PASTIKAN PERAIRAN LABUAN BAJO AMAN BAGI KAPAL WISATA PUSHIDROSAL LAKUKAN SURVEI DAN PEMETAAN

Kegiatan Survei hidro-oseanografi Pushidrosal di Labuan Bajo NTT

Jakarta, 6 September  2018 —- Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal)   melakukan Operasi Survei dan Pemetaan (Opssurta) Hidro-oseanografi di perairan Labuan Bajo NTT.

Survei dan pemetaan ini selama 20 hari ini bertujuan untuk  mengecek bahaya kedangkalan, pengecekan Suar tanda pelayaran,  memastikan perairan di alur pelayaran aman dilalui oleh kapal khususnya kapal Wisata serta menyediakan data hidro – oseanografi terbaru di  perairan Labuan Bajo. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menggalakkan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata tanah air.

Tim yang dipimpin oleh Komandan Tim Survei Mayor Laut (P) Mustika Ari Wibowo A.T, S.T. ini membawa peralatan survei hidro-oseanografi canggih, di antaranya peralatan akustik bawah air Multibeam Echosounder yang dapat mendeteksi kedalaman sampai dengan 450 m. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemeruman, investigasi, pengamatan pasut, pengukuran dan pengecekan SBNP.

Operasi Survei dan Pemetaan hidro-oseanografi merupakan tugas TNI AL dalam hal ini Pushidrosal dalam mendukung visi pemerintah, mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, sekaligus menggalakkan distinasi daerah wisata  di tanah air. Hasil dari survei tersebut akan dibuat peta tematik pariwisata dan update peta laut di perairan Labuan Bajo NTT.

Data dan informasi hasil surta di kawasan wisata laut tersebut, selain dipergunakan untuk keselamatan dan keamanan pelayaran juga akan dapat memberikan rekomendasi alur pelayaran serta  sebagai kajian  dan pemetaan sumber daya alam  yang ada, khususnya bagi pemda setempat.

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu tujuan destinasi wisata bagi peserta delegasi perhelatan tahunan International Monetary Fund (IMF) World Bank di Pulau Bali. Dengan keahlian dan profesionalisme personel Pushidrosal serta didukung dengan peralatan yang terbaru dan memadai, Tim Investigasi dalam melaksanakan tugasnya diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan dapat menyajikan data terbaru kondisi sekitar perairan Labuan Bajo dan diyakinkan aman dari bahaya pelayaran berupa kedangkalan.

Sebelumnya, Pushidrosal telah melakukan surta di kawasan Taman Laut Nasional di  Karimun Jawa, Kepulauan Seribu dan lokasi taman laut nasional lainnya.

KRI SPICA 934 DETEKSI KEBERADAAN KAPAL SELAM DI DASAR LAUT SITUBONDO

 

Posisi KRI Nanggala-402 di dasar laut yang dideteksi menggunakan MultiBeam Echosounder EM 2040 KRI Spica-402

Jakarta, 29 Agustus 2018—–Salah satu unsur Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), yaitu KRI Spica-934 berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam yang mengalami kedaruratan, tidak bisa muncul ke permukaan sehingga harus duduk di dasar laut perairan Situbondo.

Setelah mengetahui posisi kapal selam tersebut, tidak beberapa lama RHIB yang beranggotakan tim penyelam dan tim kesehatan bergerak menuju area posisi KRI Nanggala-402 untuk melaksanakan pertolongan terhadap kru kapal selam tersebut yang keluar dari tower Escape dimana para kru tersebut meluncur ke permukaan melalui coning tower dengan menggunakan Submarine Escape Immersion Equipment (SEIE) MK-11. Seluruh korban di evakuasi ke permukaan laut dan diangkat dengan menggunakan KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Sultan Iskandar Muda -367 untuk mendapatkan penanganan dan tindakan medis.

Itu adalah skenario latihan simulasi penyelamatan kapal selam yang digelar  oleh Satuan Kapal Selam Koarmada II. Latihan  ini melibatkan beberapa unsur, di antaranya KRI Sultan Iskandar Muda -367, KRI Nanggala – 402, KRI Pulau Rengat-711, KRI Spica – 934, Pesud CN-235, Hely Panther dan tim pendukung dari berbagai satuan yaitu Dislambair, Penyelam, Kopaska, serta Diskes.

Pada latihan tersebut, diskenariokan Kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami kedaruratan (Dissub),  yang mengakibatkan kapal selam tidak dapat timbul kepermukaan sehingga duduk di dasar laut untuk mendapat pertolongan. Berbagai unsur yang terlibat kemudian melakukan pendeteksian bawah air dengan  berbagai peralatan yang dimiliki.

Salah satunya adalah Peranan Kapal Bantu Hidro-oseanografi (BHO) KRI Spica-934,  dimana sebagai pendukung dalam operasi penyelamatan dengan memberikan data hasil pencarian, pendeteksian dan identifikasi secara akurat.

Dengan peralatan canggih yang dimilikinya, KRI Spica-934 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Hengky Iriawan, S.T. ini menggunakan alat deteksi High Precisision Acoustic positioning (HIPAP 501) dengan dibantu Under Water Telephone (UWT) KRI SIM 367 berusaha melakukan pencarian posisi KRI Nanggala-402 yang berada di dasar laut sekaligus menjalin komunikasi dalam serial latihan komunikasi (Comex).

Setelah beberapa saat, KRI Spica-934 bergerak untuk melakukan lokalisir dengan penyapuan dengan menggunakan MultiBeam Echosounder EM 2040. Teknik yang digunakan yaitu melaksanakan penyapuan dengan menyalakan Water Column (WCL) dan menggunakan frekuensi tinggi serta lebar sapuan yang terbaik. Dari hasil pelaksanaan tersebut didapatkan posisi KRI Nanggala-402 yang sedang duduk dasar pada kedalaman 42 meter. Segera setelah mendapatkan posisi tersebut, tim dari KRI Pulau Rengat 711 dan KRI SIM serta dibantu KRI Spica-934 melaksanakan sterilisasi dan pengamanan di sekitaran area tersebut dengan dibantu oleh Heli Panther HS-4027 dan pesud CN – 235 P8301.

Latihan dapat dilaksanakan dengan baik dan aman yang dilakukan dengan tahapan prosedural yang tepat sehingga menghasilkan zero accident yang diharapkan serta kesigapan dan keseriusan seluruh prajurit dalam pelaksanaan latihan simulasi penyelamatan kapal selam TA 2018 ini.

PUSHIDROSAL ADAKAN PELATIHAN MARINE NAVIGATION APPLICATION (MOBILE APPS)

Pelatihan Marine Navigation Application (Mobile Apps) di Pushidrosal

Jakarta, 28 Agustus 2018—— Saat ini Pushidrosal telah aktif berbagai mengembangkan implementasi berbagai teknologi survei dan pemetaan terkini guna lebih meningkatkan akurasi dan ketepatan dalam menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi berupa peta laut Indonesia, baik peta kertas maupun peta elektronik (Electronic Navigational Chart/ENC) dan publikasi nautika. Salah satu implementasi teknologi tersebut adalah Marine Navigation Application (Mobile Apps) yang dioperasikan melalui Telepon Genggam (HP).

Berkaitan dengan hal tersebut, Pushidrosal mengadakan pelatihan   Marine Navigation Application (Mobile Apps) atau dikenal dengan nama IndoneSea. Pelatihan ini diikuti oleh 30 perwakilan setiap satuan kerja yang ada di lingkungan Pushidrosal, bertempat di ruang Pusdalops Pushidrosal.

Dalam pelatihan tersebut, seluruh peserta diberikan gambaran secara umum, manfaat dan kegunaan , serta cara mengoperasikan Aplikasi IndoneSea oleh praktisi yang berkompeten dalam bidang IT dan mobile Apps.

Marine Navigation Application ini berbasis IOS dan android  yang  merupakan aplikasi layanan data dan informasi hidro-oseanografi untuk keselamatan pelayaran yang  real  time. Aplikasi ini dapat di download di Play Store dengan nama IndoneSea.

Bagi Pushidrosal, Aplikasi ini dapat digunakan sebagai jalur distribusi baru untuk produk-produk Pushidrosal dan sebagai sarana untuk mengumpulkan informasi pendahuluan kelautan (Hydrography Note) yang melibatkan peran aktif semua pihak di laut secara real time. Sementara bagi eksternal Pushidrosal, aplikasi ini sangat berguna antara lain sebagai alat bantu navigasi yang murah (karena saat ini mayoritas masyarakat memiliki smart phone), sebagai sumber informasi terp update dalam rangka keselamatan pelayaran.

PUSHIDROSAL PERINGATI HARI RAYA IDUL ADHA 1439 H

 

Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi menyerahkan hewan kurban kepada ketua Panitia Qurban

Jakarta, 23 Agustus 2018——Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar peringatan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Kamis (23/8).

Rangkaian Peringatan Hari Raya ini diawali dengan penyerahan hewan qurban sebanyak 1 ekor sapi dan 15 kambing dari Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi mewakili  Kapushidrosal  Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.  kepada Ketua Panitia Qurban Letkol Laut (KH) Abdul Wadud, S.Ag.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat utama dan seluruh personel Pushidrosal tersebut, Wakapushidrosal mengajak seluruh anggota Pushidrosal untuk menghayati nilai penting dari peringatan Hari Raya Idul Adha, yaitu agar kita menghilangkan nafsu kebinatangan dalam diri kita. Selain itu,  harus juga disingkirkan sifat riya, yang bertentangan dengan ajaran Islam yang menuntut adanya keikhlasan dalam beramal.

Hewan Qurban yang  diserahkan itu kemudian dilakukan penyembelihan. Dari hasil penyembelihan beberapa hewan qurban tersebut, selanjutnya dibagikan kepada anggota Pushidrosal dan masyarakat kaum dhuafa yang tinggal di kawasan Pademangan, Jakarta Utara dan  sekitarnya.

BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI UJI KOMPETENSI HIDROGRAFI DI PUSHIDROSAL

Uji Kompetensi pengukuran kedalaman dengan Single Beam EchoSounder di Ancol

Jakarta,  15 Agustus 2018

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)  melakukan uji kompetensi hidrografi di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu (15/8).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sertifikasi kompetensi kerja  bidang hidrografi, sehingga BNSP dapat memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memenuhi persyaratan sesuai dengan pedoman BNSP 201 dan BNSP 202. Salah satu ketentuan yang harus dipenuhi oleh LSP untuk mendapatkan lisensi dari BNSP adalah menerapkan sistem manajemen mutu yang akan menjadi acuan di dalam operasional LSP.

Pelaksanaan uji kompetensi diketuai oleh Bornardo Tobing dari BNSP sebagai ketua tim, dihadiri oleh Direktur LSP Hidrografi Suhendro, S.Ap., M.Si. (Han), Manajer Mutu Abdul Aziz, manajer sertifikasi Kukuh S. Widodo, serta manajer Administrasi dan Keuangan Muddan Zayadi.

Asesmen dilaksanakan di perairan Ancol, dengan skema sertifikasi kompetensi pengukuran kedalaman dengan Single Beam Echosounder dengan menggunakan sekoci KRI Rigel-933. Ini merupakan skema sertifikasi klaster yang dikembangkan oleh LSP Dewan Hidrografi Indonesia, dengan mengacu pada standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

Skema sertifikasi ini digunakan untuk memastikan kompetensi Pengukuran kedalaman dengan Single Beam Echosounder dan sebagai acuan dalam asesmen oleh LSP Dewan Hidrografi Indonesia.

DATA KELAUTAN YANG MENJADI RUJUKAN NASIONAL DILUNCURKAN

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. saat menandatangani berita acara data kewilayahan

Jakarta, 10 April 2018 —- Data kelautan terkait kewilayahan yang merupakan salah satu wujud identitas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yang menjadi rujukan secara nasional akhirnya diluncurkan.
Peluncuran dilaksanakan di Gedung Arsip Nasional Jakarta oleh tiga Lembaga yaitu Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Badan Informasi Geospasial (BIG) serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sebagai Fasilitator.

Sebelum peluncuran, dilaksanakan paparan dari Pushidrosal dan BIG tentang latar belakang, penyiapan data rujukan, data dan metode perhitungan, serta hasil perhitungan data kelautan.
Hadir pada kegiatan tersebut Menkokemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIG Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Zainal Abidin, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. serta staf ketiga lembaga tersebut.

Pada kesempatan ini juga trlah ditandatangani Berita Acara Data Kewilayahan NKRi oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Kepala Pushidrosal dan Kepala BIG.
Data Kewilayahan yang menjadi Rujukan Nasional ini diluncurkan, mengingat sampai saat ini belum ada data rujukan resmi yang dipakai secara nasional. Pushidrosal dan BIG sebagai instansi resmi pemerintah RI yang diberi mandat terkait bidang pemetaan dan informasi geospasial, menggawangi kajian teknis yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kajian teknis menggunakan best vailable data dan juga metode teknis terkini yang disepakati dan dapat dipertanggunjawabkan. Penghitungan panjang garis pantai Indonesia dilakukan menggunakan metode kartografi digital dengan cara mengkompilasi data garis pantai dari berbagai sumber diantaranya Peta Laut Indonesia dan ENC, dibantu dengan pemanfaatan teknologi SIG (Sistem Informasi Geografi) dan datum yang digunakan adalah WGS 1984.
Hasil perhitungan disepakati bahwa Luas Wilayah Kedaulatan, yang terdiri dari perairan pedalaman dan perairan kepulauan seluas 3.110.00 km2, Laut territorial 290.000 km2. Luaa wilayah berdaulat, terdiri dari Zona Tambahan seluas 270.000 km2, Zona Ekonomi Ekslusif 3.000.000 km2, Landas Kontinen seluas 2.800.000 km2. Luas perairan Indonesia 6.400.000 km2, Luas NKRI (darat + Perairan) seluas 8.300.000 km2. Panjang garis pantai 108.000 km.

Jumlah Pulau di Indonesia, sesuai dengan UU no. 6 th 1996 kurang lebih 17.508 pulau, namun demikian hilang akibat kepemilikan yaitu Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan begitu juga Pulau Yako dan Pukau Aturo sehingga junlahnya kurang lebih 17.504. Sampai saat ini Pemerintah Indonesia telah melakukan pembakuan dan submisi ke PBB pada tahun 2017 sejumlah 16.056 pulau.
Proses verivikasi dan pembakuan nama-nama pulau, masih terus berjalan dan menjadi salah satu program prioritas nasional.

Data kewilayahan ini akan didiseminasi nasional untuk dapt dijadikan rujukan nasional. Data ini akan diperbaharui secara berkala dengan mempertimbangkan ketersediaan data, kemajuan teknologi, serta kebutuhan nasional.

.