncuran buku peta skala detail 1:1000 untuk alur Sungai Musi dan pelabuhan Palembang, demi menyukseskan keberlangsungan pelaksanaan Asian Games yang dilaksanakan tahun depan (2018) di Jakarta dan Palembang. Seminar tersebut menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Vice Admiral (Retired) Shin Tani dari General Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO),  Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc. Eng Kepala Badan Informasi Geospasial, serta Kolonel Jamie McMichael-PhillipsHead of Partnering & Engagement  United Kingdom Hydrographic Office, dan dimoderatori oleh Kolonel Laut (KH) Dr. Kresno Buntoro.

Chairman GEBCO menjelaskan bahwa Peta laut membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi untuk keselamatan kegiatan dilaut. Peta laut yang dihasilkan oleh GEBCO merupakan lebih dari pemetaan dan penelitian yang memudahkan dalam melaksanakan segala sesuatu di laut. Selama ini GEBCO bekerja di perairan laut dalam, bukan di perairan dangkal dengan skala hingga 900 meter grid perairan dangkal sangatlah sulit dijangkau oleh metode yang digunakan oleh GEBCO. Selama ini data yang disajikan oleh GEBCO 15% nya merupakan hasil pengukuran langsung dilapangan selebihnya menggunakan teknologi satelit altimetri yang mengukur tingkat gravitasi bumi guna menentukan pula kedalaman kolom air di lautan. Kedepannya peta yang dihasilkan oleh GEBCO akan menjadi lebih detail lagi hingga 450 meter.

Sejalan dengan pemaparan Chairman GEBCO, Kepala Badan Informasi Geospasial juga menambahkan bahwa BIG saat ini sedang melaksanakan proses realisasi program satu peta, yang akan berakhir pada 2019. Hingga saat ini banyak versi peta yang diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait. Sejauh ini terdapat 85 peta yang berbeda-beda dari 19 kementerian dan lembaga serta dari 34 Provinsi. BIG bertugas untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan sehingga menjadi satu peta standar. Saat ini untuk mendukung proses pembangunan terutama pelabuhan dan dermaga untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, dibutuhkan peta laut dan peta pantai dengan skala 1:10.000, saat ini hanya 6% dari peta laut dan pantai yang ada di Indonesia dengan skala 1:10.000. Jamie McMichael-Phillips sebagai Kepala kerjasama dan Kemitraan UKHO menegaskan bahwa kebutuhan peta laut adalah untuk navigasi dan pemanfaatan laut. Dalam hal ini penekanan pada kualitas persepsi pengguna dan ekspektasi pengguna peta laut itu sendiri. UKHO sendiri telah memiliki kerjasama yang cukup baik dengan Pushidorsal dalam penerbitan peta, alih teknologi, pelatihan dan kerjasama internasional.